Pemkab Kotabaru Giat Panen Raya Jagung Manis di Sebelimbingan, Dorong Ketahanan Pangan Lokal

Pemkab Kotabaru Giat Panen Raya Jagung Manis di Sebelimbingan, Dorong Ketahanan Pangan Lokal
Pemkab Kotabaru Giat Panen Raya Jagung Manis di Sebelimbingan, Dorong Ketahanan Pangan Lokal

123Berita – 06 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Kotabaru menandai langkah penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dengan melaksanakan panen raya perdana jagung manis di kawasan Wisata Kolam Renang, Desa Sebelimbingan. Acara yang berlangsung pada akhir pekan lalu ini tidak hanya menjadi ajang pamer hasil pertanian, melainkan juga simbol komitmen daerah dalam mengoptimalkan lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Panen raya tersebut melibatkan lebih dari 120 petani lokal yang menanam jagung manis selama tiga musim tanam terakhir. Total produksi mencapai sekitar 15.000 kilogram jagung manis, yang kemudian dibagi secara merata ke pasar tradisional, koperasi, serta sebagian disalurkan ke program subsidi pangan bagi warga kurang mampu.

Bacaan Lainnya

“Kita bertekad menjadikan Kotabaru sebagai contoh daerah yang mandiri dalam penyediaan pangan, khususnya jagung manis yang memiliki nilai gizi tinggi,” ujar Bupati Kotabaru, Dr. H. A. D. Syahputra, dalam sambutan resmi pada acara. Ia menambahkan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor pariwisata, sehingga dapat menciptakan sinergi ekonomi yang berkelanjutan.

Desa Sebelimbingan dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki kondisi tanah yang subur dan iklim yang mendukung pertumbuhan jagung manis. Selain itu, kehadiran Wisata Kolam Renang memberikan nilai tambah bagi para petani, karena hasil panen dapat dipamerkan sekaligus menarik wisatawan yang berkunjung.

Berikut beberapa poin penting yang diuraikan dalam rapat koordinasi sebelum panen raya:

  • Penggunaan bibit unggul hasil kerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Padi dan Palawija (Balittra) setempat.
  • Penerapan teknik irigasi tetes yang efisien, mengurangi konsumsi air hingga 30 persen.
  • Pemberian pelatihan manajemen hama terpadu untuk menekan kerugian akibat serangan hama.
  • Penyediaan fasilitas penyimpanan pasca panen yang memadai, menjamin kesegaran dan mutu jagung.

Petani setempat menyambut baik inisiatif tersebut. Salah satu petani, Ibu Siti Nurjanah, menyatakan, “Saya merasa lebih percaya diri menanam jagung manis karena ada dukungan teknis dan finansial dari pemerintah. Hasilnya pun melimpah, sehingga keluarga kami dapat menikmati pendapatan tambahan.”

Tak hanya meningkatkan produksi, panen raya ini juga menjadi wadah edukasi bagi generasi muda. Sekolah menengah setempat mengirimkan siswa untuk belajar langsung tentang proses pertanian modern, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat karir di bidang agrikultur dan mengurangi urbanisasi dini.

Dalam konteks ketahanan pangan nasional, jagung manis menjadi komoditas strategis. Menurut data Kementerian Pertanian, konsumsi jagung di Indonesia meningkat 12 persen dalam lima tahun terakhir, dipicu oleh tren konsumsi sayuran segar dan makanan olahan berbasis jagung. Dengan meningkatkan produksi domestik, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus menstabilkan harga pasar.

Pemkab Kotabaru juga merencanakan ekspansi lahan pertanian jagung ke desa-desa tetangga, dengan target peningkatan produksi sebesar 25 persen dalam dua tahun ke depan. Rencana tersebut mencakup pendirian pusat pelatihan agribisnis, penyediaan kredit mikro khusus pertanian, serta pengembangan jaringan pemasaran digital yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen.

Selain manfaat ekonomi, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial. Dengan meningkatkan pendapatan petani, tingkat kemiskinan di wilayah tersebut dapat ditekan, dan akses masyarakat terhadap pangan bergizi akan lebih terjamin. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya tujuan nomor 2 – mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan gizi.

Kesimpulannya, panen raya jagung manis di Desa Sebelimbingan tidak sekadar perayaan hasil pertanian, melainkan manifestasi nyata dari upaya terkoordinasi antara pemerintah, petani, dan komunitas lokal untuk menciptakan ketahanan pangan yang tangguh. Keberhasilan inisiatif ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan sumber daya agraris, mengintegrasikan sektor pariwisata, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pertanian berkelanjutan.

Pos terkait