123Berita – 05 April 2026 | Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada Rabu (5/4) menuturkan rasa hormat dan duka mendalam atas kepergian Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, seorang prajurit terbaik yang gugur dalam tugas misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Dalam upacara peringatan yang dihadiri oleh pejabat tinggi TNI, anggota satuan, serta keluarga almarhum, Jenderal Subiyanto menyampaikan sepatah kata yang menggarisbawahi nilai pengabdian, keberanian, dan profesionalisme Zulmi.
“Mayor Zulmi adalah contoh nyata prajurit yang mengedepankan tugas di atas segala kepentingan pribadi,” ujar Jenderal Subiyanto. “Ia menegakkan integritas, ketangguhan, dan semangat juang yang menjadi teladan bagi seluruh anggota TNI. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, namun warisan pengabdiannya akan terus menginspirasi generasi selanjutnya.”
Mayor Zulmi, yang berusia 31 tahun, merupakan lulusan Akademi Militer dan telah menapaki karier militer dengan prestasi gemilang. Selama masa dinas, ia pernah menjabat di satuan infanteri elite, serta aktif dalam berbagai operasi keamanan dalam negeri. Pada tahun 2023, ia ditugaskan sebagai komandan tim UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Lebanon‑Israel.
Penugasan di Lebanon menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Pada 28 Maret 2024, saat melakukan patroli di zona demarkasi, tim Mayor Zulmi menghadapi serangan bersenjata yang menargetkan pos penjagaan. Dalam aksi heroik, Mayor Zulmi berusaha melindungi rekan-rekannya dan berhasil mengalihkan tembakan, namun ia terkena peluru yang mengakibatkan luka fatal.
Pengorbanan tersebut tidak hanya menegaskan dedikasi pribadi Mayor Zulmi, tetapi juga menyoroti peran strategis Indonesia dalam misi perdamaian internasional. Sejak bergabung dengan UNIFIL pada 2006, Indonesia telah menempatkan ribuan tentara sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian regional, dan keberadaan Mayor Zulmi menjadi simbol komitmen tersebut.
Jenderal Subiyanto menambahkan bahwa penghargaan tertinggi “Prajurit Terbaik” diberikan secara khusus kepada Mayor Zulmi oleh Komando TNI sebagai bentuk pengakuan atas jasa-jasanya yang luar biasa. “Penghargaan ini bukan sekadar medali, melainkan simbol rasa hormat seluruh bangsa Indonesia kepada seorang pahlawan yang telah memberikan nyawanya demi perdamaian dunia,” tuturnya.
- Nama lengkap: Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
- Usia: 31 tahun
- Penugasan terakhir: Komandan tim UNIFIL di Lebanon
- Penghargaan: Prajurit Terbaik TNI (2024)
- Tanggal gugur: 28 Maret 2024
Keluarga almarhum, yang hadir dalam upacara, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada institusi militer dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan moral dan material. Ibu Zulmi, yang meneteskan air mata, menyampaikan pesan kepada generasi muda: “Jadilah pribadi yang berani berbakti pada negara, sebagaimana putra kami telah melakukannya.”
Selain upacara resmi, TNI juga menyiapkan serangkaian kegiatan untuk menghormati jasa Mayor Zulmi, antara lain pengadaan monumen peringatan di markas besar TNI, serta pendirian beasiswa militer bagi anak-anak yang berasal dari daerah asalnya di Provinsi Jawa Barat. Program beasiswa ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebangsaan dan menyiapkan kader militer masa depan yang berintegritas.
Peninggalan Mayor Zulmi tidak hanya berupa medali atau penghargaan, melainkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan pengabdian tanpa pamrih yang terus menginspirasi. Di tengah dinamika keamanan global, kisahnya menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang siap mengemban misi internasional dengan profesionalisme tinggi.
Secara keseluruhan, peringatan yang dilakukan oleh Panglima TNI mencerminkan rasa hormat institusi militer terhadap setiap prajurit yang berkorban. Mayor Zulmi Aditya Iskandar, melalui tindakan heroiknya, menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus mempertegas nilai-nilai kebangsaan yang menjadi landasan bagi setiap anggota TNI.
Dengan mengukir jejaknya di medan perang internasional, Mayor Zulmi telah menorehkan sejarah yang akan terus dikenang. Warisannya akan terus hidup dalam hati para prajurit, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia yang menghargai pengorbanan demi keamanan dan kedamaian bersama.