Rekor Partisipasi TKA SMP 2026: 1,9 Juta Siswa Ikut Gelombang Pertama

Rekor Partisipasi TKA SMP 2026: 1,9 Juta Siswa Ikut Gelombang Pertama
Rekor Partisipasi TKA SMP 2026: 1,9 Juta Siswa Ikut Gelombang Pertama

123Berita – 09 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) gelombang pertama yang diselenggarakan pada 6‑7 April 2026 mencatat rekor partisipasi tertinggi dalam sejarah pelaksanaannya. Sebanyak 1.935.778 peserta dari seluruh penjuru Indonesia berhasil mengikuti tes ini, menandai antusiasme luas terhadap upaya standarisasi kemampuan akademik siswa di tingkat menengah pertama.

Data resmi menunjukkan bahwa 1.777.571 peserta melaksanakan TKA secara daring, sementara 158.207 siswa memilih mode semi‑daring. Kedua mode tersebut melibatkan 33.349 sekolah yang menyelenggarakan tes secara daring dan 2.451 sekolah yang menerapkan format semi‑daring. Jumlah institusi yang terlibat menggambarkan cakupan nasional yang luas, menembus daerah perkotaan hingga pelosok.

Bacaan Lainnya

Rincian partisipasi dapat dilihat pada poin‑poin berikut:

  • Mode daring: 1.777.571 peserta dari 33.349 sekolah.
  • Mode semi‑daring: 158.207 peserta dari 2.451 sekolah.

Keberhasilan operasional TKA tidak lepas dari dukungan sumber daya manusia yang signifikan. Sebanyak 24.195 pengawas dilengkapi dengan 2.345 penyelia dari Dinas Pendidikan Provinsi serta Kantor Wilayah Kementerian Agama. Selain itu, 42.852 proktor daring dan 3.188 proktor semi‑daring berperan memastikan kelancaran proses asesmen di masing‑masing satuan pendidikan.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menilai pelaksanaan dua hari pertama gelombang pertama berjalan sangat stabil dan terkendali. Ia menekankan bahwa tingginya partisipasi, dukungan kuat dari pemangku kepentingan, serta mekanisme pengendalian yang efektif menjadi faktor utama keberhasilan tersebut.

Keterlibatan beragam unsur, mulai dari pengawas, penyelia, hingga proktor, menjadi kunci dalam menjaga integritas dan ketertiban pelaksanaan. Toni menegaskan bahwa sinergi tersebut memastikan standar pelaksanaan yang seragam di seluruh wilayah Indonesia, sambil memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan melalui sistem gelombang.

Pelaksanaan TKA SMP 2026 direncanakan berlangsung pada 6‑16 April, terbagi dalam empat gelombang untuk pendidikan formal dan satu gelombang khusus untuk pendidikan kesetaraan. Setiap gelombang mencakup dua hari ujian. Pada hari pertama, peserta menjalani 10 menit latihan, diikuti 75 menit tes Matematika dan Numerasi, serta 20 menit survei karakter. Hari kedua meliputi 10 menit latihan, 75 menit tes Bahasa Indonesia dan Literasi, serta 20 menit survei lingkungan belajar.

Untuk memastikan kelancaran teknis dan non‑teknis, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) mengoperasikan command center pusat serta posko pendampingan di masing‑masing daerah. Posko ini berfungsi sebagai titik bantuan cepat, memberikan solusi teknis maupun non‑teknis kepada sekolah dan peserta yang mengalami kendala selama pelaksanaan.

Toni Toharudin menegaskan komitmen kementerian untuk terus memantau dan menyempurnakan proses TKA selama pelaksanaan. Ia optimis bahwa sinergi semua pihak akan menjadikan Tes Kemampuan Akademik tahun ini sebagai instrumen penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik, sejalan dengan kebijakan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Dengan partisipasi hampir dua juta siswa, TKA SMP 2026 gelombang pertama tidak hanya mencerminkan semangat kompetisi akademik, tetapi juga menegaskan kesiapan infrastruktur digital pendidikan Indonesia dalam menyelenggarakan asesmen berskala nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi bagi gelombang‑gelombang selanjutnya, memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan di seluruh negeri.

Pos terkait