123Berita – 06 April 2026 | Persija Jakarta kembali pulang ke Kemayoran dengan perasaan kecewa setelah menelan kekalahan 2-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/26. Pertandingan yang digelar di Stadion TNI Stadium, Bandar Lampung, menampilkan intensitas tinggi sejak peluit pertama. Kedua tim sama-sama berambisi meraih tiga poin penting untuk memperbaiki posisi klasemen, namun akhir laga memperlihatkan bagaimana keputusan taktis dan kebijakan transfer dapat mempengaruhi hasil akhir.
Gol pembuka datang lebih dulu di menit ke-23 melalui tendangan terobosan pemain sayap Bhayangkara, yang memanfaatkan celah di lini belakang Persija. Meskipun Persija berusaha bangkit, pertahanan yang dipimpin oleh bek tengah asal Spanyol, Jordi Amat, tampak belum menemukan ritme yang solid. Amat, yang baru bergabung dengan klub pada musim ini, masih beradaptasi dengan gaya permainan tim, terutama dalam mengatasi tekanan tinggi dari lawan.
Pada menit ke-38, Persija berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan tajam dari pemain tengahnya yang menembus kotak penalti. Gol tersebut memberi sinyal bahwa tim asuhan pelatih Fernando Diniz tidak akan menyerah begitu saja. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sesaat. Bhayangkara kembali mengambil alih pertandingan pada menit ke-61 dengan gol balasan yang diciptakan lewat serangan balik cepat, memanfaatkan ruang yang ditinggalkan oleh lini pertahanan Persija yang terlalu maju.
Setelah gol kedua Bhayangkara, sorotan media dan pengamat langsung beralih pada peran Jordi Amat. Beberapa analis mengkritik keputusan pelatih yang menurunkan Amat ke lini tengah, menyatakan bahwa ketidakcocokan taktik menjadi faktor utama kebobolan. Amat sendiri mengaku merasa belum sepenuhnya nyaman dengan peran baru dan berjanji akan meningkatkan kerja sama dengan rekan setim.
- Statistik pertandingan: Persija – 5 tembakan, 2 tepat sasaran; Bhayangkara – 8 tembakan, 3 tepat sasaran.
- Kartu kuning: 3 untuk Persija, 2 untuk Bhayangkara.
- Posisi klasemen setelah pertandingan: Persija turun ke peringkat 7, Bhayangkara naik ke peringkat 5.
Pelatih Fernando Diniz menanggapi kekalahan dengan nada optimis. Dalam konferensi pers pasca laga, ia menekankan pentingnya proses pembelajaran bagi tim, khususnya dalam menyesuaikan taktik defensif ketika menghadapi pemain berpengalaman seperti Amat. Diniz menambahkan bahwa fokus utama ke depan adalah memperbaiki konsistensi pertahanan dan memanfaatkan potensi serangan balik yang dimiliki Persija.
Sementara itu, manajemen Bhayangkara mengapresiasi kerja keras tim dan menilai kemenangan ini sebagai bukti kesiapan mereka untuk bersaing di puncak klasemen. Mereka juga menyoroti peran strategis Jordi Amat, yang meski masih dalam proses adaptasi, mampu memberikan kontribusi penting di lini tengah Bhayangkara pada beberapa pertandingan sebelumnya.
Ke depan, Persija harus segera bangkit menghadapi laga berikutnya melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Karno. Tantangan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk memperbaiki catatan defensif dan menunjukkan bahwa mereka masih layak bersaing di puncak liga. Bagi para pendukung, harapan tetap tinggi bahwa Jordi Amat akan menemukan chemistry yang tepat dengan rekan setimnya, sehingga dapat menjadi batu loncatan bagi kebangkitan tim.