Jenazah Mayor Anumerta Zulmi Tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung: Penghormatan Terakhir untuk Pahlawan Perdamaian

Jenazah Mayor Anumerta Zulmi Tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung: Penghormatan Terakhir untuk Pahlawan Perdamaian
Jenazah Mayor Anumerta Zulmi Tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung: Penghormatan Terakhir untuk Pahlawan Perdamaian

123Berita – 05 April 2026 | Bandung, Jawa Barat – Pada malam Sabtu, 4 April 2026, Bandara Husein Sastranegara menyambut kedatangan jenazah Mayor Infantri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, seorang perwira TNI Angkatan Darat yang gugur dalam misi penjagaan perdamaian di Lebanon. Kejadian ini menjadi momen bersejarah bagi keluarga, rekan sejawat, dan seluruh bangsa yang menanti prosesi pemakaman sang pahlawan.

Mayor Zulmi, berusia 34 tahun, merupakan anggota Batalyon Infanteri 1 Kostrad yang ditugaskan sebagai bagian dari Kontingen Garuda (Kongresasi Garuda) di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada 22 Maret 2026, ia tewas dalam serangan bersenjata yang menargetkan pos penjagaan di wilayah Bekaa Valley, Lebanon, saat melaksanakan tugas menjaga stabilitas dan melindungi penduduk sipil. Kepergiannya memicu duka mendalam di kalangan militer dan masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Setelah proses repatriasi yang melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut serta Kementerian Pertahanan, jenazah Mayor Zulmi diangkut dengan pesawat militer ke Bandara Husein Sastranegara pada pukul 21.30 WIB. Kedatangan jenazah disambut oleh pejabat pemerintah daerah, perwakilan militer, tokoh agama, serta sejumlah wartawan yang mencatat setiap detik peristiwa.

Sesaat setelah pendaratan, jenazah diletakkan di ruang tunggu khusus bandara yang telah dipersiapkan dengan standar protokol kehormatan militer. Di sana, keluarga dekat, termasuk istri dan kedua anaknya, menunggu dengan harapan dapat memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman. Suasana dipenuhi rasa hormat, dengan pengibaran bendera merah putih setengah tiang dan alunan lagu kebangsaan yang mengiringi setiap langkah.

Pejabat militer yang memimpin upacara menerima jenazah dengan prosedur militer yang baku, meliputi penempatan jas merah pada jenazah, penempelan tanda penghargaan militer, serta pelantikan bendera. Selama prosesi, terdengar suara sanggar merdu dari pasukan musik militer, menambah kesan sakral dan khidmat pada acara.

Setelah serangkaian penghormatan, jenazah Mayor Zulmi akan dibawa ke Rumah Duka TNI di Bandung untuk diserahkan kepada keluarga. Selanjutnya, upacara pemakaman akan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, dengan kehadiran pejabat tinggi negara, perwakilan militer, serta perwakilan lembaga internasional yang turut menghormati jasa-jasanya.

Mayor Zulmi dikenal sebagai perwira yang berdedikasi tinggi, memiliki rekam jejak prestasi dalam pelatihan tempur dan diplomasi militer. Selama penugasannya di Lebanon, ia tidak hanya berperan dalam operasi keamanan, tetapi juga aktif dalam program bantuan kemanusiaan, seperti distribusi bantuan pangan dan perbaikan infrastruktur dasar bagi penduduk setempat.

Rekan-rekan seangkatannya menggambarkan sosok Zulmi sebagai pribadi yang ramah, rendah hati, dan selalu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. “Dia adalah contoh nyata prajurit yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan pengabdian tanpa pamrih,” ujar Letnan Kolonel Rudi Hartono, komandan batalion tempat Zulmi bertugas.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan menegaskan komitmen untuk terus melindungi prajurit yang berbakti di luar negeri. Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mayor Zulmi serta menegaskan bahwa setiap korban misi perdamaian akan dikenang dalam sejarah bangsa. “Pengorbanan mereka adalah warisan yang harus kita jaga dan hargai,” ujar Prabowo dalam konferensi pers virtual.

Sementara itu, masyarakat Bandung yang mengetahui kabar kedatangan jenazah Mayor Zulmi menumpuk di sekitar bandara, menunjukkan rasa solidaritas dan rasa hormat yang mendalam. Sejumlah relawan juga mengatur alur lalu lintas dan memberikan bantuan logistik bagi keluarga yang tengah berduka.

Di media sosial, ribuan netizen memberikan ucapan duka cita serta menyebarkan kutipan kata-kata heroik Mayor Zulmi. Tagar #MayorZulmi dan #PahlawanPerdamaian menjadi trending di platform Twitter dan Instagram, menandakan besarnya kepedulian publik terhadap peristiwa ini.

Keberangkatan jenazah dari Bandung ke Jakarta dijadwalkan pada hari Minggu pagi, dengan diiringi konvoi resmi yang melintasi beberapa kota penting di Jawa Barat. Sepanjang rute, warga diundang untuk memberikan penghormatan dengan menyalakan lilin atau menempelkan bunga di titik-titik yang ditentukan, sebagai bentuk penghormatan kolektif.

Penghormatan terakhir bagi Mayor Anumerta Zulmi tidak hanya menjadi penutup kisah heroik seorang prajurit, melainkan juga mengingatkan bangsa akan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Misi-misi perdamaian yang dijalankan oleh TNI di luar negeri, meski berisiko tinggi, tetap menjadi bukti komitmen negara dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan berakhirnya prosesi pemakaman, keluarga Mayor Zulmi akan menerima dukungan penuh dari pemerintah, termasuk tunjangan pensiun, bantuan psikologis, dan program bantuan pendidikan bagi anak-anaknya. Kementerian Sosial dan Kementerian Pertahanan berjanji akan terus memantau kebutuhan mereka, memastikan tidak ada keluarga pahlawan yang ditinggalkan sendirian.

Secara keseluruhan, kedatangan jenazah Mayor Anumerta Zulmi di Bandara Husein Sastranegara mencerminkan rasa hormat mendalam bangsa Indonesia terhadap pengorbanan prajuritnya. Dari bandara hingga pemakaman, setiap langkah dipenuhi oleh ritual yang mengangkat nilai kebangsaan, solidaritas, dan penghargaan atas jasa-jasanya yang tak ternilai.

Pos terkait