123Berita – 06 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Pada malam yang penuh tensi di GOR Cibubur, Dewa United Banten berhasil mematahkan rekor impresif Pelita Jaya Basketball Jakarta dengan menghentikan rentetan 13 kemenangan beruntun mereka di kompetisi IBL 2026. Kemenangan 89-84 ini tidak hanya menambah poin penting bagi Dewa United, tetapi juga menjadi balasan atas kekalahan dramatis yang mereka alami pada pertemuan sebelumnya.
Sejak awal musim, Pelita Jaya tampil sebagai tim yang dominan. Dengan serangkaian kemenangan konsisten, mereka memimpin klasemen dan menjadi favorit utama untuk merebut gelar juara. Rekor 13 kemenangan beruntun yang mereka capai menjadi bukti kualitas skuad yang dipimpin oleh pelatih veteran, Andi Prasetyo, serta bintang lapangan, Arif Mahendra, yang sering mencetak angka ganda tiga digit dalam pertandingan.
Namun, Dewa United, yang dipimpin oleh pelatih asing, Michael Thompson, menyiapkan strategi khusus untuk menantang dominasi Pelita Jaya. Mengandalkan pertahanan ketat, rotasi pemain yang fleksibel, dan eksekusi tembakan tiga angka yang tajam, Dewa United berhasil menutup jarak pada kuarter keempat. Pada menit terakhir, pemain asing mereka, Marcus Lee, mencetak tembakan krusial dari luar busur yang mengubah arah pertandingan.
Berikut adalah rangkuman statistik kunci dari pertandingan tersebut:
- Skor akhir: Dewa United 89 – 84 Pelika Jaya
- Rebound total: Dewa United 42, Pelita Jaya 38
- Assist: Dewa United 21, Pelita Jaya 17
- Turnover: Dewa United 12, Pelita Jaya 15
- Three‑point made: Dewa United 12/28, Pelita Jaya 9/27
Penampilan gemilang Marcus Lee (22 poin, 5 rebound, 4 assist) menjadi faktor penentu. Di sisi lain, Arif Mahendra yang biasanya menjadi mesin skor Pelita Jaya, hanya mampu mencetak 18 poin karena tekanan pertahanan Dewa United yang selalu berada di depan.
Selain aspek teknis, faktor psikologis juga berperan penting. Kemenangan ini memberi Dewa United dorongan moral yang signifikan, terutama setelah kekalahan melawan Pelita Jaya pada pertandingan sebelumnya yang berakhir dengan keputusan kontroversial pada detik-detik akhir. “Kami belajar dari kekalahan itu, memperbaiki eksekusi, dan menjaga fokus sampai peluit akhir,” ujar pelatih Michael Thompson dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Rekor 13 kemenangan beruntun yang dimiliki Pelita Jaya kini terhenti, menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi mereka ke depan. “Kami tidak menganggap ini sebagai akhir dari harapan kami. Tim masih memiliki banyak potensi, dan kami akan kembali lebih kuat,” kata Andi Prasetyo.
Keberhasilan Dewa United ini juga menambah dinamika persaingan di IBL 2026. Dengan poin tambahan, Dewa United naik ke peringkat tiga klasemen, menutup jarak hanya tiga poin dari posisi kedua. Sementara Pelita Jaya turun ke urutan empat, harus berjuang keras untuk mempertahankan posisi di zona playoff.
Para analis menganggap kemenangan ini sebagai contoh betapa pentingnya adaptasi taktik di tengah kompetisi yang semakin kompetitif. “IBL kini tidak lagi didominasi oleh satu tim. Setiap pertandingan menjadi arena strategi, dan Dewa United menunjukkan bahwa mereka mampu menyesuaikan permainan sesuai lawan,” ungkap Budi Santoso, komentator olahraga.
Untuk mendukung perkembangan tim, Dewa United menegaskan komitmen mereka pada pengembangan pemain muda lokal. Dalam beberapa bulan ke depan, mereka berencana mengintegrasikan dua pemain junior yang telah menunjukkan performa menjanjikan di liga junior.
Di luar lapangan, pertandingan ini menarik minat penonton yang meluas, dengan kehadiran lebih dari 8.000 suporter yang memadati arena. Suasana meriah, sorakan, dan dukungan dari kedua kubu menambah atmosfer kompetitif yang tinggi.
Dengan hasil ini, Dewa United tidak hanya menambah satu kemenangan penting, tetapi juga menegaskan niat mereka untuk menjadi contender serius dalam perebutan gelar IBL 2026. Sementara Pelita Jaya harus melakukan evaluasi mendalam, terutama dalam hal pengelolaan tekanan dan penyesuaian taktik, agar dapat kembali ke jalur kemenangan.
Ke depan, Dewa United akan menghadapi pertandingan melawan Satria Muda Pertamina pada minggu berikutnya, sementara Pelita Jaya akan berhadapan dengan CLS Knights pada akhir pekan yang sama. Kedua laga ini diprediksi akan menjadi ujian penting bagi masing‑masing tim dalam upaya memperbaiki posisi klasemen mereka.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan IBL 2026, menampilkan kualitas basket Indonesia yang semakin tinggi serta kompetisi yang semakin sengit. Fans dapat menantikan aksi-aksi menarik lainnya menjelang penutupan musim.