123Berita – 07 April 2026 | Legenda musik asal Inggris, Ringo Starr, tak hanya dikenal lewat dentingan drum yang ikonik bersama The Beatles, melainkan juga lewat gaya hidup yang tampak selalu segar di usianya yang telah melampaui delapan puluh tahun. Dalam sebuah wawancara eksklusif, sang mantan drummer mengungkapkan pola makan yang ia percaya mampu memperlambat proses penuaan serta menjaga stamina tetap tinggi. Informasi tersebut menarik perhatian para penggemar musik, pecinta kuliner, hingga praktisi kesehatan yang mencari inspirasi pola hidup sehat.
Selain sayuran dan buah beri, Ringo menekankan pentingnya asupan lemak sehat. Ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden menjadi sumber utama omega‑3 dalam dietnya. Lemak tak jenuh ini tidak hanya mendukung fungsi otak, tetapi juga berperan dalam menjaga elastisitas kulit dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Ringo mengakui bahwa ia tidak pernah melewatkan porsi ikan setidaknya dua kali dalam seminggu, meski terkadang ia menggantinya dengan suplemen minyak ikan bila jadwal turnya padat.
Protein nabati juga mendapatkan tempat khusus dalam pola makannya. Kacang almond, kacang kenari, dan biji chia menjadi camilan favorit yang memberi energi berkelanjutan tanpa menambah beban lemak jenuh. Ringo menyatakan bahwa kombinasi protein nabati dan serat membantu menstabilkan kadar gula darah, sehingga menghindarkan lonjakan energi yang diikuti oleh rasa lelah mendadak.
Namun, tak semua makanan mendapat sambutan positif dari sang musisi. Ia mengungkapkan adanya alergi yang cukup mengganggu, khususnya terhadap pizza dan kari. Reaksi alergi yang ia alami berupa ruam kulit dan gangguan pencernaan, membuatnya harus secara tegas menghindari kedua hidangan tersebut. “Saya masih ingat pertama kali mencoba pizza dengan topping keju ekstra, dan alhamdulillah, sejak saat itu saya tahu harus menjauhinya,” ujarnya dengan senyum.
Berbeda dengan pizza, kari yang kaya rempah dan santan ternyata memicu sensitivitas pada sistem pencernaannya. Ringo menyarankan bagi mereka yang memiliki riwayat alergi serupa untuk memperhatikan gejala setelah mengonsumsi makanan berlemak tinggi atau mengandung bahan fermentasi tertentu.
Untuk menambah variasi, Ringo juga menambahkan teh hijau sebagai minuman utama sepanjang hari. Senyawa catechin dalam teh hijau dikenal memiliki efek anti‑inflamasi dan membantu meningkatkan metabolisme lemak. Ia menjelaskan bahwa secangkir teh hijau di pagi hari menjadi ritual yang tidak boleh dilewatkan, sementara di sore hari ia beralih ke infused water dengan potongan lemon atau mentimun untuk hidrasi.
Berikut rangkuman pola makan Ringo Starr yang dapat dijadikan referensi:
- Sayuran hijau (bayam, kale) – sumber lutein, zeaxanthin, dan serat.
- Buah beri (blueberry, raspberry) – kaya flavonoid anti‑oksidan.
- Ikan berlemak (salmon, makarel, sarden) – omega‑3 untuk otak dan kulit.
- Kacang dan biji (almond, kenari, chia) – protein nabati dan lemak tak jenuh.
- Teh hijau – catechin untuk metabolisme dan anti‑inflamasi.
- Hindari pizza dan kari – alergi yang dapat memicu ruam dan gangguan pencernaan.
Para ahli gizi menilai bahwa kombinasi nutrisi yang dikonsumsi Ringo selaras dengan temuan ilmiah terbaru tentang penuaan seluler. Antioksidan membantu mengurangi stres oksidatif, sementara omega‑3 memperbaiki membran sel dan menurunkan peradangan kronis. Konsumsi serat tinggi juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang kini diketahui memiliki hubungan erat dengan kesehatan mental dan energi harian.
Selain faktor makanan, Ringo menekankan pentingnya gaya hidup aktif. Ia rutin melakukan latihan ringan, seperti berjalan kaki dan yoga, yang ia rasa mampu melengkapi manfaat nutrisi. “Makanan memang penting, tetapi tubuh juga butuh gerakan. Kombinasi keduanya membuat saya tetap bertenaga di atas panggung,” katanya.
Kesimpulannya, pola makan Ringo Starr menyoroti peran penting nutrisi anti‑penuaan serta kesadaran diri terhadap alergi pribadi. Dengan mengutamakan sayuran hijau, buah beri, ikan berlemak, dan kacang-kacangan, serta menghindari makanan pemicu alergi, ia berhasil menjaga vitalitas yang tampak tak lekang oleh usia. Bagi pembaca yang ingin meniru jejak sang legenda, kunci utama terletak pada konsistensi, variasi makanan sehat, serta perhatian pada respons tubuh masing‑masing.