Super League 2025/2026 Pekan ke-26: Persik Kediri Gagal Penalti, Gol Dianulir, Imbang 0-0 Lawan Persijap Jepara

Super League 2025/2026 Pekan ke-26: Persik Kediri Gagal Penalti, Gol Dianulir, Imbang 0-0 Lawan Persijap Jepara
Super League 2025/2026 Pekan ke-26: Persik Kediri Gagal Penalti, Gol Dianulir, Imbang 0-0 Lawan Persijap Jepara

123Berita – 06 April 2026 | Persik Kediri harus puas dengan satu poin setelah pertandingan kandang melawan Persijap Jepara berakhir dengan skor 0-0 pada pekan ke-26 Liga Super 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Brawijaya tersebut dipenuhi ketegangan, namun kedua tim gagal memanfaatkan peluang emas, termasuk satu tendangan penalti yang gagal dan satu gol yang dinyatakan tidak sah.

Sejak peluit pertama ditiup, intensitas permainan langsung terasa. Persik Kediri, yang menempati posisi menengah atas klasemen, membuka serangan lebih dulu. Garis pertahanan Persijap Jepara yang terorganisir menahan setiap serangan masuk, memaksa Persik untuk menurunkan taktik pressing tinggi. Tekanan itu akhirnya menghasilkan peluang pada menit ke-23 ketika gelandang tengah Persik menembus ruang penalti lawan dan melepaskan tembakan yang hampir menjadi gol, namun kiper Persijap berhasil menepis bola dengan refleks yang tepat.

Bacaan Lainnya

Pukulan bebas di sisi kiri lapangan pada menit ke-31 menjadi titik balik. Pemain sayap Persik Kediri mengirimkan umpan silang yang dijangkau oleh penyerang utama. Sayangnya, bola melenceng ke arah tiang gawang dan tidak menghasilkan gol. Sementara itu, Persijap Jepara berusaha menyeimbangkan permainan dengan serangan balik cepat, namun pertahanan Persik tetap solid, memaksa lawan menunggu kesempatan pada set piece.

Detik-detik krusial terjadi pada menit ke-44 ketika wasit memberikan tendangan penalti kepada Persik Kediri setelah seorang bek Persijap melakukan pelanggaran di dalam area. Penjegal penalti, yang merupakan pemain veteran tim tuan rumah, meleset jauh ke kanan tiang jauh, memberi kesempatan kepada lawan untuk mengamankan satu poin tambahan menjelang jeda. Kegagalan ini menjadi momen psikologis penting, karena tim harus bangkit kembali di babak kedua.

Masuk babak kedua, intensitas tetap tinggi. Kedua pelatih, yakni coach Persik Kediri dan coach Persijap Jepara, saling melakukan pergantian taktik. Persik mencoba memanfaatkan kecepatan pemain depan dengan formasi 4-3-3, sedangkan Persijap beralih ke formasi 4-2-3-1 untuk menambah kekuatan di lini tengah. Pada menit ke-57, Persik Kediri berhasil menembus pertahanan lawan dan mengeksekusi tembakan ke arah gawang yang kemudian dinyatakan gol tidak sah karena wasit menilai adanya offside pada pemain yang memberikan assist. Keputusan tersebut menambah frustrasi bagi skuad tuan rumah.

Setelah gol dianulir, Persijap Jepara mengambil alih penguasaan bola. Pada menit ke-68, mereka hampir menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak jauh yang meleset tipis melewati mistar gawang. Menjelang akhir pertandingan, kedua tim berusaha menciptakan peluang, namun kelelahan dan konsentrasi tinggi membuat kualitas tembakan menurun.

Akhir laga, wasit menutup pertandingan dengan skor 0-0. Kedua tim harus puas dengan satu poin masing-masing. Bagi Persik Kediri, hasil imbang ini berarti mereka tetap berada di zona aman klasemen, tetapi kehilangan peluang untuk mendekatkan jarak dengan pemuncak tabel. Sementara Persijap Jepara, yang berada di zona tengah klasemen, mengamankan poin penting untuk memperkuat posisi mereka.

Setelah laga, pelatih Persik Kediri menyampaikan bahwa tim masih harus memperbaiki eksekusi di situasi krusial, terutama pada tendangan penalti dan pengambilan keputusan di area kotak penalti. Ia menambahkan bahwa meski gol dianulir terasa menyakitkan, pemain harus tetap fokus pada pertandingan berikutnya. Di pihak Persijap Jepara, pelatih menilai bahwa pertahanan tim sudah tampil disiplin dan menyarankan agar lini serang meningkatkan akurasi tembakan agar dapat mengubah hasil imbang menjadi kemenangan.

Dengan tersisanya satu poin, klasemen Liga Super 2025/2026 masih terbuka lebar. Persik Kediri kini harus menyiapkan diri menghadapi laga berikutnya melawan tim papan atas, sementara Persijap Jepara akan berupaya memanfaatkan momentum positif untuk mengumpulkan poin lebih banyak di sisa musim.

Secara keseluruhan, pertandingan pekan ke-26 ini memperlihatkan betapa tipisnya margin antara kemenangan dan kebobolan peluang. Kegagalan penalti dan gol yang dibatalkan menjadi contoh nyata bahwa detail kecil dapat menentukan hasil akhir dalam kompetisi yang semakin kompetitif.

Pos terkait