123Berita – 08 April 2026 | Dony Tri Pamungkas, kapten Persija Jakarta, menegaskan bahwa timnya masih memiliki tekad kuat untuk mengubah posisi klasemen Liga 1. Pada pekan terakhir musim ini, Persija masih berada di posisi ketiga, terpaut beberapa poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung. Dengan delapan laga tersisa, sang kapten menekankan pentingnya memaksimalkan setiap kesempatan di lapangan demi mengejar ketertinggalan.
Dalam sesi konferensi pers yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Dony Tri mengungkapkan bahwa pelatih telah menyiapkan pola permainan yang lebih fleksibel. “Kami tidak akan menyerah pada situasi saat ini. Delapan laga sisa ini kami lihat sebagai peluang emas untuk memperbaiki posisi kami di tabel,” ujar Dony dengan tegas. Ia menekankan pentingnya kerja sama tim dan disiplin taktik, terutama dalam menghadapi tim-tim yang memiliki pertahanan ketat.
Selain aspek taktik, Dony juga menyoroti kondisi fisik pemain yang menjadi prioritas utama. Selama minggu-minggu terakhir, staf kebugaran melakukan program intensif untuk memastikan semua pemain berada dalam kondisi prima. “Kebugaran adalah kunci. Tanpa stamina yang cukup, kami tidak akan mampu mengeksekusi rencana permainan yang telah dirancang,” jelasnya.
- Persija vs. PSIS Semarang (lokasi: Stadion Jatidiri)
- Persija vs. Persebaya Surabaya (lokasi: Gelora Bung Karno)
- Persija vs. PSM Makassar (lokasi: Andi Mattalatta)
- Persija vs. Madura United (lokasi: Gelora Ratu Pamelingan)
- Persija vs. Bhayangkara FC (lokasi: Stadion Patriot Chandrabhaga)
- Persija vs. Bali United (lokasi: Kapten I Wayan Dipta)
- Persija vs. Arema FC (lokasi: Kanjuruhan)
- Persija vs. Persib Bandung (lokasi: Gelora Bandung Lautan)
Daftar pertandingan di atas menunjukkan keragaman lawan, mulai dari tim yang mengandalkan serangan balik hingga yang menonjolkan permainan menguasai bola. Dony menekankan bahwa Persija harus siap beradaptasi dengan gaya permainan masing-masing lawan. “Kita tidak bisa bermain dengan satu pola saja. Setiap lawan memiliki keunikan, dan kami harus menyesuaikan diri secara cepat,” tambahnya.
Sejarah persaingan antara Persija dan Persib juga menjadi sorotan khusus. Kedua tim bersaing ketat sejak dekade terakhir, dan pertemuan di akhir musim ini diprediksi akan menjadi penentu siapa yang akan menguasai puncak klasemen. Dony mengakui tekanan mental yang tinggi, namun menegaskan bahwa mental juara harus tetap terjaga. “Kami menghormati Persib, tetapi kami juga percaya bahwa kerja keras kami dapat mengubah hasil akhir,” ujarnya.
Dengan semangat yang tinggi dan fokus pada detail teknis serta fisik, Persija menatap sisa musim dengan keyakinan. Jika tim mampu mengamankan poin maksimal dalam delapan laga terakhir, peluang untuk menutup selisih poin dengan Persib menjadi realistis. Dony Tri Pamungkas menutup pernyataan dengan harapan besar: “Kami akan memberikan yang terbaik untuk pendukung, untuk klub, dan untuk sejarah Persija,” kata ia, menegaskan tekad tak tergoyahkan.