123Berita – 07 April 2026 | Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dan adik perempuannya yang berusia 11 tahun meninggal dunia setelah terperangkap di dalam freezer selama lebih dari satu jam pada Sabtu malam, 13 September 2023. Insiden mengerikan ini terjadi di sebuah rumah tinggal di kota Brighton, Inggris, ketika kedua anak itu bermain petak umpet di dalam dapur rumah keluarga mereka.
Tim penyelamat dipanggil setelah orang tua menyadari bahwa suara mereka tidak lagi terdengar dan menemukan pintu freezer terkunci. Upaya membuka pintu dengan cara manual gagal, sehingga petugas pemadam kebakaran menggunakan peralatan pemotong khusus untuk memecah pintu freezer. Proses pemotongan memakan waktu lebih dari 45 menit, selama itu suhu di dalam ruang pendingin diperkirakan turun hingga -18°C, kondisi yang tidak dapat dipertahankan oleh tubuh manusia selama lebih dari beberapa menit.
Setelah pintu berhasil dibuka, tim medis menemukan kedua anak dalam keadaan tidak responsif dengan tanda-tanda hipotermia berat. Meskipun mereka segera dibawa ke rumah sakit terdekat, upaya resusitasi tidak berhasil dan kedua korban dinyatakan meninggal dunia di ruang gawat darurat pada malam harinya.
Polisi Brighton & Hove menyatakan bahwa penyebab utama tragedi ini adalah kegagalan mekanis pada pintu freezer yang secara otomatis mengunci saat suhu menurun, serta kurangnya pengawasan orang tua saat anak-anak bermain di area yang berbahaya. Mereka menegaskan pentingnya edukasi keselamatan rumah tangga, khususnya mengenai peralatan dapur yang dapat menimbulkan risiko fatal bila tidak diawasi.
- Lokasi Kejadian: Rumah pribadi di kawasan Brighton, Inggris.
- Korban: Seorang anak laki-laki (13 tahun) dan seorang anak perempuan (11 tahun), saudara kandung.
- Penyebab: Terkurung di dalam freezer karena pintu otomatis terkunci dan suhu ekstrem.
- Respons Penyelamatan: Tim pemadam kebakaran menggunakan peralatan pemotong khusus, memakan waktu 45 menit.
- Hasil Medis: Kedua anak meninggal karena hipotermia berat.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di media sosial dan komunitas lokal. Banyak netizen mengungkapkan rasa duka serta menyerukan peningkatan standar keamanan pada peralatan rumah tangga. Beberapa ahli keselamatan rumah mengingatkan bahwa freezer modern sering dilengkapi dengan fitur pengunci otomatis untuk menghemat energi, namun fitur tersebut dapat menjadi bahaya bila tidak ada cara mudah untuk membuka pintu secara manual dalam keadaan darurat.
Dr. Amelia Hughes, seorang pakar hipotermia dari University Hospital Southampton, menjelaskan bahwa tubuh manusia mulai mengalami penurunan suhu inti pada suhu di bawah 35°C, dan pada suhu -18°C, kerusakan seluler terjadi dalam hitungan menit. “Jika seseorang terjebak dalam kondisi beku selama lebih dari 15 menit, peluang bertahan hidup secara signifikan menurun,” ujar Dr. Hughes.
Selain itu, pihak otoritas kesehatan Inggris berjanji akan meninjau kembali regulasi keamanan pada peralatan pendingin. Dalam pernyataannya, mereka menekankan perlunya label peringatan yang jelas, serta prosedur darurat yang mudah diakses oleh pengguna, terutama keluarga dengan anak-anak.
Orang tua korban, yang identitasnya belum diungkapkan demi privasi, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Mereka menyesali keputusan untuk mengizinkan anak-anak bermain di area dapur tanpa pengawasan langsung. “Kami tidak pernah membayangkan permainan sederhana akan berakhir dengan tragedi ini,” kata mereka dalam sebuah pernyataan singkat kepada media.
Insiden serupa telah terjadi sebelumnya di negara lain, termasuk kasus di Amerika Serikat pada tahun 2019, di mana seorang anak berusia 5 tahun meninggal setelah terjebak di dalam freezer. Namun, kasus di Brighton menjadi sorotan utama karena melibatkan dua anak sekaligus dan menyoroti potensi bahaya pada peralatan dapur modern.
Para pakar keselamatan rumah menyarankan beberapa langkah preventif yang dapat diambil oleh keluarga: memastikan pintu freezer tidak dapat terkunci secara otomatis, menempatkan alarm suhu, serta mengajarkan anak-anak tentang bahaya area yang tidak boleh dimasuki tanpa pengawasan. Selain itu, penting untuk menyimpan kunci darurat atau alat pemotong ringan di dapur yang dapat digunakan dalam situasi kritis.
Kasus ini juga memicu perdebatan mengenai desain peralatan rumah tangga. Produsen freezer kini didorong untuk memperbaiki mekanisme pengunci, menambahkan tombol pelepas darurat, dan memberikan panduan penggunaan yang lebih jelas. Sejumlah organisasi konsumen di Inggris, termasuk Consumer Rights Watch, menyatakan akan mengajukan petisi kepada pemerintah untuk memperketat standar keselamatan pada peralatan pendingin.
Tragedi ini meninggalkan pelajaran pahit bagi banyak keluarga. Kehilangan dua nyawa muda dalam waktu singkat menegaskan betapa pentingnya kesadaran akan potensi bahaya di lingkungan rumah, terutama bagi anak-anak yang cenderung penasaran dan suka bermain di ruang-ruang yang tidak semestinya.
Semoga peristiwa ini menjadi panggilan bagi pihak berwenang, produsen, dan masyarakat umum untuk memperkuat standar keamanan rumah, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.





