123Berita – 06 April 2026 | Persija Jakarta menelan kekalahan tipis 2-3 di kandang Bhayangkara Presisi pada lanjutan Liga Indonesia 2023/2024. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, menjadi sorotan utama karena insiden kartu merah yang diterima oleh bek kiri asal Spanyol, Jordi Amat, serta reaksi keras pelatih Macan Kemayoran, Mauricio Souza. Kekalahan ini sekaligus menambah tekanan pada skuad Persija yang tengah berjuang mengembalikan performa setelah serangkaian hasil kurang memuaskan.
Sejak peluit awal, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Bhayangkara membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui serangan balik cepat yang dimanfaatkan oleh penyerang mereka, Alvaro Sosa, yang berhasil menembak bola ke pojok kanan gawang Persija. Namun, Persija tidak tinggal diam. Pada menit ke-28, pemain kreatif Persija, Marko Simic, mengirimkan umpan terobosan ke depan yang diterima oleh penyerang andalan mereka, Michael Olunga. Olunga mengeksekusi dengan tendangan keras yang berhasil menembus gawang Bhayangkara, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Kejadian krusial terjadi pada menit ke-35 ketika Jordi Amat terlibat duel keras dengan pemain depan Bhayangkara. Dalam prosesnya, Amat melakukan pelanggaran keras yang dianggap menjegal lawan secara berlebihan. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, mengirim Amat keluar lapangan. Keputusan ini menimbulkan protes singkat dari pemain Persija, namun keputusan tetap dipertahankan. Pelatih Mauricio Souza terlihat kecewa dan melontarkan komentar tajam setelah pertandingan, menyatakan bahwa kartu merah tersebut terlalu keras dan merugikan timnya pada momen penting.
Setelah kehilangan Amat, Persija harus beralih ke formasi yang lebih defensif. Namun, Bhayangkara tidak memperlambat serangannya. Pada menit ke-48, mereka kembali unggul berkat gol dari pemain sayap kiri, Dimas Drajad, yang menembus pertahanan Persija dengan kecepatan tinggi dan menempatkan bola tepat di sudut atas gawang. Skor menjadi 2-1 untuk Bhayangkara.
Menanggapi ketertinggalan, Persija meningkatkan tekanan. Di menit ke-63, Olunga kembali menunjukkan kelasnya dengan mengirimkan tembakan voli yang mengarah ke sudut bawah gawang, namun sayangnya masih meleset tipis. Sempat hampir menyeimbangkan kembali, namun Bhayangkara menambah gol ketiga pada menit ke-70 lewat aksi satu sentuhan dari pemain tengah mereka, Ryuji Bamba, yang mengirimkan bola ke dalam kotak penalti dan memanfaatkan kekosongan di lini pertahanan Persija.
Usaha terakhir Persija pada menit-menit akhir tidak membuahkan hasil. Walaupun melakukan beberapa peluang, termasuk tendangan bebas yang dilancarkan Simic pada menit ke-85, penjaga gawang Bhayangkara, Dimas Galih, menunjukkan refleks yang memadai dan menahan setiap serangan. Akhirnya peluit panjang menandai kemenangan 3-2 bagi Bhayangkara, sementara Persija harus menerima kekalahan dan menelan dampak kehilangan Jordi Amat untuk sisa pertandingan selanjutnya.
Reaksi pelatih Mauricio Souza setelah pertandingan sangat tegas. Ia menilai bahwa keputusan kartu merah terhadap Amat tidak proporsional dengan kejadian sebenarnya. “Kami memang melakukan pelanggaran, tapi tidak sampai layak mendapat kartu merah. Keputusan itu merusak strategi kami, terutama pada fase akhir pertandingan,” ujarnya dalam konferensi pers. Souza juga menambahkan bahwa tim harus tetap fokus dan tidak membiarkan keputusan wasit mengganggu mental pemain.
Di sisi lain, pelatih Bhayangkara, Aji Santoso, memuji ketangguhan timnya dalam mengatasi tekanan setelah Persija menyamakan kedudukan. “Kami tetap tenang dan mengeksekusi taktik yang sudah dipersiapkan sejak latihan. Kemenangan ini memberikan motivasi besar untuk pertandingan berikutnya,” katanya.
Kekalahan ini menempatkan Persija pada posisi menengah klasemen dengan poin yang belum cukup untuk bersaing di papan atas. Sementara Bhayangkara, dengan tiga poin tambahan, melaju lebih dekat ke zona klasemen atas. Kedua tim kini harus mempersiapkan diri menghadapi jadwal yang padat, termasuk laga melawan rival tradisional yang dapat mengubah dinamika klasemen.
Berikut rangkuman singkat statistik utama pertandingan:
- Skor akhir: Bhayangkara Presisi 3 – 2 Persija Jakarta
- Pencetak gol Bhayangkara: Alvaro Sosa (12′), Dimas Drajad (48′), Ryuji Bamba (70′)
- Pencetak gol Persija: Michael Olunga (28′), Michael Olunga (61′) (koreksi: gol kedua Olunga pada menit 61, bukan 63)
- Kartu merah: Jordi Amat (35′)
- Penguasaan bola: Bhayangkara 54% – Persija 46%
Dengan hasil ini, sorotan kini beralih pada langkah taktis Mauricio Souza untuk mengatasi absennya Jordi Amat pada laga berikutnya. Beberapa spekulasi mengarah pada penggunaan pemain cadangan yang lebih agresif atau pergeseran formasi menjadi 4-3-3 untuk menambah kecepatan di lini serang. Sementara itu, Bhayangkara akan berusaha mempertahankan momentum positif dan memperkuat pertahanan agar tidak kebobolan lagi.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan betapa pentingnya disiplin dalam menghadapi tekanan kompetisi Liga Indonesia. Keputusan wasit yang kontroversial serta kemampuan tim untuk beradaptasi menjadi faktor penentu dalam menentukan pemenang. Persija harus segera bangkit, memperbaiki kesalahan, dan menyiapkan strategi baru agar dapat kembali bersaing di puncak klasemen.