123Berita – 05 April 2026 | Sabtu malam, rumah duka di Cimahi dipenuhi suasana duka yang mengharukan ketika jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar tiba setelah menunggu selama beberapa hari. Kedatangan tubuh almarhum menjadi momen penting bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan satu kesatuan yang telah menantikan dengan penuh rasa sakit.
Mayor Zulmi, yang sempat mengabdi selama lebih dari dua dekade di TNI Angkatan Darat, dikenal sebagai sosok yang tegas namun humanis. Selama bertugas, ia pernah memimpin beberapa operasi penting di daerah rawan konflik, sekaligus aktif terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat. Ketenaran dan dedikasinya membuat kepergiannya menjadi berita yang menyentuh hati banyak pihak, terutama di kalangan militer dan warga setempat.
Keluarga terdekat, yang terdiri atas istri, dua anak, serta orang tua, menyambut jenazah dengan haru yang tak terlukiskan. Mereka menunggu sejak awal pekan, berharap proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar tanpa halangan. Penantian panjang tersebut akhirnya terbayar ketika mobil pemakaman resmi memasuki kompleks rumah duka pada pukul 20.30 WIB.
Sesudah proses pemindahan, keluarga melakukan serangkaian ritual tradisional yang meliputi pembacaan doa, tahlilan, dan pembacaan ayat-ayat suci. Seluruh rangkaian tersebut dipandu oleh tokoh agama setempat, yang mengingatkan pentingnya ketabahan dalam menghadapi kehilangan. Di samping itu, rekan-rekan sesama prajurit turut memberikan penghormatan dengan menurunkan bendera setengah tiang dan menyiapkan pelukan simbolis pada saat prosesi pemakaman nanti.
Pihak rumah duka Cimahi, yang telah menyiapkan fasilitas khusus untuk keluarga, memastikan bahwa semua kebutuhan logistik terpenuhi. Mulai dari pendingin jenazah, peralatan kebersihan, hingga ruang tunggu yang nyaman, semua disiapkan untuk memberikan rasa tenang bagi mereka yang berduka. Petugas keamanan juga meningkatkan pengawasan demi menjaga ketertiban, mengingat banyaknya kerumunan yang datang.
Mayor Zulmi Aditya Iskandar meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi pada operasi latihan militer di wilayah pegunungan. Penyebab resmi menyebutkan kecelakaan kendaraan lapis baja yang menimpa kendaraan tempur. Kecelakaan tersebut menelan korban jiwa satu perwira senior dan beberapa anggota lainnya yang berhasil dievakuasi. Keluarga mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim medis yang berusaha menyelamatkan nyawa almarhum secepat mungkin.
Sejumlah pejabat militer dan pemerintah daerah memberikan pernyataan resmi mengenai kepergian sang mayor. Komandan Daerah Militer III (Kodam III) menyampaikan rasa duka mendalam serta menegaskan bahwa pengabdian Mayor Zulmi akan selalu dikenang sebagai contoh keberanian dan integritas. Sementara Gubernur Jawa Barat menambahkan bahwa kontribusi almarhum dalam memperkuat pertahanan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat layak menjadi teladan bagi generasi mendatang.
Di luar lingkup militer, warga Cimahi dan sekitarnya juga ikut merasakan kehilangan. Beberapa tokoh masyarakat menyoroti peran aktif Mayor Zulmi dalam program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu dan kegiatan sosial lain yang dilaksanakan melalui unitnya. “Dia bukan hanya seorang perwira, melainkan juga sahabat bagi banyak keluarga,” ujar salah satu tokoh pemuda setempat.
Rencana pemakaman resmi dijadwalkan pada hari Minggu pagi di pemakaman militer Cimahi. Upacara akan dilaksanakan dengan penuh khidmat, menampilkan prosesi militer, pembacaan doa, serta penurunan bendera setengah tiang. Keluarga berharap agar prosesi tersebut dapat menjadi wujud penghormatan terakhir yang layak bagi sang mayor, sekaligus menjadi pelajaran tentang nilai pengorbanan dan dedikasi.
Selain itu, pihak keluarga berencana mendirikan sebuah monumen sederhana di lingkungan rumah duka sebagai simbol penghormatan abadi. Monumen tersebut akan menampilkan foto-foto perjalanan karier Mayor Zulmi, serta kutipan-kutipan motivasi yang menjadi inspirasi hidupnya. Diharapkan, monumen ini dapat menjadi tempat perenungan bagi generasi muda yang ingin meneladani semangat patriotisme dan kepedulian sosial.
Selama proses pemulangan jenazah, pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan moral, baik melalui doa, kunjungan, maupun bantuan logistik. Mereka menegaskan bahwa rasa kebersamaan inilah yang membantu menguatkan hati mereka dalam menghadapi duka yang mendalam.
Kepergian Mayor Zulmi Aditya Iskandar meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi, namun warisan nilai-nilai keberanian, pengabdian, dan kepedulian sosial tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan seluruh elemen bangsa dapat terus mengingat jasa-jasanya dalam membangun Indonesia yang lebih aman dan berkeadilan.