Minum Oli Tak Tingkatkan Stamina, Dokter Ungkap Risiko Kesehatan Serius

123Berita – 09 April 2026 | Ruang praktik dokter Dicky Budiman dipenuhi pertanyaan seputar klaim yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial: apakah menelan oli mesin dapat meningkatkan stamina? Dokter spesialis penyakit dalam ini menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak hanya tidak berdasar, melainkan sangat menyesatkan dan berpotensi menimbulkan bahaya kesehatan massal.

Berbagai rumor yang beredar menyebutkan bahwa oli mengandung “energi” yang dapat memperkuat otot dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Dicky Budiman menekankan bahwa stamina manusia dipengaruhi oleh pola makan seimbang, istirahat yang cukup, serta rutinitas olahraga teratur. Mengonsumsi bahan kimia berbahaya tidak akan menggantikan kebutuhan dasar tersebut.

Bacaan Lainnya

Berikut ini beberapa dampak kesehatan yang dapat timbul jika seseorang mengonsumsi oli mesin secara sengaja atau tidak sengaja:

  • Iritasi Saluran Pencernaan: Oli dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan nyeri perut karena sifatnya yang korosif pada jaringan mukosa.
  • Keracunan Sistemik: Zat logam berat dan aditif kimia pada oli dapat diserap ke dalam aliran darah, berpotensi merusak hati, ginjal, dan sistem saraf pusat.
  • Gangguan Pernapasan: Jika oli terhirup bersama asap atau partikel, dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia kimia.
  • Reaksi Alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi berat, termasuk anafilaksis, setelah kontak langsung dengan oli.

Risiko tersebut tidak hanya terbatas pada individu yang secara sadar meminum oli, melainkan juga dapat terjadi pada anak-anak yang secara tidak sengaja mengonsumsi cairan berwarna gelap atau bau khas dari minyak pelumas. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyimpan semua produk kimia rumah tangga, termasuk oli, di tempat yang aman dan tidak dapat dijangkau.

Selain risiko fisik, penyebaran mitos semacam ini dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. Misalnya, munculnya produk “suplementasi” palsu yang mengklaim mengandung oli sebagai bahan utama untuk meningkatkan stamina. Produk-produk tersebut biasanya tidak terdaftar di badan pengawas obat dan makanan, sehingga tidak ada jaminan keamanan atau kualitasnya. Konsumen yang terjebak dapat mengalami keracunan massal, memperberat beban layanan kesehatan.

Dokter Dicky Budiman juga menyoroti pentingnya literasi kesehatan dalam era digital. “Masyarakat perlu belajar memilah informasi yang masuk, terutama yang bersumber dari media sosial. Klaim‑klaim yang tidak didukung data ilmiah sebaiknya dipertanyakan kepada tenaga medis profesional,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya mengonsumsi produk non‑makanan, termasuk oli, sebagai “suplemen”. Peringatan tersebut menekankan bahwa pelanggaran dapat dikenai sanksi hukum, terutama jika menimbulkan kerugian kesehatan publik.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengawasi dan menyimpan semua bahan kimia rumah tangga di tempat terkunci.
  2. Mendidik keluarga, terutama anak-anak, tentang bahaya mengonsumsi zat bukan makanan.
  3. Mengikuti program edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas atau lembaga non‑profit.
  4. Selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker bila menemukan klaim kesehatan yang mencurigakan.

Dengan menegaskan fakta ilmiah dan menolak mitos berbahaya, Dicky Budiman berharap masyarakat dapat kembali pada pola hidup sehat yang terbukti efektif: makan bergizi, tidur cukup, dan berolahraga secara teratur. Menolak godaan “solusi instan” yang tidak berlandaskan ilmu pengetahuan menjadi langkah penting dalam melindungi kesehatan publik.

Kesimpulannya, minum oli bukanlah cara yang aman atau efektif untuk meningkatkan stamina. Sebaliknya, praktik tersebut dapat mengancam kesehatan individu dan menimbulkan beban tambahan bagi sistem layanan kesehatan. Edukasi, regulasi, dan kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam memerangi hoaks kesehatan semacam ini.

Pos terkait