123Berita – 04 April 2026 | Pemerintah Kota Mojokerto mengumumkan keberhasilan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari‑Maret 2026 kepada 14.507 kepala keluarga (KK). Program ini dirancang untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok selama periode menjelang dan sesudah perayaan Lebaran, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan makanan di wilayah kota.
Target bantuan dipilih berdasarkan kriteria ekonomi rumah tangga, tingkat kemiskinan, dan kepadatan penduduk di masing‑masing kelurahan. Tim lapangan yang terdiri atas petugas Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana, serta relawan masyarakat melakukan verifikasi data secara digital dan fisik untuk memastikan tidak ada duplikasi penerima.
Distribusi pertama dilaksanakan pada pertengahan Februari, tepat sebelum Hari Raya Idul Fitri. Bantuan berupa paket beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan pokok lainnya dibagikan melalui posko yang ditempatkan strategis di setiap kecamatan. Dengan pendekatan ini, warga dapat mengambil paket sebelum arus mudik meningkat, mengurangi antrean panjang dan potensi penularan penyakit.
Setelah Lebaran, pada awal Maret, pemerintah kembali melakukan penyaluran bagi KK yang belum menerima atau masih membutuhkan tambahan stok bahan pangan. Penyaluran kedua ini menargetkan 2.345 KK yang mengalami penurunan pendapatan pasca‑musim mudik, sehingga mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarga selama sisa bulan pertama tahun 2026.
Keberhasilan program ini berdampak pada stabilitas harga pasar tradisional dan modern di Mojokerto. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, harga beras jenis premium tidak mengalami kenaikan signifikan selama periode Februari‑Maret, sementara indeks harga konsumen (IHK) tetap berada pada level terendah tahun ini. Hal ini menandakan bahwa bantuan pangan berperan sebagai penyangga terhadap fluktuasi pasar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto, Dr. H. Ahmad Muzakir, S.H., menyatakan, “Program bantuan pangan ini merupakan wujud komitmen pemerintah kota untuk melindungi warga miskin dari guncangan ekonomi, khususnya pada momen lebaran yang biasanya menambah beban biaya hidup. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait agar distribusi selanjutnya lebih tepat sasaran.”
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Ibu Siti Nurhaliza, menambahkan, “Proses verifikasi data kini terintegrasi dengan sistem e‑KPM, sehingga transparansi dan akuntabilitas dapat terjaga. Kami juga melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk mengawasi pelaksanaan agar tidak terjadi penyalahgunaan.”
Berbagai respon positif muncul dari para penerima manfaat. Salah satu kepala keluarga, Bapak Joko Santoso dari Kelurahan Sawahan, mengungkapkan, “Bantuan ini sangat membantu, terutama karena saya kehilangan pekerjaan sementara. Paket makanan yang diberikan cukup untuk keluarga empat orang selama sebulan penuh.” Seorang ibu rumah tangga, Ibu Ani, menambahkan, “Dengan adanya bantuan ini, saya tidak perlu khawatir lagi soal harga beras naik setelah Lebaran. Kami dapat menyiapkan makanan untuk anak‑anak dengan tenang.”
Keseluruhan, penyaluran bantuan pangan di Mojokerto menunjukkan sinergi efektif antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat. Keberhasilan menyalurkan 14.507 KK sebelum dan sesudah Lebaran menjadi contoh praktik baik dalam penanggulangan kemiskinan pangan di tingkat kota. Pemerintah kota berkomitmen melanjutkan program serupa pada periode berikutnya, dengan peningkatan sistem monitoring berbasis teknologi untuk memastikan setiap warga yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan tepat waktu.