123Berita – 05 April 2026 | Pelatih kepala Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan penjelasan lengkap mengenai kondisi fisik dan kebugaran pemain-pemainnya setelah melaksanakan tugas di tim nasional Indonesia. Menurut Souza, mayoritas pemain asuhannya kembali dalam keadaan prima, siap menghadapi kompetisi Liga 1 yang semakin ketat. Namun, ada satu nama yang menimbulkan kekhawatiran, yaitu gelandang muda Dony Tri, yang menunjukkan gejala kelelahan dan membutuhkan penanganan khusus.
Setelah dua pertandingan internasional melawan lawan tangguh, para pemain Persija yang terpilih menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia melakukan perjalanan kembali ke Jakarta pada akhir pekan lalu. Souza menegaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara intensif, meliputi monitoring kebugaran, terapi pemulihan otot, dan penyesuaian beban latihan. “Kami selalu memantau setiap pemain secara individual. Kebanyakan dari mereka kembali dalam kondisi baik, tidak ada keluhan signifikan,” ujar Souza dalam konferensi pers yang diadakan di markas klub.
Namun, dalam evaluasi tersebut, Dony Tri menjadi fokus utama. Pemain berusia 22 tahun ini tampil impresif pada laga internasional, namun setelah kembali, ia mengeluhkan rasa lelah yang berlebihan dan nyeri pada otot paha kanan. Souza menyampaikan bahwa tim medis Persija telah melakukan serangkaian tes, termasuk pemeriksaan MRI, untuk memastikan tidak ada cedera serius. “Saat ini kami masih menunggu hasil akhir, tapi indikasinya menunjukkan adanya ketegangan otot yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Masalah kebugaran Dony Tri ini menimbulkan kegelisahan di kalangan manajemen Persija, mengingat peran pentingnya sebagai gelandang bertahan yang menjadi tulang punggung lini tengah. Jika pemain ini absen dalam beberapa pertandingan mendatang, strategi taktis tim harus mengalami penyesuaian. Souza menambahkan, “Kami memiliki beberapa opsi cadangan yang siap mengisi peran Dony, tetapi tentu saja kami berharap ia dapat segera pulih dan kembali berkontribusi pada tim.”
Selain Dony Tri, Souza juga menyoroti performa positif beberapa pemain lain yang kembali dari timnas. Gelandang veteran, Marko Simic, disebut-sebut memiliki stamina yang lebih baik setelah menghabiskan waktu di pelatihan internasional. Penyerang depan, Marko Sako, juga melaporkan peningkatan kecepatan dan koordinasi dalam menyerang. “Pengalaman internasional memberikan tambahan mental dan fisik yang berharga bagi pemain kami,” kata Souza.
Pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa kebugaran tim Persija secara keseluruhan tetap berada pada level yang kompetitif. Tim medis klub melaporkan bahwa semua pemain telah menjalani program pemulihan yang mencakup fisioterapi, pemijatan, serta penggunaan teknologi pemantauan detak jantung. Souza menekankan pentingnya koordinasi antara staf medis timnas dan klub untuk menghindari overtraining yang dapat berujung pada cedera jangka panjang.
Berita ini datang tepat menjelang Persija akan menjajal laga penting melawan rival tradisional, Persib Bandung, di pekan ke-12 Liga 1. Menurut Souza, situasi kebugaran yang stabil akan menjadi kunci utama dalam meraih tiga poin penting. “Kami tidak ingin mengorbankan kualitas permainan demi menurunkan pemain yang belum fit sepenuhnya. Namun, kami juga tidak ingin kehilangan momentum yang telah kami bangun,” ujarnya.
Selain itu, Souza menyinggung tentang kebijakan klub terkait penanganan pemain yang terlibat dalam kompetisi internasional. Ia menegaskan bahwa Persija memiliki prosedur standar yang meliputi evaluasi medis sebelum dan sesudah bertanding di tingkat internasional. “Kami selalu menyiapkan rencana kontinjensi untuk mengantisipasi situasi tak terduga,” tambahnya. Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko cedera dan menjaga kualitas skuad utama selama musim berjalan.
Para penggemar Persija yang menantikan kabar terbaru tentang Dony Tri menyambut pernyataan Souza dengan campuran harapan dan kecemasan. Beberapa forum online bahkan mengadakan polling untuk menilai seberapa besar dampak ketidakhadiran Dony pada performa tim. Meskipun demikian, mayoritas pendukung menaruh kepercayaan pada tim medis klub yang telah terbukti kompeten dalam menangani kasus serupa sebelumnya.
Dengan situasi kebugaran yang mayoritas positif dan penanganan khusus untuk Dony Tri, Persija tampak siap menghadapi tantangan selanjutnya dalam kompetisi domestik. Souza menutup konferensi dengan menekankan bahwa fokus utama tetap pada persiapan taktis dan mental, serta memastikan setiap pemain berada dalam kondisi optimal pada hari pertandingan.
Kesimpulannya, meski Dony Tri menjadi sorotan utama karena kondisi yang masih dipertanyakan, pelatih Mauricio Souza memastikan bahwa seluruh skuad Persija berada dalam kondisi baik dan siap bersaing. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi antara tim medis klub dan tim nasional menjadi faktor penentu dalam menjaga performa tim selama sisa musim.





