123Berita – 08 April 2026 | Barcelona kembali bersiap menyambut laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atlético Madrid di Spotify Camp Nou pada Kamis 9 April 2026 dini hari WIB. Pertandingan ini bukan sekadar konfrontasi dua raksasa Spanyol, melainkan ujian berat bagi sang pelatih Hansi Flick untuk mengatasi sejarah kelam Barcelona di panggung Eropa ketika berhadapan dengan tim asuhan Diego Simeone.
Setelah menaklukkan Atlético di LALIGA dengan skor 2-1 pada pekan sebelumnya, Barcelona memasuki laga ini dengan kepercayaan diri yang tinggi. Gol penentu kemenangan datang dari Robert Lewandowski, yang kembali menampilkan kualitas striker kelas dunia. Kemenangan tersebut mengokohkan posisi Barca di puncak klasemen La Liga, melesat tujuh poin di atas Real Madrid. Meskipun lini serang kehilangan Raphinha karena cedera, performa bintang muda Lamine Yamal memberikan sentuhan segar yang memperkuat serangan Blaugrana.
Namun, catatan historis melukiskan bayang-bayang gelap bagi Barcelona. Dalam dua pertemuan terakhir di perempat final Liga Champions, tim Diego Simeone berhasil menyingkirkan Barca pada musim 2013/14 dan 2015/16. Secara keseluruhan, dalam empat pertemuan Eropa terakhir, Barcelona hanya meraih satu kemenangan melawan Atlético. Statistik ini menjadi peringatan keras bagi Flick agar tidak menyepelekan tekad dan taktik lawan.
Atlético Madrid datang ke Catalunya dalam kondisi yang tampak kontradiktif. Tim Diego Simeone tengah menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi domestik, namun hal itu justru memaksa mereka memusatkan fokus pada Liga Champions. Posisi mereka yang relatif aman di empat besar La Liga memberi kebebasan bagi Simeone untuk menyalurkan seluruh energi pada kompetisi Eropa, sekaligus mempersiapkan diri untuk laga final Copa del Rey melawan Real Sociedad.
Perjalanan Atlético di fase gugur Liga Champions juga menunjukkan karakter yang tangguh. Pada babak 16 besar, mereka berhasil menyingkirkan Tottenham Hotspur dengan agregat 7-5, menegaskan bahwa Los Colchoneros tetap menjadi lawan yang sulit ditaklukkan. Kemenangan tersebut menambah kepercayaan diri tim dalam menghadapi Barcelona, yang kini berambisi menembus semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2017.
Berikut rekap lima pertemuan terakhir antara kedua klub di kompetisi domestik dan internasional:
- Atlético Madrid 1 – 2 Barcelona (La Liga 2025/26)
- Barcelona 3 – 0 Atlético Madrid (Leg 2 Semifinal Copa del Rey 2025/26)
- Atlético Madrid 4 – 0 Barcelona (Leg 1 Semifinal Copa del Rey 2025/26)
- Barcelona 3 – 1 Atlético Madrid (La Liga 2025/26)
- Atlético Madrid 0 – 1 Barcelona (Leg 2 Semifinal Copa del Rey 2024/25)
Susunan pemain yang diprediksi oleh kedua kubu menambah rasa penasaran. Barcelona kemungkinan menurunkan formasi dengan kiper Garcia, bek Kounde, Cubarsi, Martin, dan Cancelo, serta gelandang Eric Garcia, Pedri, Yamal, Fermin, Rashford, dan penyerang Lewandowski. Sementara itu, Atlético diperkirakan menurunkan Oblak di gawang, lini belakang Llorente, Le Normand, Hancko, dan Ruggeri, serta gelandang Koke, Baena, Simeone, dan penyerang Griezmann, Lookman, serta Alvarez.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Flick kemungkinan akan mengandalkan kecepatan sayap Yamal dan Rashford untuk menembus pertahanan Atlético yang biasanya disiplin namun rentan terhadap serangan cepat. Di sisi lain, Simeone diprediksi akan mengatur permainan dengan pressing tinggi dan transisi cepat, memanfaatkan pengalaman Griezmann serta kreativitas Lookman di lini depan.
Jika Barcelona berhasil mengatasi tekanan dan mengeksekusi peluang dengan efektif, mereka berpeluang melanjutkan dominasi mereka di Liga Champions musim ini. Namun, sejarah yang menjejakkan kutukan pada perempat final melawan Atlético menjadi beban mental yang tidak dapat diabaikan. Hansi Flick harus menyiapkan mentalitas juara, mengelola ekspektasi, serta menyesuaikan taktik secara fleksibel untuk mengantisipasi perubahan situasi di lapangan.
Secara keseluruhan, laga ini menjanjikan pertarungan taktik antara dua pelatih berkarakter kuat. Flick, yang sebelumnya sukses di Bayern München, harus membuktikan bahwa ia mampu mengatasi warisan masa lalu dan mengarahkan Barcelona kembali ke jalur kejayaan Eropa. Sementara itu, Simeone berusaha menegaskan kembali dominasinya atas Barca di kompetisi Eropa, sekaligus menyiapkan timnya untuk menutup musim dengan dua trofi: Liga Champions dan Copa del Rey.
Apapun hasil akhirnya, pertemuan ini akan menambah babak baru dalam saga persaingan antara dua klub ikonik Spanyol, serta menentukan arah perjalanan mereka di sisa musim 2025/26.