Strange Fruit Luncurkan EP “Drips” dengan Remix Eksperimental Produser Internasional

123Berita – 09 April 2026 | Jakarta – Band indie asal Indonesia, Strange Fruit, kembali menggebrak kancah musik dengan perilisan EP berjudul Drips pada 3 April 2026 melalui Gentle Tuesday Recordings. Lebih dari satu dekade berkelana di antara genre noise pop, krautrock, shoegaze, acid house, dan electronic left‑field, kini mereka menyajikan empat trek yang terasa lebih matang, sekaligus memperluas horizon musikal lewat kolaborasi remix dengan tiga produser internasional.

EP Drips menandai sebuah titik berlabuh setelah perjalanan eksperimental panjang sejak EP Dolphin Leap pada 2015. Empat lagu utama – “Iridescent”, “Pouvoir Moteur”, “Monopolar”, dan judul utama “Drips” – dirangkai dengan perpaduan elemen elektronik yang lebih menonjol. Irza Aryadiaz, yang memegang kendali atas bagian ritme, mengandalkan drum machine TR‑08 dan synthesizer semi‑modular Moog Grandmother untuk menciptakan tekstur suara yang dinamis dan kosmik.

Bacaan Lainnya

Single pembuka, “Iridescent”, menampilkan beat minimalis berlapis hipnotik. Dentuman bass yang dalam berpadu dengan gitar atmosferik serta lapisan synthesizer, menghasilkan lanskap suara yang terasa mengambang di antara terang dan gelap. Vokal Baldi Calvianca mengalir dengan emosional, menegaskan makna filosofis lagu sebagai pertemuan berbagai warna yang melambangkan harapan dan pemulihan. Bagi Strange Fruit, “Iridescent” menjadi titik terang dalam pencarian arah musikal baru.

Lagu berikutnya, “Pouvoir Moteur”, mengambil inspirasi budaya Prancis dan Jerman. Dengan pola beat 4/4 yang konstan, trek ini meniru ritme mesin pabrik khas krautrock, menciptakan sensasi melaju tanpa henti melalui ruang dan waktu. Irza menjelaskan bahwa judulnya berarti “motoric power” dan mencerminkan obsesi band terhadap repetisi mekanik yang memikat.

“Monopolar” menawarkan nuansa pop melankolis yang lebih mudah dicerna. Vokal lembut dan tekstur suara mengawang mengantar pendengar ke wilayah antara mimpi dan realitas. Video klipnya, yang diproduksi oleh Mellow Splice, menampilkan lanskap perairan biru dengan efek visual yang menimbulkan ilusi optik. Sejak dirilis, visual tersebut telah ditonton puluhan ribu kali, menambah daya tarik EP ini.

Cover art dan visualisasi EP dikerjakan oleh Mellow Splice, yang sengaja menciptakan gambar yang terbuka untuk interpretasi. “Misteri membuat karya tetap hidup. Kami ingin sampul Drips terasa seperti mimpi—tidak punya satu makna pasti,” ungkap mereka. Pendekatan ini selaras dengan karakteristik musik Strange Fruit yang selalu mengedepankan ambiguitas sonik.

Bagian paling menarik dari Drips adalah tiga remix eksperimental yang melibatkan produser internasional: Jonathan Kusuma, Sean Johnston (Hardway Bros), dan Tom Furse. Setiap remix memberikan sentuhan unik—dari trip hop, ambient, hingga left‑field disco—tanpa menghilangkan esensi lagu asal. “Remix tidak hanya memperpanjang umur lagu, ia memulai ulang percakapannya,” kata band, menekankan nilai kolaboratif dalam memperluas jangkauan musik mereka.

Proses produksi EP ini juga didukung oleh Bernardus Fritz, yang membantu menyempurnakan aransemen, progresi kord, dan vokal. Fritz memuji kemampuan Strange Fruit dalam menciptakan sound synthesizer yang luas dan sureal, menyebut setiap trek sebagai perjalanan lintas dimensi yang menantang pendengar untuk menjelajah lebih dalam.

Versi digital Drips sudah tersedia di semua platform streaming, sementara versi fisik dalam format piringan hitam dijadwalkan rilis pertengahan tahun 2026 melalui kerja sama dengan Loide Records dan TipTop Records. Peluncuran ini menegaskan komitmen band untuk tetap relevan di era streaming sekaligus menghormati kolektor musik tradisional.

Secara keseluruhan, EP Drips tidak hanya memperlihatkan evolusi musikal Strange Fruit, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas batas. Dengan eksplorasi elektronik yang terukur, sentuhan remix internasional, dan visual yang memikat, band ini berhasil menegaskan diri sebagai salah satu inovator terdepan dalam skena indie Indonesia.

Pos terkait