123Berita – 09 April 2026 | Program Badan Gizi Nasional (BGN) yang menargetkan 25 ribu motor listrik untuk inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan pertanyaan penting terkait kinerja baterai kendaraan tersebut. Meski konsep motor listrik ini menjanjikan pengurangan emisi dan biaya operasional, ukuran baterai yang relatif kecil memicu kekhawatiran tentang jarak tempuh harian yang dapat dicapai.
Dalam konteks program MBG, setiap motor ditujukan untuk mengangkut paket makanan bergizi ke rumah-rumah warga yang berada di zona perkotaan maupun pinggiran kota. Rata-rata jarak tempuh harian yang diperlukan diperkirakan antara 30 hingga 40 kilometer, mengingat rute distribusi yang berulang dan titik penjemputan yang terpusat. Oleh karena itu, secara matematis baterai 1,2 kWh masih dapat mencukupi kebutuhan operasional, asalkan pengisian ulang dilakukan secara teratur pada akhir hari kerja.
Namun, faktor eksternal seperti kondisi lalu lintas, topografi jalan, dan beban muatan dapat mempengaruhi konsumsi energi. Jalan menanjak atau padat kendaraan akan meningkatkan beban kerja motor, sehingga menurunkan efisiensi baterai. Selain itu, suhu lingkungan yang ekstrem, terutama di wilayah tropis Indonesia, dapat memperpendek umur dan kapasitas baterai secara temporer.
Untuk mengoptimalkan penggunaan baterai kecil, BGN telah merencanakan beberapa langkah strategis:
- Pengisian kembali di titik pusat: Setiap unit motor akan kembali ke gudang atau depot pada sore hari untuk mengisi baterai menggunakan charger berdaya tinggi, memastikan kesiapan untuk operasi keesokan harinya.
- Pemeliharaan berkala: Tim teknis akan melakukan inspeksi rutin terhadap kondisi baterai, termasuk pemeriksaan suhu, tegangan, dan tingkat degradasi sel.
- Rute efisien: Algoritma penentuan rute akan diprogram untuk meminimalkan jarak tempuh dan menghindari jalan yang menanjak atau macet berlebih.
Selain itu, BGN mempertimbangkan penggunaan baterai sekunder (swap battery) pada kendaraan yang mengalami keausan lebih cepat. Sistem pertukaran baterai dapat mengurangi waktu henti dan memperpanjang usia operasional armada.
Jika dilihat dari perspektif ekonomi, motor listrik dengan baterai kecil menawarkan biaya akuisisi yang lebih rendah dibandingkan model dengan baterai berkapasitas tinggi. Hal ini sejalan dengan tujuan BGN untuk menyebarkan motor secara massal tanpa menimbulkan beban finansial yang berat bagi pemerintah maupun mitra pendukung. Selanjutnya, biaya listrik per kilometer jauh lebih murah daripada bahan bakar fosil, sehingga total cost of ownership (TCO) tetap kompetitif.
Di sisi lain, skeptisisme publik masih muncul. Beberapa pengamat otomotif menilai bahwa ketergantungan pada pengisian harian dapat menjadi kendala logistik, terutama di wilayah dengan infrastruktur listrik yang belum merata. Mereka menyarankan agar BGN menyiapkan alternatif, misalnya penggunaan generator tenaga surya di depot atau penyediaan stasiun pengisian cepat di lokasi strategis.
Penting juga untuk menyoroti dampak lingkungan. Motor listrik MBG diharapkan dapat mengurangi emisi CO₂ secara signifikan bila dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi makanan di daerah terpencil. Pengurangan polusi udara ini sejalan dengan agenda nasional untuk mencapai target emisi netral pada tahun 2060.
Secara keseluruhan, meskipun baterai berkapasitas kecil menimbulkan batasan teknis, perencanaan operasional yang matang dapat menjadikan motor listrik MBG sebagai solusi yang layak untuk program distribusi makanan bergizi. Keberhasilan implementasi akan sangat bergantung pada disiplin pengisian, pemeliharaan baterai, serta adaptasi rute yang optimal.
Kesimpulannya, motor listrik MBG dengan baterai kecil memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan operasional harian selama dukungan infrastruktur pengisian dan manajemen rute diterapkan secara konsisten. Dengan biaya akuisisi yang lebih rendah, dampak lingkungan yang positif, dan strategi pemeliharaan yang tepat, program ini dapat menjadi model percontohan bagi inisiatif serupa di masa depan.