123Berita – 05 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Dalam rangka menghormati jasa seorang prajurit yang gugur dalam tugas, Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, memimpin upacara pemakaman Mayor Anumerta Zulmi di Kompleks Pemakaman Nasional Kalibata. Upacara yang dilaksanakan dengan penuh khidmat ini sekaligus menegaskan komitmen negara dalam memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi mereka yang mengorbankan nyawa demi perdamaian dan kedaulatan bangsa.
Mayor Anumerta Zulmi, yang merupakan anggota Korps Infanteri TNI AD, gugur pada operasi keamanan di wilayah Papua pada bulan Januari 2026. Ia tewas dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata yang mengancam stabilitas wilayah tersebut. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sesama prajurit, serta seluruh elemen masyarakat yang mengapresiasi dedikasi TNI dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada kesempatan itu, Panglima TNI menegaskan bahwa negara telah menyiapkan serangkaian hak dan tunjangan bagi prajurit yang gugur dalam tugas, termasuk pensiun bagi keluarga, bantuan pendidikan bagi anak-anak, serta fasilitas perumahan. “Negara tidak akan melupakan pengorbanan para pahlawan. Kami telah menyiapkan hak-hak yang layak bagi keluarga yang ditinggalkan, agar mereka dapat melanjutkan hidup dengan rasa aman dan terjamin,” ujar Jenderal Andika Perkasa dalam sambutan singkatnya.
Acara pemakaman diawali dengan pelekakan bendera, menurunkan bendera setengah tiang, serta pemberian penghormatan militer oleh pasukan guard of honour. Seluruh anggota TNI yang hadir, baik dari Angkatan Darat, Laut, maupun Udara, turut melaksanakan upacara dengan disiplin tinggi. Mayor Anumerta Zulmi kemudian dimakamkan di dalam makam khusus yang dikhususkan bagi pahlawan nasional, lengkap dengan batu nisan berinskripsi nama lengkap, pangkat, serta tanggal pengabdian.
Kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk Menteri Pertahanan, pejabat tinggi pemerintahan, serta perwakilan media, menambah kesan hormat pada upacara tersebut. Beberapa keluarga korban juga menyampaikan rasa terima kasih mereka atas dukungan pemerintah dalam proses pemulangan jenazah dan penyediaan bantuan sosial. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian negara. Kehilangan suami/ayah kami memang tak tergantikan, namun perhatian dan bantuan yang diberikan memberi sedikit ketenangan,” ungkap istri Mayor Zulmi, Siti Nurhaliza, di sela-sela upacara.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen TNI dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keamanan nasional, terutama di daerah rawan konflik. Panglima TNI menekankan bahwa operasi-operasi keamanan akan terus dilakukan dengan prinsip profesionalisme, menghormati hak asasi manusia, serta mengedepankan dialog damai bila memungkinkan. “Kita tidak hanya berperang melawan senjata, tetapi juga melawan ketidakadilan dan ketidakstabilan yang dapat memicu konflik berkepanjangan,” tegasnya.
Upacara berakhir dengan penurunan bendera setengah tiang, menandai akhir penghormatan militer terhadap Mayor Anumerta Zulmi. Meskipun demikian, ingatan akan pengorbanannya tetap hidup di hati setiap warga negara. Pemerintah berjanji akan terus meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarga mereka, serta memperkuat kebijakan keamanan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Kesimpulannya, pemakaman Mayor Anumerta Zulmi yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI mencerminkan komitmen kuat negara dalam menghormati pahlawan yang gugur. Melalui serangkaian hak dan tunjangan yang telah disiapkan, serta penegasan kebijakan keamanan yang berkelanjutan, pemerintah menegaskan bahwa setiap pengorbanan tidak akan pernah dilupakan. Upacara ini juga menjadi pengingat bagi seluruh bangsa akan pentingnya persatuan, kedamaian, dan dedikasi tanpa batas bagi kemajuan Indonesia.