123Berita – 07 April 2026 | Insiden kekerasan brutal yang melibatkan sekelompok geng motor terjadi pada dini hari di Jalan Emmy Saelan III, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban utama adalah seorang juru parkir yang tengah menjalankan tugasnya ketika tiba-tiba diserang oleh beberapa orang yang mengendarai motor berwarna hitam pekat. Dalam serangan tersebut, pelaku menggunakan panah sebagai senjata tajam, menancapkan ujungnya ke leher korban sehingga mengakibatkan luka kritis.
Korban, seorang pria berusia antara 30 hingga 35 tahun, terkejut dan tidak sempat menghindar. Panah yang menancap pada lehernya menyebabkan pendarahan hebat serta kerusakan pada jaringan leher. Petugas medis yang tiba di lokasi dalam waktu kurang dari lima menit berhasil menstabilkan kondisi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Hingga saat pelaporan, korban masih dalam perawatan intensif dan diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan yang lama.
Pihak kepolisian Makassar segera melakukan penyelidikan lapangan. Tim Reskrim mengumpulkan jejak motor, sidik jari, serta rekaman CCTV dari toko-toko sekitar yang menghadap ke jalan. Sejumlah rekaman menunjukkan keberadaan motor hitam dengan pelat nomor yang tidak terlihat jelas, bergerak cepat dan menghilang setelah serangan. Selanjutnya, penyidik menelusuri jaringan geng motor yang telah lama dikenal aktif di wilayah Rappocini, khususnya dalam aksi-aksi intimidasi terhadap pekerja lapangan dan pedagang kaki lima.
- Waktu kejadian: sekitar 02.30 WIB, dini hari.
- Lokasi: Jalan Emmy Saelan III, Kecamatan Rappocini, Makassar.
- Korban: juru parkir pria, usia 30-35 tahun, luka leher akibat panah.
- Pelaku: diperkirakan 3-4 orang, mengendarai motor hitam.
- Motif: belum jelas, diduga terkait persaingan wilayah atau balas dendam.
Walikota Makassar, melalui kantor Sekretariat Daerah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa aparat akan meningkatkan patroli keamanan di wilayah rawan serta memperketat penindakan terhadap aksi geng motor yang mengancam keamanan publik. “Kita tidak dapat mentolerir aksi kekerasan yang menargetkan warga biasa, terutama mereka yang bekerja di sektor informal,” ujar Walikota dalam pernyataan resmi.
Selain respon pemerintah, sejumlah organisasi masyarakat sipil juga memberikan komentar. Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia (LAHAM) Makassar menilai bahwa kejadian ini mencerminkan lemahnya penegakan hukum di kawasan padat penduduk. Mereka menuntut agar penyidik tidak hanya mengejar pelaku secara individual, melainkan juga mengusut jaringan kriminal yang lebih luas.
Para ahli keamanan mengingatkan bahwa penggunaan senjata tradisional seperti panah dalam aksi kriminal bukan hal yang umum. Menurut Dr. Ahmad Fikri, pakar Kriminologi Universitas Hasanuddin, hal ini menunjukkan adaptasi taktik geng dalam menghindari deteksi oleh teknologi modern. “Panah tidak meninggalkan jejak balistik yang mudah dilacak, sehingga menjadi pilihan bagi pelaku yang ingin menutupi jejak,” jelasnya.
Sejumlah warga sekitar mengaku merasa takut dan khawatir akan keamanan lingkungan mereka. Beberapa melaporkan bahwa mereka telah melihat motor-motor hitam berkeliaran pada malam hari tanpa tujuan yang jelas. Mereka meminta pihak berwenang meningkatkan pencahayaan jalan, memasang lebih banyak kamera CCTV, dan menambah pos keamanan di titik-titik strategis.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum mengidentifikasi secara pasti identitas para pelaku. Namun, tim investigasi berjanji akan mengungkap jaringan kriminal yang terlibat serta menindak tegas semua pihak yang terlibat. Pemerintah Kota Makassar juga berjanji akan meningkatkan program rehabilitasi bagi para anggota geng motor yang bersedia menyerahkan diri, sebagai langkah preventif jangka panjang.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden kekerasan yang melibatkan geng motor di Sulawesi Selatan. Beberapa bulan sebelumnya, serangkaian aksi serupa terjadi di wilayah lain, menimbulkan kecemasan publik tentang meningkatnya kriminalitas berbasiskan motor. Pihak berwenang diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan penegakan hukum, program sosial, dan kerja sama lintas sektoral untuk mengatasi permasalahan yang mendalam ini.
Dengan latar belakang kejadian yang mengerikan ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Kolaborasi antara warga, kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memutus rantai kekerasan yang mengancam ketertiban dan rasa aman di lingkungan perkotaan.





