123Berita – 31 Mei 2026 | Saat ini, harga TBS (Tandan Buah Segar) sawit mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini berdampak langsung pada para petani sawit yang mengalami kerugian besar. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, meminta pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan ekspor sawit melalui sistem satu pintu.
Firman juga menekankan bahwa perlu ada masa transisi DSI (Dana Stabilisasi Harga) untuk membantu para petani sawit. Dengan demikian, para petani sawit dapat tetap bertahan dan tidak mengalami kerugian yang terlalu besar.
Selain itu, Firman juga meminta pemerintah untuk memperhatikan kebijakan ekspor sawit yang saat ini sedang berlangsung. Ia berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih baik dan lebih adil bagi para petani sawit.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri sawit di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Namun, dengan penurunan harga TBS sawit, banyak petani sawit yang merasa khawatir tentang masa depan mereka.
Oleh karena itu, perlu adanya tindakan yang cepat dan efektif dari pemerintah untuk membantu para petani sawit. Dengan demikian, industri sawit di Indonesia dapat tetap berkembang dan para petani sawit dapat terus bertahan.
Di akhir, Firman berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah ini dan membuat kebijakan yang lebih baik bagi para petani sawit. Dengan demikian, para petani sawit dapat terus berproduksi dan industri sawit di Indonesia dapat tetap maju.





