Duet Sisca Saras dan Citra Scholastika Persiapkan Mazmur Memukau di Katedral pada Malam Paskah

Duet Sisca Saras dan Citra Scholastika Persiapkan Mazmur Memukau di Katedral pada Malam Paskah
Duet Sisca Saras dan Citra Scholastika Persiapkan Mazmur Memukau di Katedral pada Malam Paskah

123Berita – 05 April 2026 | Sisca Saras dan Citra Scholastika, dua penyanyi muda yang kini dikenal luas di kancah musik rohani Indonesia, tengah menggelar persiapan intensif menjelang penampilan istimewa pada malam Paskah di sebuah katedral megah di pusat kota. Kedua artis tersebut tidak hanya menyiapkan vokal, melainkan juga menata aransemen musik, kostum, serta tata panggung yang dirancang agar nuansa spiritual terasa kuat di tengah gemerlap lampu kristal katedral. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka berlatih secara teratur, menggabungkan keahlian masing-masing untuk menghasilkan interpretasi Mazmur yang menggetarkan hati jemaat dan penonton luar gereja.

Proses latihan melibatkan kolaborasi dengan musisi klasik, termasuk pemain organ, string, dan paduan suara kecil yang dipilih secara khusus. Sisca, yang memiliki latar belakang vokal kontemporer, menyesuaikan teknik bernyanyinya agar selaras dengan resonansi akustik katedral yang luas. Sementara Citra, yang lebih berpengalaman dalam genre gospel, fokus pada harmonisasi vokal dan dinamika emosional tiap bait Mazmur. Kedua penyanyi menekankan pentingnya “menyampaikan pesan harapan” yang terkandung dalam teks Mazmur, terutama pada momen Paskah yang melambangkan kebangkitan dan kemenangan atas kematian.

Bacaan Lainnya
  • Rekaman ulang bagian refrain untuk menonjolkan harmoni tiga suara.
  • Penggunaan instrumen tradisional Indonesia seperti gamelan kecil sebagai lapisan tambahan pada aransemen.
  • Latihan intensif pada pukul 03.00‑05.00 pagi untuk menyesuaikan diri dengan jadwal kebaktian malam Paskah.

Selain persiapan musikal, kedua artis juga memperhatikan aspek visual. Kostum yang akan dipakai dirancang oleh desainer lokal yang menggabungkan elemen liturgi Katolik dengan sentuhan kontemporer. Warna putih melambangkan kemurnian, sementara aksen emas menegaskan keagungan acara. Pada hari‑hari menjelang pertunjukan, Sisca dan Citra melakukan sesi foto di dalam katedral, memanfaatkan cahaya alami yang menembus jendela kaca patri untuk menciptakan suasana yang intim dan penuh makna.

Katedral tempat mereka akan tampil memiliki sejarah lebih dari satu abad, menjadi saksi banyak perayaan liturgi penting. Manajemen gereja menyatakan bahwa penampilan duet ini menjadi bagian dari program khusus “Malam Paskah 2024”, yang bertujuan mengundang generasi muda untuk lebih mendekatkan diri kepada nilai‑nilai rohani melalui musik. Dengan mengangkat Mazmur sebagai inti pertunjukan, penyanyi berharap dapat menyalurkan pesan perdamaian, pengampunan, dan harapan yang relevan bagi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi berbagai tantangan sosial.

Persiapan ini tidak lepas dari dukungan para relawan dan tim produksi yang bekerja di belakang layar. Tim lighting menyiapkan pencahayaan yang dapat menyesuaikan intensitas sesuai dengan dinamika lagu, sementara tim sound melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan bahwa suara organ dan vokal tidak saling menenggelamkan. Seluruh proses produksi direncanakan selesai dua hari sebelum acara, memberikan ruang bagi penyanyi untuk beristirahat dan melakukan pemantapan terakhir pada interpretasi lirik.

Menjelang penutupan, Sisca dan Citra menegaskan komitmen mereka untuk menyajikan sebuah persembahan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Mereka berharap penonton dapat merasakan kedalaman makna Mazmur, mengingat kembali nilai‑nilai kebersamaan dan pengharapan yang menjadi inti perayaan Paskah. Dengan kolaborasi lintas genre dan latar belakang, duet ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi musisi muda lainnya dalam mengintegrasikan seni dengan spiritualitas.

Penampilan duet Sisca Saras dan Citra Scholastika di katedral pada malam Paskah dijadwalkan akan menjadi sorotan utama media lokal dan nasional. Diharapkan, acara ini tidak hanya memperkaya khazanah musik rohani, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas melalui pengalaman bersama yang mendalam.

Pos terkait