Kapolda Riau Perintahkan Pemadaman Karhutla Maksimal Hadapi Ancaman Super El Nino 2026

Kapolda Riau Perintahkan Pemadaman Karhutla Maksimal Hadapi Ancaman Super El Nino 2026
Kapolda Riau Perintahkan Pemadaman Karhutla Maksimal Hadapi Ancaman Super El Nino 2026

123Berita – 04 April 2026 | Super El Nino 2026 yang diprediksi akan menurunkan curah hujan secara signifikan di seluruh wilayah Indonesia menimbulkan kekhawatiran serius terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi cuaca yang sangat kering, suhu maksimum yang melampaui 35 °C, serta angin kencang meningkatkan potensi penyebaran api di area hutan tropis, terutama di provinsi Riau yang memiliki hutan lebat dan lahan gambut yang mudah terbakar.

Menanggapi ancaman tersebut, Irjen Polisi (Polri) Herry Heryawan selaku Kapolda Riau turun langsung ke lokasi Karhutla di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis pada Jumat, 3 April 2026. Kunjungan lapangan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bagian dari upaya terkoordinasi untuk menekan laju kebakaran yang semakin meluas. Dalam pertemuan dengan petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, dan aparat Pemadam Kebakaran Daerah, Kapolda menegaskan bahwa setiap kebakaran harus dipadamkan secara maksimal, tanpa mengabaikan wilayah yang dianggap kecil atau terpencil.

Bacaan Lainnya

Irjen Herry menekankan empat pilar utama dalam strategi pemadaman Karhutla selama periode El Nino ini:

  • Koordinasi lintas‑instansi: Mengintegrasikan Polri, Brimob, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPKH), serta TNI dalam satu pusat komando darurat.
  • Penguatan sumber daya: Menambah jumlah personel, kendaraan pemadam, helikopter, serta penyediaan alat pemadam berbasis air dan bahan kimia ramah lingkungan.
  • Pemantauan real‑time: Memanfaatkan satelit, drone, dan sistem GIS untuk mendeteksi titik api secara dini dan memetakan pergerakan asap.
  • Keterlibatan masyarakat: Menggalakkan program pelaporan cepat melalui hotline 112, serta mengedukasi warga desa tentang teknik pencegahan dan pemadaman sederhana.

Instruksi Kapolda juga mencakup langkah preventif sebelum kebakaran terjadi. Petugas akan melakukan patroli intensif di kawasan rawan, terutama area gambut yang berada di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Tim khusus akan menyiapkan garis pertahanan api (firebreak) dengan menebang vegetasi kering pada jarak tertentu dari sumber api potensial. Selain itu, penyuluhan tentang bahaya pembakaran lahan secara terbuka akan digiatkan di balai desa dan pos ronda.

Data historis menunjukkan bahwa tahun-tahun sebelumnya, terutama pada 2020‑2022, terjadi lonjakan Karhutla di Riau yang mengakibatkan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah serta menurunkan kualitas udara hingga level berbahaya (PM2,5 > 150 µg/m³). Pada bulan April 2024, Riau mencatat lebih dari 300 titik kebakaran, sebagian besar di wilayah gambut yang menghasilkan asap tebal dan berbahaya bagi kesehatan warga. Dengan pengalaman tersebut, Kapolda Riau menegaskan bahwa pendekatan yang lebih agresif dan terstruktur diperlukan untuk mengurangi angka kebakaran di masa El Nino mendatang.

Penggunaan teknologi menjadi sorotan utama dalam strategi baru ini. Sistem pemantauan satelit yang terhubung ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memberikan peringatan dini tentang anomali suhu permukaan tanah. Drone yang dilengkapi kamera termal akan diterbangkan pada jam malam untuk mengidentifikasi api yang sulit dijangkau tim darat. Data tersebut akan diolah secara real‑time oleh pusat operasi gabungan (Joint Operations Center) yang berlokasi di kantor Polres Bengkalis.

Masyarakat lokal juga diharapkan menjadi garda terdepan. Kapolda Herry mengajak warga Sekodi dan sekitarnya untuk melaporkan asap atau percikan api melalui nomor darurat 112 atau aplikasi Siaga Bencana yang baru diluncurkan. Selain itu, pos ronda desa akan dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) dan pelatihan penggunaan yang diberikan oleh tim pemadam kebakaran setempat.

Dalam pernyataannya, Irjen Herry menegaskan bahwa “tidak ada ruang untuk toleransi terhadap kebakaran yang dapat memperparah dampak perubahan iklim dan menurunkan kualitas hidup masyarakat”. Ia menambahkan bahwa setiap langkah yang diambil akan dievaluasi secara berkala, dan hasilnya akan dilaporkan kepada Gubernur Riau serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dengan kombinasi tindakan preventif, respons cepat, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Riau dapat menekan angka Karhutla selama fase puncak Super El Nino. Upaya ini tidak hanya penting untuk melindungi ekosistem hutan dan gambut, tetapi juga untuk menjaga kesehatan pernapasan warga serta mengurangi kerugian ekonomi yang biasanya muncul akibat kebakaran hutan.

Kesimpulannya, kepemimpinan Kapolda Riau melalui Irjen Herry Heryawan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi ancaman Super El Nino 2026. Melalui koordinasi lintas‑instansi, pemanfaatan teknologi canggih, serta pemberdayaan masyarakat, strategi pemadaman Karhutla diharapkan dapat dijalankan secara maksimal, sehingga dampak kebakaran dapat diminimalisir dan keamanan lingkungan terjaga.

Pos terkait