IMIP Dorong Kesetaraan Gender: Inisiatif Inklusif untuk Pekerja Perempuan di Morowali

123Berita – 09 April 2026 | Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmen kuatnya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif serta memberikan kesempatan setara bagi seluruh karyawan, termasuk perempuan. Kebijakan ini tidak hanya menjadi bagian dari strategi korporasi, melainkan juga mencerminkan upaya nyata mengatasi kesenjangan gender di sektor industri berat, khususnya produksi nikel yang menjadi tulang punggung kawasan.

Data terbaru dari Departemen Human Resources PT IMIP per 7 Maret 2026 menunjukkan bahwa total tenaga kerja di kawasan tersebut mencapai 90.923 orang. Dari jumlah ini, 7.557 orang atau sekitar 8,31 persen merupakan perempuan, sementara sisanya 83.366 orang (91,69 persen) berjenis kelamin laki‑laki. Angka tersebut menggambarkan peningkatan partisipasi perempuan yang konsisten seiring dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja profesional di berbagai lini manufaktur.

Bacaan Lainnya

Perempuan di IMIP tidak hanya terlibat dalam posisi administratif. Sebanyak 639 karyawan perempuan (sekitar 8,25 persen dari total perempuan) menempati jabatan strategis, meliputi wakil foreman, foreman, asisten supervisor, wakil supervisor, supervisor, hingga level wakil manajer dan manajer. Penempatan ini menandakan adanya kebijakan yang mendorong perempuan untuk berperan dalam pengambilan keputusan operasional dan strategis.

HR Head PT IMIP, Achmanto Mendatu, menegaskan bahwa perusahaan‑perusahaan di kawasan tersebut membuka peluang luas bagi perempuan, bahkan pada bidang yang secara tradisional didominasi laki‑laki, seperti operator hoist crane. Pada Maret 2026, tercatat ada 280 perempuan yang mengoperasikan hoist crane dari total 1.684 operator di kawasan. “Banyak operator hoist crane perempuan yang sebelumnya memiliki latar belakang pendidikan kebidanan, namun setelah rekrutmen dan penempatan, mereka diberikan pembinaan intensif sehingga mampu menjalankan tugas teknis dengan baik,” ujar Mendatu pada Rabu, 8 April 2026.

Untuk memastikan kompetensi teknis dan standar keselamatan terpenuhi, IMIM menyediakan beragam program pelatihan profesional. Pelatihan meliputi pengoperasian hoist crane kelas dua, pengoperasian furnace kelas dua, ahli K3 umum, teknisi K3 deteksi gas, serta petugas penyelamat di ruang terbatas. Semua pelatihan dirancang agar setiap karyawan, tanpa memandang gender, memiliki kemampuan yang memadai serta memenuhi standar keselamatan industri yang tinggi.

Selain pelatihan, IMIP juga menegakkan persyaratan khusus bagi posisi operator alat berat. Perempuan yang mengisi posisi tersebut wajib memiliki pengalaman minimal dua tahun dan Surat Izin Operator (SIO) resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, jika calon belum memenuhi kualifikasi tersebut, mereka dapat memulai dari jenjang kru dan secara bertahap naik melalui program pelatihan yang disediakan.

Lingkungan kerja yang ramah perempuan juga didukung oleh fasilitas penunjang. IMIP menyediakan layanan kesehatan, ruang istirahat khusus, serta sarana transportasi internal. Bagi karyawati yang sedang hamil, tersedia layanan penjemputan dan mobil khusus untuk memastikan kenyamanan serta keselamatan selama berada di area kerja. Kebijakan ini selaras dengan peraturan perundang‑undangan yang mengatur hak dan kesejahteraan pekerja.

Berikut ringkasan data tenaga kerja perempuan di IMIP:

  • Total tenaga kerja: 90.923 orang
  • Tenaga kerja perempuan: 7.557 orang (8,31%)
  • Posisi strategis yang diisi perempuan: 639 orang (8,25% dari perempuan)
  • Operator hoist crane perempuan: 280 orang dari 1.684 operator

Upaya IMIP dalam mengintegrasikan kebijakan gender tidak hanya terbatas pada angka, melainkan juga pada perubahan budaya kerja. Dengan menyediakan pelatihan khusus, fasilitas pendukung, dan jalur karier yang transparan, kawasan industri ini berusaha menghilangkan stereotip pekerjaan yang bersifat gender‑spesifik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi turnover, serta menarik lebih banyak talenta perempuan yang kompeten ke sektor industri berat.

Secara keseluruhan, strategi inklusif IMIP mencerminkan tren global dimana perusahaan‑perusahaan manufaktur beralih ke model kerja yang lebih beragam dan setara. Dengan menempatkan perempuan pada posisi strategis dan teknis, IMIP tidak hanya memperkuat daya saing industri nikel Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada agenda nasional untuk mencapai kesetaraan gender di dunia kerja.

Ke depan, IMIP berkomitmen terus memperluas kesempatan bagi semua pekerja, memperkuat peran perempuan dalam pertumbuhan industri, serta memastikan standar keselamatan dan kesejahteraan yang tinggi tetap terjaga.

Pos terkait