123Berita – 22 April 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT PLN (Persero) meluncurkan inisiatif baru yang menargetkan peningkatan layanan kesehatan bagi ibu hamil di Kabupaten Garut. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia kepada puskesmas dan posyandu setempat, memberikan harapan baru bagi ribuan keluarga yang berada dalam risiko komplikasi kehamilan.
Alat deteksi dini yang disumbangkan merupakan perangkat portabel berbasis teknologi non‑invasif, mampu mengukur tekanan darah, kadar protein dalam urin, dan parameter lain yang menjadi indikator awal preeklamsia. Dengan proses pengukuran yang cepat dan akurat, petugas kesehatan dapat mengidentifikasi ibu hamil berisiko tinggi dalam hitungan menit, sehingga intervensi medis dapat dilakukan lebih cepat.
Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian maternal di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, setiap tahun sekitar 10‑15 persen kehamilan berpotensi mengalami komplikasi ini, yang bila tidak ditangani dapat berujung pada keguguran, kelahiran prematur, atau bahkan kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, kehadiran alat deteksi dini menjadi langkah preventif yang sangat penting dalam upaya menurunkan angka tersebut.
Program TJSL PLN berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui dukungan fasilitas kesehatan yang berkelanjutan. Dalam kesempatan ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan sosial. “Kami percaya bahwa energi yang kami hasilkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup, termasuk kesehatan ibu dan anak,” ujar Direktur CSR PLN, Budi Santoso.
Acara penyerahan alat berlangsung di Balai Desa Cikajang, Garut, dengan dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, ketua Posyandu setempat, serta perwakilan masyarakat. Selain serah terima, peserta juga menerima pelatihan singkat tentang cara penggunaan alat, interpretasi hasil, serta prosedur rujukan ke rumah sakit bila ditemukan indikasi preeklamsia.
“Alat ini sangat membantu kami dalam melakukan skrining rutin. Sebelumnya, kami harus mengirim sampel ke laboratorium yang memakan waktu, kini kami dapat melakukan pengecekan langsung di posyandu,” kata Kepala Puskesmas Cikajang, Siti Nurhaliza. “Kami berharap dengan adanya alat deteksi dini ini, angka komplikasi kehamilan di wilayah kami dapat turun secara signifikan.”
Berikut merupakan data perkiraan penerima manfaat berdasarkan kecamatan di Garut:
| Kecamatan | Jumlah Ibu Hamil | Alat Diterima |
|---|---|---|
| Cikajang | 1.200 | 15 |
| Garut Kota | 2.350 | 30 |
| Kersamanah | 950 | 12 |
| Sukawening | 1.100 | 14 |
Dengan total lebih dari 4.600 ibu hamil yang berpotensi mendapatkan manfaat, PLN berharap program ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengintegrasikan aspek sosial ke dalam bisnis inti mereka. Rencana ke depan mencakup penambahan unit alat di 10 puskesmas tambahan serta pelatihan lanjutan bagi tenaga medis.
Secara keseluruhan, inisiatif penyaluran alat deteksi dini oleh PLN di Garut tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat jaringan kolaboratif antara sektor energi, pemerintah, dan masyarakat. Diharapkan, upaya ini akan menurunkan angka preeklamsia dan menyelamatkan nyawa ibu serta bayi di wilayah tersebut.





