123Berita – 06 April 2026 | Jawa Timur kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam memperluas cakupan imunisasi kejar campak (CUC) demi menekan laju penularan penyakit menular yang dapat mengancam kesehatan anak-anak di wilayah ini. Pemerintah provinsi, melalui Dinas Kesehatan, meluncurkan serangkaian langkah strategis yang menargetkan peningkatan angka vaksinasi pada kelompok usia 9 sampai 24 bulan serta anak-anak yang belum terjaring program rutin.
Berbagai inisiatif telah diimplementasikan sejak awal tahun, antara lain penambahan tim medis keliling, penyediaan vaksin dalam jumlah cukup, serta kolaborasi dengan puskesmas, posyandu, dan lembaga swadaya masyarakat. Tim keliling tersebut dilengkapi dengan fasilitas pendingin vaksin portabel yang menjamin kualitas vaksin tetap terjaga selama perjalanan ke daerah yang sulit dijangkau.
Langkah-langkah utama dalam program CUC Jawa Timur meliputi:
- Pemetaan wilayah prioritas: Mengidentifikasi daerah dengan angka cakupan imunisasi terendah melalui survei lapangan dan data kependudukan.
- Penyediaan tenaga kesehatan tambahan: Menggandeng dokter, perawat, dan bidan sukarelawan untuk mempercepat proses pemberian vaksin.
- Penguatan fasilitas posyandu: Memastikan setiap posyandu memiliki stok vaksin yang memadai serta peralatan pendukung.
- Kampanye edukasi publik: Menyebarkan informasi penting mengenai manfaat vaksinasi melalui media sosial, radio lokal, dan pertemuan komunitas.
- Monitoring dan evaluasi real-time: Menggunakan aplikasi digital untuk melacak progres cakupan imunisasi secara harian.
Selain peningkatan jumlah tenaga kesehatan, pemerintah provinsi juga menambah anggaran khusus untuk pembelian vaksin campak dan perlengkapan logistik. Alokasi dana ini bersumber dari APBD serta dukungan dari pemerintah pusat melalui program Keluarga Harapan (KDH) dan Bencana Nasional.
Dalam upaya memperluas jangkauan, Dinas Kesehatan Jawa Timur bekerja sama dengan organisasi non‑pemerintah (NGO) yang memiliki jaringan luas di daerah pedesaan. Salah satu contoh kolaborasi yang berhasil adalah program “Vaksinasi Keliling” bersama Yayasan Peduli Anak, yang berhasil menjangkau lebih dari 12.000 anak di Kabupaten Pacitan dan Kediri dalam tiga bulan pertama pelaksanaan.
Para orang tua juga dihadapkan pada tantangan logistik dan informasi. Untuk mengatasi hal ini, petugas kesehatan melakukan kunjungan rumah secara proaktif, memberikan penjelasan tentang jadwal imunisasi, serta membantu mengatur jadwal kunjungan ke fasilitas kesehatan terdekat. Upaya ini terbukti meningkatkan tingkat kepatuhan orang tua dalam membawa anak-anak mereka untuk divaksin.
Data sementara menunjukkan peningkatan signifikan pada cakupan imunisasi setelah tiga bulan pertama pelaksanaan intensif CUC. Di beberapa kabupaten, seperti Malang dan Surabaya, tingkat vaksinasi naik dari 73 persen menjadi 86 persen. Peningkatan ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus campak yang selama ini masih menjadi beban kesehatan masyarakat.
Namun, tantangan tetap ada. Beberapa wilayah masih menghadapi hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta keraguan masyarakat terhadap keamanan vaksin. Untuk itu, pemerintah terus memperkuat strategi komunikasi dengan melibatkan tokoh agama, pemuka masyarakat, dan influencer lokal yang dapat menyampaikan pesan positif tentang imunisasi.
Selain itu, Dinas Kesehatan menyiapkan sistem pelaporan yang lebih transparan. Setiap puskesmas wajib mengirimkan laporan harian mengenai jumlah anak yang telah divaksinasi, stok vaksin yang tersedia, serta kendala yang dihadapi. Informasi ini kemudian diolah menjadi dashboard digital yang dapat diakses oleh pejabat daerah dan publik, sehingga meningkatkan akuntabilitas dan kecepatan respon terhadap masalah yang muncul.
Program CUC juga selaras dengan upaya nasional untuk mengendalikan penyebaran campak, yang merupakan salah satu penyakit menular paling berbahaya bagi anak di bawah lima tahun. Dengan menurunkan angka kasus, tidak hanya mengurangi beban pada sistem kesehatan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencerminkan keseriusan dalam menanggulangi penyebaran campak. Kombinasi antara penambahan tenaga kesehatan, peningkatan logistik, serta kampanye edukasi yang menyeluruh diharapkan dapat menutup celah imunisasi, terutama di daerah rawan. Jika target tercapai, Jawa Timur berpotensi menjadi contoh sukses bagi provinsi lain dalam rangka memperkuat ketahanan kesehatan anak di Indonesia.
Ke depan, pemerintah berencana untuk melanjutkan pemantauan intensif, memperluas cakupan program ke daerah yang belum terjangkau, serta terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Upaya bersama antara pemerintah, tenaga medis, organisasi masyarakat, dan orang tua menjadi kunci utama dalam menurunkan angka penularan campak dan memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan terlindungi.