Komite Gereja Santa Maria Blok Q Imbau Jemaat Disabilitas dan Lansia Datang Lebih Awal Saat Paskah

123Berita – 04 April 2026 | JAKARTA, 2 April 2024 – Menjelang perayaan Paskah yang akan digelar di Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q, panitia penyelenggara mengeluarkan himbauan khusus kepada jemaat yang tergolong dalam kelompok disabilitas dan lansia. Surat edaran resmi yang dibagikan pada Senin, 1 April, menekankan pentingnya kedatangan lebih awal guna menjamin kenyamanan ibadah sekaligus mengantisipasi kepadatan yang biasanya terjadi pada hari raya keagamaan.

Gereja Santa Maria Blok Q, yang terletak di kawasan perumahan elit Jakarta Selatan, memang dikenal dengan kapasitasnya yang cukup besar, namun tetap memiliki batas maksimal penonton pada hari-hari besar. Pada Paskah 2023, jumlah kehadiran mencapai hampir 1.500 orang, menimbulkan tantangan logistik terutama bagi jemaat dengan kebutuhan khusus. Oleh karena itu, panitia menyiapkan jalur khusus masuk yang lebih dekat ke ruang ibadah utama, serta menambah jumlah relawan yang terlatih dalam membantu mobilitas kursi roda dan pendampingan lansia.

Bacaan Lainnya

Untuk memudahkan koordinasi, panitia menyediakan pendaftaran online melalui situs resmi gereja, di mana jemaat dapat mencantumkan kebutuhan khusus mereka. Data yang terkumpul akan diproses satu hari sebelum acara, sehingga tim logistik dapat menyiapkan area parkir khusus, kursi tambahan, serta fasilitas sanitasi yang ramah disabilitas. Selain itu, tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat akan berjaga di pintu masuk, siap menanggapi situasi darurat yang mungkin terjadi.

Langkah proaktif ini mendapat sambutan positif dari komunitas gereja serta organisasi sosial yang bergerak di bidang disabilitas. Ketua Lembaga Advokasi Disabilitas Nasional, Ibu Siti Marlina, menyatakan, “Kebijakan gereja ini menunjukkan kepedulian yang tulus terhadap inklusivitas dalam ibadah. Kami berharap langkah serupa dapat menjadi contoh bagi institusi keagamaan lain di Indonesia.”

Selain menyiapkan infrastruktur fisik, panitia juga mengedukasi relawan tentang etika dan cara berinteraksi yang sensitif dengan jemaat berusia lanjut dan penyandang disabilitas. Sesi pelatihan yang berlangsung pada minggu lalu mencakup teknik membantu tanpa mengurangi rasa hormat, serta prosedur evakuasi darurat yang memperhatikan mobilitas terbatas. “Kami ingin setiap jemaat merasa aman dan dihargai,” kata Koordinator Relawan, Bapak Dedi Setiawan.

Dengan himbauan ini, diharapkan suasana Paskah di Gereja Santa Maria Blok Q dapat berlangsung lebih tertib, damai, dan inklusif. Panitia mengingatkan semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, termasuk penggunaan masker dan menjaga jarak, meskipun situasi pandemi kini telah mereda. Keseluruhan upaya tersebut bertujuan menciptakan pengalaman rohani yang mendalam tanpa mengorbankan kenyamanan fisik.

Para jemaat yang merencanakan kehadiran pada hari Minggu, 7 April, diimbau untuk menyiapkan diri sejak pagi hari, menghindari kemacetan lalu lintas, serta memanfaatkan transportasi umum atau layanan antar jemaat yang telah disediakan oleh gereja. Dengan demikian, tidak hanya mereka yang mendapat manfaat, tetapi juga seluruh komunitas dapat menikmati perayaan Paskah yang khidmat dan terorganisir dengan baik.

Pada akhirnya, panitia menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan gereja sebagai ruang ibadah yang ramah bagi semua lapisan masyarakat. “Kami percaya bahwa setiap orang, tanpa memandang usia atau kemampuan fisik, berhak merasakan sukacita Paskah secara penuh,” tutup Fr. Anton dengan senyuman. Semua persiapan kini tengah berada pada tahap final, menunggu momen kebangkitan Kristus yang akan dirayakan bersama.

Pos terkait