123Berita – 06 April 2026 | Eks kiper Manchester City, Joe Hart, kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan keprihatinannya terhadap performa salah satu bintang Liverpool, Mohamed Salah. Menurut Hart, sang penyerang tampak berada dalam fase menurunnya rasa percaya diri, sebuah kondisi yang berpotensi memengaruhi performa tim secara keseluruhan di kompetisi Liga Inggris.
Hart, yang kini berkarier di klub Brentford, menyampaikan pendapatnya dalam sebuah wawancara santai dengan media setempat. Ia menilai bahwa sejak awal musim ini, Salah tidak lagi menampilkan ketajaman dan keberanian yang biasa ia tunjukkan sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017. “Saya melihat dia agak ragu di area penalti, tidak lagi berani mengambil tembakan keras seperti biasanya,” ujar Hart. “Kepercayaan diri itu penting bagi seorang penyerang, dan kalau itu berkurang, produktivitasnya juga akan terasa.”
Penurunan performa Salah memang menjadi topik perbincangan di kalangan pengamat sepak bola Inggris. Sejak awal kampanye 2023/2024, statistik golnya menurun signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Dalam 12 pertandingan pertama, ia mencetak hanya tiga gol, sementara rata-rata gol per pertandingan pada musim 2022/2023 berada di angka hampir satu gol per laga. Penurunan angka tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi performa sang bintang Mesir.
Berikut beberapa faktor yang diidentifikasi oleh para pengamat, termasuk Hart, sebagai penyebab potensial menurunnya kepercayaan diri Salah:
- Tekanan tinggi dari media dan fans: Salah selalu menjadi sorotan utama, baik karena prestasinya maupun peran pentingnya dalam strategi Jurgen Klopp. Tekanan ini dapat menambah beban mental.
- Kondisi fisik dan kebugaran: Beberapa laporan medis menyebutkan bahwa Salah pernah mengalami cedera otot ringan pada awal musim, yang dapat mengganggu ritme permainan.
- Perubahan taktik tim: Liverpool telah melakukan beberapa penyesuaian taktis, termasuk pergeseran peran sayap kanan ke posisi yang lebih dalam, yang mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh pemain.
- Kualitas pertahanan lawan: Liga Inggris dikenal dengan pertahanan yang fisik dan terorganisir, sehingga peluang mencetak gol menjadi lebih terbatas.
Hart menambahkan bahwa kepercayaan diri seorang striker tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, melainkan juga pada dukungan mental dari rekan setim dan pelatih. Ia menyoroti peran penting Jurgen Klopp dalam menstimulasi kembali semangat Salah. “Klopp adalah sosok yang mampu mengembalikan rasa percaya diri pemainnya. Jika dia berhasil mengatur suasana di ruang ganti, kemungkinan besar Salah akan kembali ke performa terbaiknya,” jelas Hart.
Selain itu, Hart mengingatkan pentingnya peran rekan satu lini, seperti Sadio Mané (meski kini telah pindah ke Bayern) atau taktik serangan yang melibatkan pemain sayap lainnya. “Seorang penyerang butuh pasokan bola yang tepat, dan jika aliran serangan tidak mengalir dengan baik, ia akan merasa terisolasi,” tambahnya.
Reaksi fans Liverpool beragam. Sebagian mengkritik keras performa Salah, menuntut perubahan taktis atau bahkan pergantian pemain. Namun, ada pula kelompok yang tetap mendukung, mengingat kontribusi besar Salah selama beberapa musim terakhir, termasuk pencapaian dua gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions.
Di sisi lain, klub Liverpool belum secara resmi menanggapi pernyataan Hart. Namun, dalam pertemuan internal yang dilaporkan oleh media lokal, Jurgen Klopp menekankan pentingnya menjaga moral pemain. “Kami selalu memantau kondisi mental pemain kami. Jika ada yang merasa terbebani, kami siap memberikan bantuan psikologis dan dukungan penuh,” kata Klopp dalam satu kesempatan.
Secara statistik, Liverpool masih berada di posisi kompetitif di klasemen Liga Inggris, meski tidak sekuat pada awal musim. Penurunan produktivitas Salah berpotensi memengaruhi perolehan poin dalam pertandingan-pertandingan krusial menjelang akhir musim.
Melihat ke depan, para analis memperkirakan bahwa Salah perlu kembali menemukan ritme permainan yang membuatnya menjadi ancaman utama di lini serang. Hal ini dapat dicapai melalui kombinasi pemulihan fisik, penyesuaian taktik, serta dukungan psikologis yang kuat.
Kesimpulannya, pernyataan Joe Hart menyoroti sebuah realitas yang sering terabaikan dalam dunia sepak bola: kepercayaan diri pemain merupakan elemen kunci yang memengaruhi hasil akhir pertandingan. Bagi Liverpool, mengembalikan rasa percaya diri Mohamed Salah bukan hanya menjadi tugas individu, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh staf pelatih, rekan satu tim, serta manajemen klub. Jika berhasil, Liverpool berpeluang kembali menancapkan diri sebagai pesaing utama di puncak Liga Inggris.