123Berita – 07 April 2026 | Ribuan penumpang kereta api yang tengah melaju menuju Purwokerto dan sekitarnya mengalami gangguan serius pada Rabu (5/4/2023) ketika KA Bangunkarta tergelincir di lintasan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Barat. Kejadian tersebut menyebabkan kereta terhenti secara mendadak, menimbulkan kepanikan di antara penumpang, serta memaksa pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan evakuasi massal dengan menggunakan armada bus tambahan.
Setelah kereta terhenti, petugas KAI bersama tim SAR setempat segera turun ke lapangan untuk menilai situasi. Tim teknisi menemukan bahwa penyebab utama tergelincirnya kereta adalah kondisi lintasan yang licin akibat hujan deras yang turun pada malam sebelumnya. Tanah di sekitar rel menjadi basah dan mengurangi cengkeraman roda kereta, sehingga mengakibatkan kereta kehilangan traksi.
Dengan kondisi kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan, petugas memutuskan untuk menurunkan semua penumpang di Stasiun Cirebon sebagai titik evakuasi terdekat. Lebih dari 300 penumpang yang berada di dalam KA Bangunkarta dipindahkan ke sejumlah bus yang sudah disiapkan secara darurat. Proses evakuasi berlangsung secara tertib, meskipun terdapat antrian panjang dan kebingungan di antara penumpang yang harus menunggu giliran naik bus.
Selama proses evakuasi, petugas keamanan dan kesehatan menegakkan protokol keselamatan, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan penyediaan masker bagi penumpang. Bus-bus yang digunakan memiliki kapasitas cukup untuk menampung seluruh penumpang, dan rute evakuasi diarahkan ke Purwokerto melalui jalan raya utama. Perjalanan dengan bus diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam, tergantung pada kondisi lalu lintas.
Pihak KAI segera mengirimkan tim teknisi ke lokasi Bumiayu untuk memperbaiki rel dan memastikan kelayakan jalur sebelum kereta dapat kembali beroperasi. Perbaikan meliputi pembersihan rel, penambahan bahan penahan licin, serta pemeriksaan keseluruhan sistem sinyal dan listrik. Diperkirakan proses perbaikan membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam, namun KAI menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Setelah proses evakuasi selesai, para penumpang yang berhasil mencapai Purwokerto melanjutkan perjalanan mereka menggunakan moda transportasi lain, seperti angkutan kota atau taksi. Beberapa penumpang melaporkan kekecewaan karena jadwal tiba di tujuan menjadi tertunda, namun mereka mengapresiasi respons cepat tim evakuasi yang memastikan keamanan semua orang.
Insiden ini menambah catatan panjang kecelakaan kereta api di Indonesia, sekaligus menjadi peringatan bagi otoritas transportasi untuk meningkatkan pemeliharaan infrastruktur, terutama pada musim hujan. Pemerintah daerah Jawa Barat dan KAI dijanjikan akan melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi lintasan di wilayah tersebut, serta meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi operasi kereta api.
Dengan langkah-langkah perbaikan yang sedang berlangsung, layanan kereta api di jalur Cirebon‑Purwokerto diharapkan dapat kembali normal dalam waktu singkat. Penumpang diimbau untuk memantau informasi jadwal terbaru melalui kanal resmi KAI dan menyiapkan alternatif perjalanan bila diperlukan.