123Berita – 06 April 2026 | Seorang siswi kelas lima dari SDN 01 Sungai Panas, Kota Batam, Kepulauan Riau, mengalami nasib tragis ketika menjadi korban tabrak lari pada siang hari kemarin. Anak perempuan bernama Indah, berusia sekitar sepuluh tahun, sedang melintasi jalan di wilayah Sungai Panas ketika sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi menabraknya dan kemudian melarikan diri.
Indah langsung dilarikan ke RSUD Batam dengan ambulans yang dipanggil oleh warga. Tim medis menyatakan bahwa kondisi korban berada dalam keadaan kritis, dengan luka berat pada bagian tubuh bagian atas dan patah tulang. Dokter yang merawat menyatakan bahwa upaya penyelamatan masih berlangsung, namun prognosisnya masih dipertimbangkan secara hati-hati.
Polisi setempat langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi kendaraan yang terlibat melalui rekaman CCTV yang terpasang di beberapa sudut jalan. Berdasarkan data visual, petugas berhasil melacak nomor polisi kendaraan serta memperkirakan rute pelarian. Pada sore hari yang sama, tim penyidik berhasil menemukan dan menangkap pengemudi yang diduga menjadi pelaku tabrak lari.
Pengemudi, seorang pria berusia sekitar 35 tahun, ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Ia kini berada di tahanan polisi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menegaskan bahwa pelaku akan dikenai pasal yang berlaku terkait tabrak lari dan mengancam hukuman penjara serta denda yang signifikan.
Pihak kepolisian Batam juga mengumumkan bahwa akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, termasuk pemeriksaan teknis dan identifikasi apakah kendaraan tersebut memiliki kelengkapan surat-surat yang sah. Jika terbukti ada pelanggaran administratif, sanksi tambahan dapat dikenakan.
Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat Batam, terutama para orang tua siswa di sekolah-sekolah daerah tersebut. Banyak yang menuntut agar pemerintah daerah meningkatkan fasilitas penyeberangan pejalan kaki, memperbanyak rambu keselamatan, serta meningkatkan patroli kepolisian di area-area rawan kecelakaan. Kelompok orang tua juga mengorganisir aksi solidaritas dengan menyalakan lilin di depan sekolah Indah sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral.
Selain itu, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Batam memberikan pernyataan resmi bahwa mereka akan memberikan bantuan psikologis bagi keluarga korban dan siswa-siswa lain yang mungkin mengalami trauma akibat insiden serupa. LPA menekankan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah serta peran aktif orang tua dalam mengawasi anak saat berada di luar rumah.
Pemerintah Kota Batam merespon dengan berjanji akan meninjau kembali kebijakan penegakan hukum lalu lintas. Gubernur Kepulauan Riau, melalui juru bicara, menegaskan komitmen pemerintah untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas melalui peningkatan infrastruktur, pelatihan pengemudi, serta kampanye edukatif yang melibatkan media sosial dan sekolah.
Kasus tabrak lari yang menimpa Indah menjadi pengingat keras akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan perlindungan bagi pejalan kaki, terutama anak-anak sekolah. Diharapkan proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga, sekaligus menjadi pijakan bagi perbaikan sistem keselamatan jalan di Batam dan sekitarnya.