123Berita – 07 April 2026 | Jakarta – Menyambut momentum Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 serta menatap Piala Dunia FIFA 2026, Indonesia dan Prancis menandatangani kesepakatan strategis di bidang olahraga melalui program Next Goal. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam upaya pengembangan sepak bola perempuan di Indonesia, dengan dukungan finansial dan teknis dari Kedutaan Besar Prancis, Federation Francaise de Football (FFF), serta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama terhadap pemberdayaan pemuda, kesetaraan gender, dan diplomasi olahraga jangka panjang. Sepak bola, sebagai olahraga paling populer di dunia, masih menyimpan kesenjangan signifikan bagi perempuan di banyak negara. Program Next Goal berupaya menutup celah tersebut dengan memperkuat kompetensi teknis, kapasitas kepemimpinan, dan tata kelola institusional bagi pemain, pelatih, dan manajer perempuan.
Inisiatif ini dibangun atas keberhasilan proyek Bola d’Or Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2024 oleh Kedutaan Besar Prancis, Institut Francais d’Indonesie, FFF-French Football Academy, dan French School Jakarta. Bola d’Or Indonesia berfokus pada identifikasi bakat melalui beasiswa, pelatihan elit, dan peluang pendidikan, sehingga menjadi dasar bagi perluasan program Next Goal yang beralih dari deteksi bakat ke pengembangan kapasitas sistemik.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa kemajuan sepak bola tidak hanya diukur dari prestasi timnas, melainkan dari kesempatan setara yang diberikan kepada generasi muda, termasuk perempuan. “Kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis dan Kedutaan Besar Prancis menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan pemain, pelatih, dan tata kelola sepak bola di Indonesia,” ungkapnya.
Program Next Goal dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 500 peserta, serta dampak tidak langsung melalui transfer pengetahuan dan penguatan kelembagaan. Rincian program mencakup tiga pilar utama:
- Pengembangan Pemain: 400 pemain putri usia 7-12 tahun akan berpartisipasi dalam Grassroots Festival, 19 pemain Timnas U-17 Putri akan mengikuti training camp bersama pelatih tim Prancis, serta program penguatan teknis, taktis, dan psikologis lengkap dengan kunjungan budaya ke Prancis.
- Pelatihan untuk Pelatih: 60 pelatih lokal akan mengikuti pelatihan di Indonesia, sementara 5 pelatih Indonesia akan menjalani sesi imersif di Prancis. Fokus diberikan pada pedagogi inklusif, metodologi pelatihan modern, serta perencanaan pengembangan jangka panjang.
- Manajemen Olahraga dan Hukum Olahraga: 25 peserta perempuan di Jakarta akan mempelajari kepemimpinan, manajemen, administrasi, dan tata kelola sepak bola wanita. Materi meliputi struktur kompetisi, pengembangan federasi, dan dialog kelembagaan dengan pemangku kepentingan sepak bola Prancis.
Sebagai bagian dari rangkaian program, Klinik Pelatihan Pemberdayaan Wanita dalam Sepak Bola akan digelar pada 11-12 April 2026 di Lapangan Sidolig, Bandung. Klinik ini dipandu oleh instruktur dari Akademi Sepak Bola Prancis, termasuk Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru, serta melibatkan pemain tamu Indonesia seperti Zahra Muzdalifah, Syafia Chorlienka, Laita Roati, dan bintang Persib Bandung, Layvin Kurzawa.
Selanjutnya, pada 3-9 Mei 2026, kelompok terpilih akan melakukan sesi pelatihan lanjutan di pusat pelatihan nasional FFF di Clairefontaine, serta kunjungan ke kantor FFF dan FIFA di Paris. Kegiatan ini diharapkan memperkuat keunggulan teknis peserta dan menumbuhkan jaringan kerja sama strategis antara kedua negara.
Program ini juga menyiapkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FFF dan Garuda Academy, serta menyusun peta jalan kerja sama olahraga jangka panjang. Target akhir tahun 2026 adalah memperkuat fondasi struktural sepak bola perempuan Indonesia, sehingga timnas dapat bersaing lebih kompetitif di tingkat regional dan internasional.
Dengan sinergi sumber daya, pengalaman, dan visi yang selaras, kemitraan Indonesia‑Prancis melalui Next Goal menjanjikan transformasi signifikan bagi sepak bola perempuan di tanah air. Keberhasilan program ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas teknis dan manajerial, tetapi juga memberi contoh konkret bahwa kesetaraan gender dalam olahraga dapat diwujudkan melalui kerja sama internasional yang berkelanjutan.