123Berita – 04 Mei 2026 | Balapan mobil sport di sirkuit Internasional Mandalika kembali menjadi sorotan utama dunia otomotif Indonesia setelah pembalap muda Sean Gelael mengungkapkan betapa pentingnya dukungan suporter dalam meningkatkan semangat dan performa timnya pada seri GT World Challenge Asia.
Dalam konferensi pers yang diadakan sebelum sesi latihan bebas, Sean Gelael menegaskan bahwa kehadiran ribuan penonton yang bersorak tidak sekadar menambah kegembiraan, melainkan menjadi bahan bakar mental yang mampu mendorong pembalap menembus batas kemampuan. “Saat saya melaju di lintasan yang menantang, suara sorakan penonton menjadi energi tambahan yang membuat saya lebih fokus dan berani mengambil risiko yang terukur,” ujar Gelael dengan nada penuh keyakinan.
Seri GT World Challenge Asia, yang mempertemukan tim-tim top dari berbagai negara, menuntut tingkat konsistensi tinggi dan strategi balapan yang matang. Bagi Sean Gelael, faktor psikologis menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan teknis. Ia menjelaskan bahwa timnya telah merancang program latihan yang tidak hanya mengasah kecepatan dan ketahanan mesin, namun juga melibatkan simulasi kondisi keramaian penonton untuk menyiapkan mental para pembalap.
Lokasi Mandalika, yang terletak di Pulau Lombok, menjadi medan uji yang unik. Sirkuitnya menggabungkan lurus panjang dengan tikungan tajam, serta perubahan elevasi yang menantang. Selain tantangan teknis, cuaca tropis yang berubah-ubah menambah variabel yang harus dihadapi. Namun, bagi Sean Gelael, kehadiran suporter lokal yang antusias memberikan rasa aman dan kebanggaan.
“Saya melihat wajah-wajah penonton yang penuh harap, terutama anak-anak yang meniru aksi kami di televisi. Itu memberi saya tanggung jawab ekstra untuk tampil sebaik mungkin,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa dukungan tidak hanya datang dari tribun, tetapi juga dari media sosial, dimana para penggemar memberikan pesan semangat yang mengalir terus-menerus.
Tim balap yang dipimpin oleh Sean Gelael, yang merupakan bagian dari tim nasional Indonesia, menyiapkan mobil GT3 berteknologi tinggi dengan mesin V8 yang mampu menghasilkan tenaga lebih dari 500 hp. Persiapan teknis meliputi penyesuaian aerodinamika, pengaturan suspensi, dan pemilihan ban yang tepat sesuai kondisi trek. Namun, Sean menekankan bahwa semua upaya teknis tersebut akan sia-sia jika pembalap tidak memiliki dorongan mental yang kuat.
Selain menyoroti peran suporter, Sean Gelael juga mengungkapkan rencana jangka panjangnya untuk menginspirasi generasi muda. Ia berharap keberhasilan di Mandalika dapat memicu minat anak-anak Indonesia untuk terjun ke dunia balap, baik sebagai pembalap, teknisi, atau manajer tim. “Jika kami bisa menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing di level internasional, maka impian mereka akan menjadi lebih realistis,” katanya.
Para pengamat otomotif menilai pernyataan Sean Gelael sebagai refleksi pentingnya aspek psikologis dalam kompetisi balap modern. Dr. Budi Santoso, pakar manajemen olahraga, menyatakan, “Suporter bukan hanya penonton, melainkan bagian dari ekosistem performa. Mereka memberikan energi positif yang dapat mempengaruhi kadar adrenalin dan fokus pembalap. Hal ini terbukti secara ilmiah dalam banyak studi olahraga.
Menjelang kualifikasi, tim Sean Gelael menampilkan strategi yang menitikberatkan pada konsistensi lap waktu, mengingat lintasan Mandalika memerlukan keseimbangan antara kecepatan lurus dan pengereman tajam. Pada sesi latihan terakhir, Sean berhasil mencatat waktu lap tercepat kedua, menempatkan dirinya di posisi terdepan klasemen sementara.
Dengan atmosfer yang semakin memanas, para suporter pun semakin antusias. Mereka menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan memegang spanduk berisi dukungan untuk Sean Gelael serta timnya. Atmosfer ini menciptakan suasana festival otomotif yang menggabungkan sportivitas dan kebersamaan.
Kesimpulannya, keberhasilan Sean Gelael di Mandalika tidak lepas dari peran vital suporter yang memberikan dorongan mental, serta persiapan teknis yang matang. Kombinasi tersebut diharapkan dapat membawa tim Indonesia meraih podium pertama dalam sejarah GT World Challenge Asia, sekaligus menumbuhkan semangat balap di kalangan generasi muda Indonesia.





