123Berita – 08 April 2026 | Pasar properti Inggris mengalami penurunan signifikan pada bulan Maret 2024, dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang meluas akibat konflik antara Iran dan Israel. Penurunan tersebut tercermin dalam data harga rumah yang menunjukkan penurunan pertama sejak awal tahun, sekaligus menandai periode paling menantang bagi pembeli rumah sejak krisis keuangan 2008.
Faktor utama yang memicu penurunan ini adalah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh konflik di Timur Tengah, khususnya aksi militer Iran yang mengancam stabilitas ekonomi global. Investor properti dan pembeli rumah menahan diri untuk melakukan transaksi besar hingga situasi geopolitik lebih jelas. Selain itu, suku bunga hipotek yang berada pada level tertinggi dalam satu dekade menambah beban bagi calon pembeli. Bank of England telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak delapan kali sejak Agustus 2022, menembus batas 5 %, yang pada gilirannya meningkatkan suku bunga hipotek variabel dan tetap.
Berikut rangkuman faktor‑faktor yang berkontribusi pada penurunan harga rumah:
- Ketidakpastian konflik Iran‑Israel: Risiko geopolitik meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, yang berdampak pada kepercayaan konsumen di Inggris.
- Suku bunga hipotek naik: Tingkat acuan Bank of England mencapai 5,25 %, memaksa bank komersial menaikkan suku bunga hipotek rata‑rata menjadi 5,5‑6 %.
- Inflasi tinggi: Inflasi konsumen masih berada di atas target Bank of England, mengurangi daya beli rumah tangga.
- Kenaikan biaya hidup: Harga energi dan bahan makanan yang naik menambah beban rumah tangga, menurunkan kemampuan untuk menabung bagi uang muka rumah.
Bank-bank besar di Inggris melaporkan bahwa permintaan untuk hipotek baru menurun sekitar 15 % dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sementara itu, permintaan untuk refinancing menurun hampir 20 %, mencerminkan keengganan pemilik rumah untuk menambah beban utang di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Pengamat pasar properti menilai bahwa penurunan harga ini belum tentu bersifat sementara. “Kita berada dalam fase penyesuaian di mana pembeli menunggu sinyal yang lebih jelas tentang stabilitas geopolitik dan kebijakan moneter,” kata seorang analis senior di sebuah firma riset properti. “Jika konflik berlanjut atau suku bunga tidak berkurang dalam waktu dekat, tren penurunan harga dapat berlanjut, terutama di kota‑kota besar yang sensitif terhadap fluktuasi ekonomi global.”
Di sisi lain, beberapa sektor masih menunjukkan daya tahan. Properti di daerah pinggiran kota dan wilayah pedesaan yang menawarkan harga lebih terjangkau tetap menarik bagi pembeli pertama. Di wilayah tersebut, penurunan harga cenderung lebih ringan, dan permintaan masih dipicu oleh kebutuhan akan hunian yang lebih luas setelah masa lockdown.
Data pasar juga memperlihatkan perubahan dalam profil pembeli. Persentase pembeli berusia 25‑34 tahun menurun menjadi 18 % dari total transaksi, sedangkan pembeli berusia 45‑54 tahun meningkat menjadi 32 %. Perubahan ini mengindikasikan bahwa kelompok usia yang lebih stabil secara finansial masih memiliki kemampuan untuk masuk pasar meski biaya pinjaman tinggi.
Secara keseluruhan, penurunan harga rumah di Inggris pada Maret 2024 mencerminkan kombinasi antara tekanan eksternal akibat konflik di Timur Tengah dan kebijakan moneter ketat domestik. Dampaknya terasa tidak hanya pada penjual rumah, tetapi juga pada pengembang properti, lembaga keuangan, dan konsumen yang menunggu kondisi lebih stabil untuk melakukan investasi properti.
Para pengamat menyarankan agar pemerintah dan Bank of England menimbang kebijakan yang dapat menurunkan tekanan inflasi tanpa memperparah beban hipotek. Langkah‑langkah seperti meningkatkan pasokan perumahan terjangkau dan menyesuaikan regulasi kredit dapat membantu menstabilkan pasar dalam jangka menengah.
Dengan ketidakpastian yang masih meluas, pasar perumahan Inggris diproyeksikan akan tetap berfluktuasi dalam beberapa bulan ke depan. Pembeli yang menunggu peluang harga lebih rendah harus mempertimbangkan risiko suku bunga yang masih tinggi, sementara penjual mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi harga mereka agar sesuai dengan dinamika permintaan yang baru.





