123Berita – 04 Mei 2026 | Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, menegaskan bahwa fase playoff musim 2026 akan menggunakan format Best of Five. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan intensitas kompetisi dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi setiap tim yang berhasil menembus babak elit.
Dengan mengadopsi sistem Best of Five, setiap seri playoff akan melibatkan maksimal lima pertandingan. Tim yang pertama kali mengumpulkan tiga kemenangan akan melaju ke babak berikutnya. Langkah ini diharapkan meningkatkan ketegangan, memperpanjang durasi kompetisi, dan memberikan penonton lebih banyak momen dramatis.
Berikut rangkaian tahapan playoff IBL 2026 yang akan menggunakan format baru:
- Perempat Final: Empat pasangan tim akan bersaing dalam seri Best of Five. Pemenang masing-masing seri melaju ke semifinal.
- Semi Final: Dua seri Best of Five kembali menentukan tim yang akan bertarung di final.
- Final: Seri penentuan juara akan dilangsungkan dengan Best of Five, memastikan pemenang benar‑benar layak mengangkat trofi IBL 2026.
Junas menambahkan bahwa perubahan ini tidak hanya berdampak pada kompetisi di lapangan, tetapi juga pada aspek komersial. Lebih banyak pertandingan berarti potensi pendapatan yang lebih tinggi dari hak siar, sponsor, dan penjualan tiket. “Kami ingin IBL menjadi ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan,” ujar ia.
Beberapa tim sekaligus mengungkapkan antusiasme mereka terhadap format baru. Pelatih tim juara bertahan, Garuda Bandung, menyatakan, “Dengan Best of Five, kami memiliki ruang untuk menyesuaikan taktik antara game satu dan dua, serta memanfaatkan momentum pada game tiga atau empat jika diperlukan. Ini memberi nilai tambah pada strategi jangka panjang kami.”
Namun, tidak semua pihak melihat perubahan ini sebagai hal yang positif. Beberapa pengamat mengingatkan bahwa penambahan dua pertandingan ekstra per seri dapat meningkatkan risiko kelelahan pemain, terutama mengingat jadwal IBL yang padat dan keberadaan kompetisi internasional yang menuntut pemain bintang untuk berpartisipasi.
Untuk mengantisipasi potensi kelelahan, komite medis IBL berjanji akan meningkatkan pemantauan kebugaran atlet. “Kami akan menyiapkan protokol pemulihan yang lebih ketat, termasuk penjadwalan ulang pertandingan bila diperlukan,” kata Dr. Rina Suryani, kepala tim medis IBL.
Selain itu, liga berencana menyesuaikan kalender kompetisi dengan menambah jeda antara seri playoff. Jeda satu minggu akan diberikan setelah setiap seri selesai, memberi kesempatan tim untuk melakukan analisis video, perbaikan taktik, dan pemulihan fisik.
Penggemar IBL juga menyambut baik perubahan ini. Forum komunitas basket online ramai memperbincangkan potensi drama yang lebih panjang dalam setiap seri. “Saya tunggu banget pertandingan ke‑empat dan ke‑lima yang biasanya tidak ada di format best of three. Itu yang bikin serunya!” tulis seorang pengguna dengan username “BolaLincah”.
Secara historis, IBL telah berevolusi sejak pendiriannya pada tahun 2003. Dari format play‑in, ke playoff single elimination, hingga best of three, masing‑masing fase menandai upaya liga untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar dan standar internasional. Penggunaan Best of Five pada musim 2026 menandai langkah selanjutnya dalam evolusi kompetisi basket domestik.
Para sponsor utama IBL, termasuk perusahaan telekomunikasi dan otomotif, juga memberikan dukungan penuh terhadap keputusan ini. “Lebih banyak game berarti eksposur brand yang lebih luas, dan itu selaras dengan strategi pemasaran kami,” ungkap perwakilan salah satu sponsor utama.
Dengan semua persiapan yang telah dilakukan, IBL 2026 diharapkan menjadi salah satu musim paling menegangkan dalam sejarah liga. Penggunaan Best of Five tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga menambah nilai hiburan bagi jutaan penonton di seluruh Indonesia.
Seiring mendekatnya awal fase playoff, mata publik kini tertuju pada bagaimana tim‑tim papan atas memanfaatkan peluang baru ini. Apakah strategi yang lebih panjang akan menghasilkan kejutan atau justru memperkuat dominasi tim-tim tradisional? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti: IBL 2026 akan menyajikan aksi basket yang lebih intens, tak terduga, dan menghibur.





