123Berita – 09 Juli 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk penyediaan data statistik dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang digagas oleh Prabowo Subianto.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa BPS siap membantu dalam penyediaan data statistik untuk mendukung program tersebut. Data statistik yang disediakan akan membantu BTN dalam menentukan prioritas pembangunan rumah di daerah-daerah yang membutuhkan.
Program pembangunan 3 juta rumah ini merupakan salah satu program unggulan yang digagas oleh Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara BPS dan BTN, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.
Amalia menambahkan bahwa BPS akan menyediakan data statistik tentang kebutuhan rumah di daerah-daerah, serta data tentang kemampuan ekonomi masyarakat setempat. Data ini akan membantu BTN dalam menentukan lokasi pembangunan rumah yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam program ini, BPS juga akan membantu dalam pemantauan dan evaluasi kemajuan pembangunan rumah. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lebih transparan dan akuntabel.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Program pembangunan 3 juta rumah ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang belum memiliki rumah yang layak.
Dengan adanya kerja sama antara BPS dan BTN, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Program pembangunan 3 juta rumah ini merupakan salah satu contoh upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara BPS dan BTN, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien, serta membantu dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.





