ITDC Gandeng Polairud Perkuat Keamanan Perairan Nusa Dua, Pastikan Kondusivitas Pariwisata Bali

ITDC Gandeng Polairud Perkuat Keamanan Perairan Nusa Dua, Pastikan Kondusivitas Pariwisata Bali
ITDC Gandeng Polairud Perkuat Keamanan Perairan Nusa Dua, Pastikan Kondusivitas Pariwisata Bali

123Berita – 05 April 2026 | PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mengumumkan langkah strategis untuk meningkatkan keamanan perairan di kawasan wisata premium Nusa Dua, Bali. Melalui kerja sama dengan Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polresta Denpasar, ITDC bertekad menegakkan pengawasan yang lebih ketat demi menjaga kelancaran aktivitas pariwisata sekaligus melindungi ekosistem laut setempat.

Kerja sama ini mencakup penempatan unit patroli air berteknologi tinggi, pemantauan real‑time menggunakan sistem radar maritim, serta koordinasi intensif antara petugas ITDC dan Polairud dalam menanggapi setiap insiden pelanggaran hukum di wilayah perairan Nusa Dua. Penambahan armada kapal patroli, drone pengintai, dan perangkat komunikasi berbasis satelit diharapkan dapat memperkecil blind spot yang selama ini menjadi celah bagi aktivitas ilegal, seperti penangkapan ikan tanpa izin, penyelundupan, atau penggunaan bahan peledak di laut.

Bacaan Lainnya

Direktur Operasional ITDC, Budi Santoso, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam konteks destinasi wisata kelas dunia. “Nusa Dua tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan internasional, tetapi juga menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Keamanan perairan adalah fondasi utama untuk menjamin pengalaman berlibur yang aman dan nyaman,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor ITDC, Denpasar, Senin (3 April 2026). Ia menambahkan bahwa investasi dalam teknologi pengawasan merupakan bagian dari program jangka panjang ITDC untuk menstandarisasi prosedur keamanan di seluruh kawasan wisata Indonesia.

Polairud Polresta Denpasar, Kapten Andi Prasetyo, menyampaikan kesiapan timnya untuk memberikan dukungan operasional penuh. “Kami telah melatih personel khusus untuk mengoperasikan peralatan canggih yang akan dipasang di perairan Nusa Dua. Kolaborasi ini memperkuat jaringan pengawasan kami, sehingga respons terhadap potensi ancaman dapat dilakukan dalam hitungan menit,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada komunitas nelayan dan pelaku usaha laut agar memahami regulasi yang berlaku serta berperan aktif dalam menjaga keamanan bersama.

Penguatan pengawasan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah Bali dalam meningkatkan indeks keamanan wisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kejahatan di sektor pariwisata menurun 12 persen pada tahun 2025, namun potensi risiko di perairan masih menjadi perhatian utama. Dengan menambahkan lapisan pengamanan berbasis teknologi, diharapkan angka tersebut dapat terus menurun, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor asing yang tengah menilai stabilitas operasional di wilayah tersebut.

Selain aspek keamanan, inisiatif ini juga menargetkan pelestarian lingkungan laut. ITDC berencana mengintegrasikan sistem pemantauan kualitas air dan keberadaan terumbu karang ke dalam platform pengawasan Polairud. Setiap anomali, seperti peningkatan kadar polutan atau kerusakan terumbu, akan langsung dilaporkan kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali untuk tindakan remediasi cepat. Pendekatan holistik ini menegaskan komitmen bersama antara sektor publik, swasta, dan masyarakat dalam melindungi aset alam yang menjadi daya tarik utama Nusa Dua.

Para pelaku industri pariwisata, termasuk hotel‑hotel bintang lima, operator tur, dan agen perjalanan, menyambut positif langkah tersebut. Seorang manajer hotel internasional di Nusa Dua, Maria Lestari, mengungkapkan, “Kehadiran unit patroli air yang lebih banyak dan terkoordinasi memberikan rasa aman bagi tamu kami. Kami yakin bahwa keamanan perairan yang terjaga akan meningkatkan tingkat kunjungan dan memperpanjang lama tinggal wisatawan,” ujarnya.

Untuk memastikan keberlanjutan program, ITDC dan Polairud merencanakan evaluasi rutin setiap tiga bulan. Laporan kinerja akan mencakup statistik patroli, jumlah intervensi, serta dampak terhadap kepuasan wisatawan yang diukur melalui survei lapangan. Hasil evaluasi akan dipublikasikan secara transparan melalui portal resmi ITDC, memberi kesempatan bagi publik untuk menilai efektivitas kebijakan dan memberikan masukan perbaikan.

Dengan langkah kolaboratif ini, Nusa Dua diharapkan tidak hanya menjadi destinasi liburan yang aman, tetapi juga contoh penerapan keamanan maritim terintegrasi di tingkat nasional. Sinergi antara ITDC dan Polairud menandai era baru dalam pengelolaan kawasan wisata yang mengutamakan keselamatan, keberlanjutan, dan kepuasan pengunjung, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai tujuan wisata yang bertanggung jawab dan modern.

Pos terkait