123Berita – 27 April 2026 | Stadio Franchi menjadi saksi ketatnya duel Serie A pada Minggu (26/4/2026) ketika Fiorentina harus berbagi poin dengan Sassuolo setelah kedua tim berakhir imbang 0-0. Pertandingan yang berlangsung dalam intensitas tinggi ini tidak menghasilkan gol, namun menyuguhkan banyak momen strategis serta penampilan impresif dari pemain asal Belanda, Jay Idzes, yang menempati posisi bek tengah selama 90 menit penuh.
Fiorentina memulai laga dengan formasi 4-3-3, menempatkan Idzes di lini pertahanan bersama Alessandro Gabbani. Tim tuan rumah mengandalkan kreativitas Federico Chiesa di sisi sayap kanan dan Nikola Milenkovic di tengah serangan. Di sisi lain, Sassuolo menurunkan susunan 3-5-2, menekankan penguasaan bola di tengah lapangan dengan kehadiran Sofyan Amrabat dan Manuel Locatelli.
Sejak peluit pertama, kedua pelatih menampilkan taktik defensif yang ketat. Pelatih Fiorentina, Vincenzo Italiano, tampak fokus pada menutup ruang-ruang berbahaya di wilayah pertahanan, terutama di sisi kanan yang menjadi jalur utama Chiesa. Sementara itu, pelatih Sassuolo, Roberto De Zerbi, mengandalkan pergerakan dinamis dari gelandang tengah untuk menciptakan peluang lewat serangan balik cepat.
Detik-detik awal pertandingan menampilkan tekanan tinggi dari kedua belah pihak. Idzes, yang baru kembali dari cedera otot pada musim lalu, tampil penuh energi dan berhasil memotong beberapa serangan berbahaya Sassuolo. Ia melakukan tekel bersih pada menit ke-12 dan menegakkan posisi tubuhnya dengan baik, menghalangi peluang lewat yang diusahakan oleh Giacomo Raspadori.
Pada menit ke-28, Fiorentina mendapatkan peluang pertama mereka melalui tendangan sudut yang diambil oleh Riccardo Saponara. Bola meluncur ke dalam kotak penalti, namun Idzes berhasil mengangkat diri di atas striker Sassuolo, Gianluca Franchini, sehingga bola kembali ke luar area. Keberhasilan pertahanan ini menegaskan peran penting Idzes sebagai sandaran lini belakang.
Sementara pertahanan Fiorentina tetap solid, lini tengah mereka mengalami kesulitan mengendalikan tempo permainan. Sassuolo memanfaatkan ruang di antara dua barisan pertahanan Fiorentina dengan melakukan pergerakan diagonal, menciptakan ketidakpastian. Namun, Idzes dan rekan satu pertahanannya berhasil menutup celah-celah tersebut dengan koordinasi yang baik.
Menjelang babak pertama usai, kedua tim saling menukar serangan tetapi tidak berhasil menembus pertahanan. Penjaga gawang Fiorentina, Bartłomiej Drągowski, membuat beberapa penyelamatan penting, termasuk satu refleks pada menit ke-43 saat Raspadori melepaskan tembakan keras ke sudut atas kanan gawang.
Memasuki babak kedua, De Zerbi mengganti taktik dengan menurunkan satu penyerang tambahan, memperkuat lini serang Sassuolo menjadi 3-4-3. Perubahan ini berhasil meningkatkan tekanan pada sisi kiri Fiorentina, namun Idzes kembali tampil dominan dengan melakukan tekel crucial pada menit ke-58, mematahkan peluang lewat dari Francesco Caputo.
Pada menit ke-71, Fiorentina berusaha mengubah hasil melalui serangan terorganisir. Chiesa mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti, namun Drągowski melakukan penyelamatan gemetar. Momen itu menjadi indikasi betapa tipisnya perbedaan antara mencetak gol dan terpaksa puas dengan hasil imbang.
Di menit-menit akhir, kedua pelatih mencoba memanfaatkan pergantian pemain untuk menciptakan kejutan. Italiano memasukkan pemain muda, Alessio Zerbin, ke lini depan, sementara De Zerbi menurunkan pemain berpengalaman, Lorenzo Pellegrini, untuk menambah kreativitas. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan gol.
Berakhirnya pertandingan dengan skor 0-0 memberikan konsekuensi berbeda bagi kedua tim. Fiorentina, yang masih berada di zona aman Serie A, kini harus menunggu hasil laga berikutnya untuk memastikan posisi klasemen akhir. Meskipun unggul sembilan poin dari zona degradasi, ketidakpastian masih menghinggapi mereka dalam persaingan tempat finis.
Sementara itu, Sassuolo yang berada di tengah klasemen, masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka di papan atas. Hasil imbang ini menambah tekanan pada mereka untuk meningkatkan produktivitas gol di sisa musim.
Penampilan Jay Idzes menjadi sorotan utama pada pertandingan ini. Menyelesaikan 90 menit penuh tanpa cedera, ia menunjukkan bahwa kebugarannya telah pulih sepenuhnya. Direktur teknis Fiorentina, Massimo Carra, memuji kontribusi Idzes dalam konferensi pers pasca laga, menyatakan bahwa “kehadiran Idzes memberikan kestabilan dan kepercayaan pada lini belakang kami, sesuatu yang sangat kami butuhkan di fase akhir musim ini.”
Kesimpulannya, pertandingan antara Fiorentina dan Sassuolo menunjukkan betapa pentingnya pertahanan yang disiplin dalam Serie A. Meskipun kedua tim tidak mampu memecah kebuntuan, mereka berhasil menampilkan permainan yang terorganisir dan penuh taktik. Bagi Fiorentina, hasil imbang ini menjadi langkah yang cukup untuk tetap berada di zona aman, namun mereka tetap harus berjuang keras untuk mengamankan posisi akhir yang lebih baik. Sementara Sassuolo, hasil ini menambah beban pada agenda mereka untuk meningkatkan efektivitas serangan menjelang sisa musim.



