Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon

Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon
Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon

123Berita – 05 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (23/04/2024) secara resmi menunaikan penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI Angkatan Darat yang tewas dalam operasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Upacara yang berlangsung di Bandara Internasional Soekarno‑Hatta, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bandara Soetta, menjadi momen haru bagi keluarga, rekan satuan, dan seluruh jajaran militer Indonesia.

Ketiga jenazah, yang terdiri atas Sersan Mayor Andri Yogi Pratama (31), Sersan Budi Santoso (29), dan Sersan Karya Nugraha (27), ditemukan tewas setelah serangan roket anti‑tank yang menimpa pos TNI di wilayah Naqoura, selatan Lebanon, pada tanggal 15 April 2024. Kejadian tersebut menewaskan juga seorang warga sipil Lebanon dan melukai beberapa personel lainnya.

Bacaan Lainnya

Setelah proses identifikasi dan pemulangan jenazah ke Indonesia melalui jalur diplomatik, upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Ia memimpin prosesi menurunkan bendera setengah tiang, menyampaikan kata‑kata penghormatan, serta menyalakan lilin di samping peti jenazah sebagai simbol rasa hormat dan duka yang mendalam.

“Kami berterima kasih atas pengorbanan yang tiada tara dari ketiga prajurit kami. Mereka adalah pahlawan yang telah menebarkan kedamaian di luar negeri dan kini kembali ke tanah air dengan penuh kehormatan,” ujar Presiden Prabowo dengan nada suara yang tenang namun sarat emosi. Ia menambahkan bahwa tragedi ini mempertegas pentingnya dukungan internasional terhadap pasukan perdamaian Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan personel yang bertugas di luar negeri.

Di samping Presiden, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga hadir bersama Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, serta pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri. Keluarga almarhum turut hadir, meski dengan perasaan duka yang mendalam, mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada bangsa dan negara atas penghormatan yang diberikan.

UNIFIL, atau United Nations Interim Force in Lebanon, merupakan misi perdamaian yang dibentuk pada tahun 1978 untuk memantau gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta membantu memulihkan stabilitas di wilayah tersebut. Indonesia telah mengirimkan pasukan sebagai bagian dari komitmen global untuk perdamaian sejak tahun 1992. Hingga kini, lebih dari 2.000 personel TNI telah berpartisipasi dalam misi tersebut, menempati berbagai posisi termasuk penjaga pos, pengamat, dan tenaga medis.

Kejadian menimpa tiga prajurit TNI tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait keamanan di zona konflik. Menurut laporan resmi PBB, area Naqoura menjadi titik rawan karena letak geografisnya yang berada di jalur perbatasan antara Israel dan Lebanon. Serangan roket yang menimpa pos TNI diduga berasal dari kelompok militan yang beroperasi di wilayah tersebut, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.

Selain menyoroti rasa duka, upacara juga menjadi ajang refleksi bagi pemerintah Indonesia tentang perlunya peningkatan protokol keamanan bagi pasukan perdamaian. Menteri Pertahanan menyatakan, “Kami akan meninjau kembali semua prosedur operasional, memperkuat koordinasi dengan otoritas internasional, serta menambah perlengkapan dan pelatihan khusus untuk mengantisipasi ancaman serupa di masa depan.”

Para ahli militer menilai, kejadian ini tidak hanya mempengaruhi moral pasukan yang sedang bertugas, tetapi juga menimbulkan dampak diplomatik yang signifikan. Mereka menekankan pentingnya dialog intensif antara pemerintah Indonesia, PBB, dan pihak-pihak terkait di Timur Tengah untuk memastikan keselamatan personel yang berada di zona konflik.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia menyambut penghormatan yang diberikan oleh Presiden dengan rasa bangga dan haru. Banyak yang mengungkapkan dukungan melalui media sosial, menulis, “Pahlawan sejati tidak pernah mati, mereka hidup dalam ingatan bangsa.”

Upacara penurunan bendera setengah tiang di Bandara Soetta selesai pada pukul 12.30 WIB, diikuti dengan prosesi penguburan di Taman Makam Pahlawan TNI di Kalibata. Seluruh proses berlangsung dengan tertib dan penuh hormat, menegaskan nilai-nilai kebangsaan serta rasa syukur atas pengorbanan yang telah diberikan.

Dengan berakhirnya upacara, pemerintah menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam misi perdamaian internasional, sambil memastikan bahwa setiap prajurit yang mengabdi di luar negeri mendapatkan perlindungan dan penghargaan tertinggi. Penghormatan terakhir yang diberikan Presiden Prabowo menjadi simbol solidaritas nasional, sekaligus pengingat akan tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

Pos terkait