123Berita – 07 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan langkah strategis baru dengan menetapkan Mitra Strategis Pengelolaan (MSP) untuk meraih sertifikasi PROPER Emas serta penghargaan Green Leadership PROPER. Keputusan ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan kinerja lingkungan di seluruh sektor industri dan pemerintahan, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan pada setiap aktivitas operasional.
PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Lingkungan) merupakan mekanisme evaluasi resmi yang menilai perusahaan, lembaga, dan instansi publik berdasarkan tiga dimensi utama: pengelolaan lingkungan, inovasi sosial, serta kepatuhan operasional terhadap regulasi yang berlaku. Penilaian ini menghasilkan peringkat mulai dari Merah (paling rendah) hingga Emas (paling tinggi). Di samping itu, Green Leadership PROPER menilai kemampuan organisasi dalam memimpin praktek-praktek ramah lingkungan yang dapat dijadikan contoh bagi pihak lain.
Dengan menargetkan PROPER Emas, KLH menuntut MSP untuk mengoptimalkan seluruh siklus hidup produk dan layanan, mulai dari perencanaan, produksi, distribusi, hingga daur ulang. Aspek pengelolaan limbah menjadi fokus utama, termasuk penerapan teknologi bersih, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan. Pada saat yang sama, inovasi sosial diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, misalnya melalui program edukasi lingkungan, peningkatan kapasitas kerja hijau, dan kolaborasi lintas sektor.
“Penetapan target ini bukan sekadar simbolik, melainkan langkah konkret yang menuntut perubahan budaya kerja dan investasi yang signifikan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup, Budi Santoso, dalam konferensi pers di Gedung KLH. “Kami mengharapkan setiap MSP tidak hanya memenuhi standar minimum, tetapi juga berinovasi untuk melampaui ekspektasi, sehingga Indonesia dapat menjadi contoh regional dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.”
Berikut adalah lima pilar utama yang harus dipenuhi oleh MSP untuk memperoleh PROPER Emas dan Green Leadership:
- Pengelolaan Lingkungan Terpadu: Implementasi sistem manajemen lingkungan (SML) yang selaras dengan ISO 14001, pengurangan limbah berbahaya, dan pelaporan transparan.
- Inovasi Teknologi Bersih: Penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, serta adopsi teknologi ramah lingkungan dalam proses produksi.
- Inisiatif Sosial Lingkungan: Program edukasi, pelatihan kerja hijau, serta kemitraan dengan komunitas lokal untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.
- Kepatuhan Regulasi: Mematuhi semua peraturan perundang‑undangan terkait lingkungan, termasuk perizinan, standar emisi, dan pelaporan.
- Transparansi dan Pelaporan: Penyusunan laporan tahunan yang dapat diakses publik, termasuk data emisi, penggunaan sumber daya, dan pencapaian target.
Untuk memfasilitasi proses evaluasi, KLH telah menyiapkan modul pelatihan khusus bagi MSP, mencakup panduan teknis, studi kasus sukses, serta akses ke konsultan lingkungan bersertifikasi. Selain itu, kementerian akan menyediakan insentif fiskal berupa pengurangan pajak dan subsidi energi bersih bagi organisasi yang berhasil memperoleh sertifikasi emas.
Respons positif telah muncul dari sejumlah sektor. Perusahaan energi terbarukan PT Surya Energi melaporkan rencana investasi sebesar Rp 2,5 triliun untuk meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga surya dan mengintegrasikan sistem manajemen limbah elektronik. Di sektor manufaktur, PT Garmen Nusantara menargetkan penurunan intensitas energi sebesar 30% dalam tiga tahun ke depan melalui modernisasi mesin dan penerapan prinsip circular economy.
Pengamat lingkungan, Dr. Siti Rahmawati, menilai kebijakan ini sebagai “langkah progresif yang dapat mempercepat transisi Indonesia ke ekonomi hijau.” Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan bergantung pada konsistensi pelaksanaan, pengawasan yang ketat, dan dukungan politik yang berkelanjutan.
KLH menegaskan bahwa penilaian PROPER akan dilakukan secara periodik, dengan audit independen yang melibatkan lembaga akreditasi internasional. Hasil penilaian akan dipublikasikan secara terbuka di portal resmi kementerian, memberikan transparansi kepada publik dan pemangku kepentingan.
Secara keseluruhan, target MSP untuk meraih PROPER Emas dan Green Leadership PROPER mencerminkan ambisi nasional dalam memperkuat tata kelola lingkungan, mendorong inovasi berkelanjutan, dan menyiapkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat, diharapkan Indonesia dapat menurunkan jejak ekologisnya, meningkatkan kualitas hidup, serta menumbuhkan ekonomi yang lebih resilient dan hijau.





