123Berita – 07 April 2026 | NASA kembali menorehkan sejarah penerbangan luar angkasa dengan peluncuran misi Artemis II, yang menandai perjalanan manusia paling jauh dari Bumi sejak era Apollo. Empat astronot terpilih — Reid Wiseman (Komandan), Victor Glover (Pilot), Christina Koch (Mission Specialist), dan Jeremy Hansen (Mission Specialist) — memulai petualangan mengelilingi bulan dan kembali ke planet ini dengan jalur yang menyeberangi Samudra Pasifik. Bagi publik yang ingin menyaksikan momen bersejarah ini secara langsung, NASA menyediakan beberapa kanal streaming yang dapat diakses secara gratis.
Peluncuran Artemis II dijadwalkan pada 1 November 2024 dari Launch Complex 39B, Kennedy Space Center, Florida. Roket Space Launch System (SLS) yang berdaya dorong terbesar dalam sejarah NASA akan membawa Orion, kapsul berawak berukuran besar, menembus atmosfer dan memasuki orbit Bumi sebelum melakukan manuver translunar injection (TLI). Selama fase ini, Orion akan menempuh jarak lebih dari 400.000 km, mencetak rekor jarak terjauh yang pernah dicapai oleh manusia sejak pendaratan di Bulan pada tahun 1972.
Setelah melakukan flyby di sekitar Bulan, kru Artemis II akan melanjutkan perjalanan kembali ke Bumi. Trajektori kembali dipilih sehingga kapsul akan masuk kembali ke atmosfer di atas Samudra Pasifik, wilayah yang telah dipersiapkan secara matang untuk operasi penyelamatan darurat. Seluruh prosedur pendaratan dirancang untuk meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan kru serta memudahkan proses pemulihan setelah misi selesai.
Untuk menonton langsung, NASA menyarankan penonton mengakses salah satu platform berikut:
- NASA TV (saluran resmi NASA yang dapat diakses melalui aplikasi NASA TV atau melalui website NASA)
- YouTube resmi NASA (channel “NASA”) dengan URL https://www.youtube.com/NASA
- Facebook Live NASA (halaman resmi NASA)
- Twitter Spaces (melalui akun resmi @NASA)
- Website resmi Artemis (https://www.nasa.gov/artemis)
Setiap platform menyiarkan video dengan kualitas tinggi, dilengkapi dengan komentar narasumber, analisis teknis, serta grafis interaktif yang menjelaskan fase-fase kritis misi. Penonton juga dapat mengikuti pembaruan real‑time melalui feed media sosial NASA, di mana foto-foto eksklusif dan kutipan langsung dari para astronot akan dibagikan secara berkala.
Artemis II bukan hanya sekadar penerbangan kembali ke Bulan; ia merupakan batu loncatan penting bagi program Artemis yang lebih ambisius, termasuk Artemis III yang direncanakan akan mengirimkan manusia pertama kembali ke permukaan bulan sejak pendaratan Apollo 17 pada tahun 1972. Artemis III akan menjadi misi pertama yang menurunkan astronot ke wilayah lunar selatan, daerah yang belum pernah dijelajahi oleh manusia.
Keberhasilan Artemis II akan menilai kesiapan sistem SLS, Orion, serta prosedur operasi misi berawak yang melibatkan koordinasi lintas agensi internasional. NASA bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA), Badan Antariksa Jepang (JAXA), dan badan antariksa lainnya untuk menyediakan modul layanan, komunikasi, serta dukungan logistik. Selain itu, program ini melibatkan ribuan ilmuwan, insinyur, dan teknisi di lebih dari 50 negara, menegaskan sifat global dari eksplorasi luar angkasa.
Penggemar ruang angkasa dan masyarakat umum di seluruh dunia diharapkan dapat merasakan sensasi menonton momen bersejarah ini melalui layar mereka masing‑masing. Dengan menyiapkan perangkat yang terhubung ke internet, penonton dapat menyaksikan peluncuran, fase translunar, flyby bulan, serta pendaratan kembali ke Bumi tanpa harus berada di lokasi fisik. Ini mencerminkan evolusi cara publik berinteraksi dengan penjelajahan antariksa, di mana akses informasi menjadi lebih terbuka dan inklusif.
Di samping siaran langsung, NASA juga menyediakan materi edukatif yang dapat diunduh, termasuk infografis, diagram orbit, serta panduan belajar tentang teknologi propulsi dan sistem navigasi yang digunakan pada SLS dan Orion. Materi ini ditujukan bagi pelajar, guru, serta komunitas STEM yang ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang misi Artemis.
Secara keseluruhan, Artemis II menandai era baru dalam eksplorasi luar angkasa, menggabungkan pencapaian teknis, kolaborasi internasional, dan partisipasi publik melalui platform digital. Bagi mereka yang menantikan pendaratan kembali manusia di bulan, menonton live streaming Artemis II menjadi cara paling langsung untuk merasakan denyut jantung misi ini dan menyaksikan sejarah yang sedang ditulis.
Kesimpulannya, Artemis II tidak hanya memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari Bumi, tetapi juga membuka peluang bagi generasi mendatang untuk berpartisipasi dalam petualangan antariksa. Dengan menyiapkan akses streaming yang mudah, NASA memastikan setiap orang dapat menjadi saksi dari langkah berani umat manusia menembus batas baru di luar angkasa.