123Berita – 10 April 2026 | Desa Kandangan, Kabupaten Ngawi – Pada Senin (9 April 2026) sebuah insiden tragis mengguncang Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) setempat ketika sebuah ketel pengering meledak secara mendadak. Ledakan tersebut mengakibatkan dua orang karyawan SPPG mengalami luka bakar serius, sementara beberapa saksi mata melaporkan kepulan asap tebal yang menyebar cepat di area kerja.
Tim medis yang dikerahkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi segera memberikan pertolongan pertama di tempat. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ngawi dengan ambulans. Di rumah sakit, dokter mengonfirmasi bahwa Budi mengalami luka bakar derajat dua pada lengan kanan dan punggung, sementara Rina menderita luka bakar derajat tiga pada lengan kiri dan bagian depan dada. Kedua korban kini berada dalam perawatan intensif dan diperkirakan memerlukan waktu pemulihan yang lama.
Petugas kepolisian setempat, yang dipimpin oleh Kapolres Ngawi, Irwan Hidayat, langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Sementara penyelidikan awal masih berlangsung, indikasi pertama menunjukkan adanya kegagalan pada komponen pemanas ketel yang menyebabkan tekanan berlebih dan akhirnya pecah. “Kami akan menelusuri riwayat perawatan mesin, serta memastikan apakah prosedur operasional standar (SOP) telah dipatuhi,” ujar Irwan dalam konferensi pers singkat di kantor polisi.
Manajemen SPPG Ngawi, yang diwakili oleh Kepala Unit, Siti Nurhaliza, menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian ini. “Keselamatan pekerja adalah prioritas utama kami. Kami akan melakukan audit menyeluruh terhadap semua peralatan dapur, serta meningkatkan pelatihan keamanan kerja bagi seluruh staf,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa semua kegiatan produksi sementara ini ditunda hingga hasil investigasi selesai.
- Waktu kejadian: 09 April 2026, 08:45 WIB
- Lokasi: SPPG Desa Kandangan, Kabupaten Ngawi
- Korban: Budi Santoso (32 tahun) – luka bakar derajat dua; Rina Wijayanti (28 tahun) – luka bakar derajat tiga
- Penyebab sementara: kegagalan komponen pemanas ketel pengering
- Tindakan: Evakuasi, pertolongan pertama, perawatan intensif, investigasi kepolisian, audit internal
Para pekerja lain yang berada di sekitar area kejadian melaporkan rasa panik dan kebingungan. “Saya sempat terjatuh karena terkejut, namun beruntung tidak terkena api. Kami semua berdoa agar rekan kami cepat pulih,” kata salah satu rekan kerja yang tidak mau disebutkan namanya.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden kerja yang menimpa sektor layanan publik di Jawa Timur belakangan ini. Beberapa ahli keselamatan kerja menekankan pentingnya pemeriksaan berkala pada peralatan industri, terutama yang melibatkan suhu tinggi. “Mesin pengering harus dilengkapi dengan sensor tekanan dan sistem pemutus otomatis. Jika tidak, risiko kebocoran atau ledakan sangat tinggi,” ujar Dr. Andi Prasetyo, pakar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dari Universitas Negeri Surabaya.
Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Tenaga Kerja berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap standar operasional di semua unit layanan publik. “Kami akan mengadakan workshop wajib tentang prosedur darurat dan penggunaan alat pemadam kebakaran bagi semua instansi yang menggunakan peralatan berisiko,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Hadi Pranoto.
Di sisi lain, keluarga korban juga mengungkapkan kekhawatiran mereka. Ibu Budi, Siti Fatimah, menyampaikan harapannya agar pihak berwenang memberikan kompensasi yang layak serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang. “Anak saya sudah berjuang keras untuk menghidupi keluarga. Kami hanya ingin dia kembali sehat,” ujarnya dengan suara bergetar.
Sejauh ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang kemungkinan kelalaian atau sabotase. Namun, mereka menegaskan bahwa semua bukti fisik, termasuk sisa-sisa ketel, akan dikirim ke laboratorium forensik untuk analisis lebih lanjut.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi semua lembaga yang mengoperasikan peralatan industri di lingkungan kerja yang padat. Penegakan standar keselamatan, pelatihan rutin, dan pemeliharaan berkala menjadi kunci utama untuk mencegah tragedi serupa.
Dengan harapan bahwa kedua korban dapat pulih sepenuhnya, SPPG Ngawi berkomitmen untuk memperbaiki prosedur kerja, memperketat pengawasan, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di antara seluruh karyawan. Masyarakat diharapkan memberikan dukungan moral serta mengawasi pelaksanaan langkah-langkah perbaikan yang akan diambil.