123Berita – 07 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang lebih adaptif dan kolaboratif melalui serangkaian kegiatan team building yang dilaksanakan pada awal pekan ini. Acara yang dihadiri oleh seluruh pegawai kementerian ini dipimpin langsung oleh Menteri Sosial, Gus Ipul, yang menekankan pentingnya semangat kebersamaan serta nilai gotong royong sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kinerja aparatur negara.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan yang diisi sambutan singkat Gus Ipul. Dalam sambutannya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa perubahan dinamika kerja di era digital menuntut setiap institusi, termasuk Kemensos, untuk terus berinovasi dalam cara kerja sehari-hari. “Kita tidak bisa berpegang pada pola kerja lama yang statis. Budaya kerja baru yang adaptif, responsif, dan kolaboratif harus menjadi landasan kita,” ujar Gus Ipul di hadapan para pegawai yang antusias.
Setelah sambutan, para peserta dibagi ke dalam beberapa tim yang beragam, menggabungkan pegawai dari berbagai unit kerja, jabatan, dan latar belakang. Tujuan utama pembagian tim ini adalah untuk memecah sekat birokrasi internal dan mendorong interaksi lintas fungsi. Selama sesi team building, peserta dihadapkan pada serangkaian tantangan fisik dan mental, mulai dari permainan strategi, simulasi penyelesaian masalah, hingga kegiatan outdoor yang menuntut koordinasi tim yang solid.
Salah satu permainan yang paling menonjol adalah “Jembatan Gotong Royong”, di mana setiap tim harus membangun jembatan sederhana menggunakan bahan terbatas dalam waktu terbatas. Aktivitas ini tidak hanya menguji kreativitas dan kemampuan problem solving, tetapi juga menekankan nilai kerja sama dan kepercayaan antar anggota tim. “Kita belajar bahwa satu orang saja tidak dapat menyelesaikan tugas besar, melainkan melalui sinergi dan saling membantu, hasilnya akan lebih optimal,” ujar salah satu peserta yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
Selain kegiatan fisik, agenda juga mencakup sesi diskusi kelompok yang membahas bagaimana nilai-nilai budaya kerja baru dapat diintegrasikan ke dalam proses kerja harian di Kemensos. Diskusi dipandu oleh tim HRD kementerian, yang menyajikan data internal mengenai produktivitas, kepuasan kerja, dan tingkat turnover pegawai. Hasil survei internal menunjukkan bahwa pegawai yang merasakan kebersamaan tim cenderung memiliki motivasi lebih tinggi dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pencapaian target.
Gus Ipul menambahkan, “Budaya kerja yang adaptif tidak berarti mengabaikan nilai-nilai tradisional kita. Gotong royong tetap menjadi jiwa bangsa, dan kini harus menjadi bagian integral dari cara kita bekerja di kantor. Ketika setiap orang merasa dihargai dan memiliki peran penting, produktivitas akan meningkat secara alami.”
Selama sesi tanya jawab, beberapa pegawai menyoroti tantangan yang dihadapi dalam menerapkan budaya kerja baru, seperti resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya. Gus Ipul menanggapi dengan menekankan pentingnya kepemimpinan yang memberikan contoh, serta dukungan berkelanjutan dari manajemen dalam menyediakan pelatihan dan fasilitas yang memadai. Ia juga menegaskan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa inisiatif ini tidak sekadar menjadi agenda satu kali, melainkan menjadi bagian permanen dalam DNA organisasi.
Acara diakhiri dengan refleksi bersama, di mana tiap tim membagikan pelajaran utama yang mereka peroleh. Banyak yang menekankan pentingnya komunikasi terbuka, kepercayaan, dan rasa saling menghargai dalam menyelesaikan tugas bersama. Sebagai penutup, Gus Ipul mengingatkan seluruh pegawai bahwa keberhasilan budaya kerja baru tidak hanya diukur dari hasil kerja semata, melainkan juga dari bagaimana mereka mampu menumbuhkan rasa solidaritas di tengah perubahan zaman.
Langkah konkret yang akan diambil ke depan meliputi pelatihan soft skill secara berkala, peninjauan kembali struktur tim kerja, serta pemberian penghargaan bagi tim atau individu yang berhasil menerapkan nilai-nilai gotong royong dalam proyek mereka. Kemensos berharap, dengan pendekatan ini, institusi tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih manusiawi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kesimpulannya, inisiatif team building yang dipelopori oleh Gus Ipul menegaskan komitmen Kemensos untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berlandaskan nilai kebersamaan. Dengan menekankan gotong royong dalam konteks modern, diharapkan seluruh pegawai dapat bersatu dalam visi yang sama, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat Indonesia.