123Berita – 05 April 2026 | JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Satgas Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat, Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang pada hari Senin, 15 April 2024. Kunjungan tersebut bertujuan memimpin langsung percepatan pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut sejak akhir Maret 2024.
Beberapa minggu terakhir, Aceh Tamiang dilanda hujan lebat yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lebih dari 3.500 rumah terdampak, 1.200 keluarga kehilangan tempat tinggal, serta 27 orang dilaporkan meninggal dunia. Infrastruktur penting seperti jalan utama, jembatan, dan jaringan listrik juga mengalami kerusakan berat, menghambat mobilisasi bantuan dan akses masyarakat ke layanan dasar.
Dalam menanggapi situasi tersebut, pemerintah pusat membentuk Satgas PRR yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. Satgas ini bertugas menyelaraskan upaya rehabilitasi, memfasilitasi distribusi bantuan, serta merancang program rekonstruksi jangka panjang. Sejak pembentukan satgas, tim gabungan yang terdiri dari aparat TNI, Polri, BNPB, serta perwakilan lembaga sosial telah menyalurkan bantuan darurat ke wilayah terdampak.
Pada kunjungan kali ini, Tito Karnavian tiba di Bandara Malikus Saleh, Aceh Tamiang, dan langsung diarahkan ke Balai Pemerintahan Kabupaten. Di sana, ia bertemu dengan Bupati Aceh Tamiang, H. Taufik Hidayat, serta perwakilan kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan LSM. Diskusi difokuskan pada evaluasi kerusakan, penentuan prioritas bantuan, serta strategi percepatan rekonstruksi infrastruktur kritis.
“Kami berada di sini tidak hanya untuk meninjau kerusakan, melainkan untuk memastikan setiap keluarga yang kehilangan harta benda dapat kembali berdiri. Pemerintah pusat berkomitmen menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan mempercepat proses rehabilitasi,” ujar Tito Karnavian dalam sambutan singkatnya.
Bupati Taufik menambahkan, “Kehadiran Bapak Menteri sangat berarti bagi warga Aceh Tamiang. Kami sudah menyiapkan data terperinci mengenai kebutuhan masing‑masing desa, sehingga bantuan dapat segera didistribusikan tanpa penundaan.”
Selama kunjungan, tim Mendagri meninjau beberapa titik distribusi bantuan yang telah dibuka, termasuk pos bantuan di Kecamatan Kuala Simpang, Lhokseumawe, dan Birem Bayeun. Bantuan yang disalurkan meliputi paket makanan pokok (beras, minyak goreng, gula), air bersih dalam kemasan, obat-obatan dasar, serta perlengkapan tidur darurat seperti matras dan selimut.
Berikut adalah rincian bantuan kemanusiaan yang disalurkan selama fase awal pemulihan:
- Paket sembako 5 kg untuk 3.200 keluarga.
- Air minum kemasan 19 liter sebanyak 10.000 unit.
- Obat-obatan dasar (paracetamol, anti‑diare, antibiotik) untuk 1.500 orang.
- Perlengkapan tidur darurat (matras, selimut) untuk 2.000 kepala keluarga.
- Kits kebersihan pribadi (sabun, sikat gigi, hand sanitizer) untuk 3.500 orang.
Selain distribusi bantuan, tim Satgas PRR juga menyampaikan rencana kerja jangka menengah. Pembangunan kembali jalan utama yang rusak diperkirakan selesai dalam tiga bulan ke depan, sementara perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi akan difokuskan pada daerah‑daerah terpencil yang masih belum terhubung. Program pemulihan mata pencaharian, termasuk pelatihan pertanian berkelanjutan dan bantuan modal usaha mikro, juga akan diluncurkan pada kuartal kedua 2024.
Kerjasama lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya ini. TNI dan Polri membantu mengamankan zona distribusi, mengangkut bantuan dengan truk lapis baja, serta menyediakan tenaga kerja untuk membersihkan puing‑puing. Lembaga non‑pemerintah seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yayasan Kesehatan Aceh turut mengirimkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban.
Adapun tantangan yang masih harus dihadapi meliputi akses ke daerah‑daerah yang masih terputus jalan, serta kebutuhan akan air bersih yang berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama Satgas PRR berupaya mempercepat pembangunan jembatan darurat dan instalasi pompa air portable guna mengurangi ketergantungan pada sumber air yang terkontaminasi.
Dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri, harapan masyarakat Aceh Tamiang untuk mendapatkan bantuan yang cepat, transparan, dan berkelanjutan semakin menguat. Pemerintah pusat menegaskan komitmen penuh untuk tidak meninggalkan daerah yang terdampak, serta memastikan proses rehabilitasi berjalan selaras dengan standar keamanan dan kualitas.
Secara keseluruhan, kunjungan Tito Karnavian menandai langkah penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Penyaluran bantuan kemanusiaan yang terkoordinasi, rencana rekonstruksi infrastruktur, serta upaya revitalisasi ekonomi lokal diharapkan dapat mengembalikan kondisi normal bagi warga dalam waktu singkat.