Stok Beras NTT Terjamin, Mbak Titiek Puji Kinerja Perum Bulog dalam Upaya Jaminan Pangan

Stok Beras NTT Terjamin, Mbak Titiek Puji Kinerja Perum Bulog dalam Upaya Jaminan Pangan
Stok Beras NTT Terjamin, Mbak Titiek Puji Kinerja Perum Bulog dalam Upaya Jaminan Pangan

123Berita – 26 April 2026 | Komisi IV DPR RI terus mengawasi distribusi bahan pangan strategis, terutama beras, dengan melakukan kunjungan rutin ke daerah‑daerah terpencil. Pada pekan terakhir, delegasi DPR bersama Menteri Sosial, Mbak Titiek, meninjau gudang beras milik Perum Bulog di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan stok beras yang cukup dan kualitas yang terjaga demi ketahanan pangan nasional.

Selama inspeksi, tim DPR menelusuri proses penyimpanan, pengelolaan suhu, serta sistem monitoring kualitas beras. Hasil inspeksi menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan di NTT telah dilengkapi dengan teknologi pendingin modern, sehingga beras tetap dalam kondisi optimal meski berada di wilayah dengan iklim tropis lembap. Selain itu, prosedur pengecekan mutu beras dilakukan secara berkala menggunakan standar internasional, memastikan tidak ada kontaminasi atau penurunan kualitas yang dapat membahayakan konsumen.

Bacaan Lainnya

Mbak Titiek memberikan apresiasi khusus kepada Perum Bulog atas kinerja profesionalnya. “Kami sangat menghargai upaya Bulog dalam menjaga stok beras tetap aman dan berkualitas, terutama di daerah yang rawan kekurangan pangan seperti NTT,” ujar Mbak Titiek dalam sambutan singkatnya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah, lembaga legislatif, dan pelaku industri pangan untuk menciptakan sistem distribusi yang efisien dan responsif.

Berikut langkah‑langkah strategis yang diambil oleh Perum Bulog dalam rangka menjamin keamanan stok beras di NTT:

  • Peningkatan kapasitas gudang dengan penambahan rak pendingin berteknologi tinggi.
  • Penerapan sistem digitalisasi data stok yang terintegrasi dengan pusat logistik Bulog.
  • Pengawasan kualitas beras melalui laboratorium internal yang dilengkapi peralatan analisis kadar air dan kebersihan.
  • Kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi beras ke titik‑titik kebutuhan paling mendesak.

Data internal Bulog menunjukkan bahwa persediaan beras di NTT selama tiga bulan ke depan telah terpenuhi dengan margin aman 25 % di atas kebutuhan rata‑rata bulanan. Angka ini mencerminkan keberhasilan program penambahan stok yang diluncurkan pada awal tahun lalu, yang juga mencakup diversifikasi varietas beras untuk menyesuaikan selera konsumen lokal.

Selain memastikan ketersediaan, kualitas beras menjadi fokus utama. Pemeriksaan laboratorium mengungkap bahwa kadar air beras di gudang NTT berada pada kisaran 12‑13 %, berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tidak terdeteksi adanya kontaminan pestisida atau bahan kimia berbahaya, menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga standar mutu yang tinggi.

Penguatan jaringan distribusi juga menjadi prioritas. Bulog bekerjasama dengan perusahaan logistik lokal untuk mempercepat pengiriman beras ke wilayah‑wilayah yang paling terpencil, termasuk pulau‑pulau kecil di luar pulau utama. Penggunaan kendaraan berpendingin serta pelatihan bagi sopir tentang penanganan bahan pangan sensitif menjadi bagian integral dari strategi tersebut.

Keseluruhan, kunjungan ini menegaskan bahwa upaya pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Perum Bulog, berorientasi pada pencapaian ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan stok beras yang terjamin dan kualitas yang terjaga, harapan akan terwujudnya kesejahteraan masyarakat di NTT menjadi lebih realistis.

Pos terkait