123Berita – 30 Mei 2026 | Tokoh adat perempuan Suku Marind-Anim dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, baru-baru ini mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan film 'Pesta Babi'.
Di dalam film tersebut, digambarkan beberapa adegan yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai dan tradisi masyarakat adat Suku Marind-Anim. Mama Sinta khawatir bahwa film tersebut dapat memicu ketidaknyamanan dan kesalahpahaman tentang masyarakat adat di Papua.
Sebelum melaporkan ke Polda Metro Jaya, Mama Sinta telah melakukan beberapa upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai. Namun, karena tidak ada tanggapan yang memuaskan dari pihak terkait, Mama Sinta memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.
Pelaporan Mama Sinta ke Polda Metro Jaya ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati hak-hak masyarakat adat dan melestarikan budaya tradisional.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat adat di Papua telah mengalami berbagai tantangan dan ancaman, termasuk kehilangan lahan adat, marginalisasi, dan stigmatisasi. Oleh karena itu, upaya Mama Sinta untuk melindungi hak-hak masyarakat adat dan melestarikan budaya tradisional sangat penting dan patut diapresiasi.
Di akhir, upaya Mama Sinta ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat adat di Papua dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati dan melestarikan budaya tradisional.





