123Berita – 04 April 2026 | Dewa Budjana, gitaris legendaris sekaligus figur sentral musik progresif Indonesia, kembali menorehkan catatan penting dalam kariernya dengan menggelar konser intim bertajuk “Pranayama” pada 10 April 2026 di ibukota, Jakarta. Konser yang dirancang khusus untuk menyajikan pengalaman musikal yang mendalam ini akan menampilkan kolaborasi istimewa bersama penyanyi muda berbakat Endah Widiasturi, yang dikenal dengan vokal lembut dan kemampuan menafsirkan genre-genre eksotis.
Acara tersebut berlangsung di sebuah ruang pertunjukan eksklusif yang menampung penonton terbatas, menciptakan suasana akustik yang memungkinkan setiap nada gitar Dewa Budjana terdengar jelas dan setiap harmoni vokal Endah terurai dengan detail. Konsep “Pranayama” sendiri terinspirasi dari praktik pernapasan dalam yoga, menekankan keseimbangan antara teknik musik yang terstruktur dan ekspresi emosional yang spontan.
Kolaborasi antara Dewa Budjana dan Endah Widiasturi tidak sekadar berpusat pada penampilan musik pop atau rock konvensional. Kedua seniman ini memilih untuk membawakan sebuah lagu berbahasa Sansekerta, sebuah bahasa kuno yang jarang dijumpai dalam repertoar musik populer Indonesia. Pilihan bahasa tersebut mencerminkan niat mereka untuk mengeksplorasi dimensi spiritual dan filosofis, sejalan dengan tema “Pranayama” yang menekankan kedalaman napas dan kesadaran diri.
Lagu berbahasa Sansekerta yang akan dipentaskan memiliki lirik yang diadaptasi dari teks klasik, mengangkat nilai-nilai kebijaksanaan lama yang relevan dengan kehidupan modern. Endah Widiasturi, yang sebelumnya pernah meneliti tradisi vokal dunia, menyatakan bahwa menyanyikan bahasa Sansekerta memberikan tantangan teknis sekaligus kesempatan untuk menyampaikan keindahan puisi kuno melalui melodi kontemporer.
Dewa Budjana menambahkan bahwa penggunaan skala musik tradisional India dalam aransemen gitar akan memberikan warna baru pada komposisi tersebut. “Saya ingin menggabungkan teknik gitar progresif yang saya kembangkan selama tiga dekade dengan elemen musik dunia, sehingga penonton tidak hanya mendengar, tetapi merasakan setiap tarikan napas yang ada dalam musik,” ungkapnya dalam sebuah wawancara singkat sebelum konser.
- Waktu: 10 April 2026, pukul 20.00 WIB
- Tempat: Venue intim di Jakarta (nama venue tidak disebutkan dalam sumber)
- Artis utama: Dewa Budjana (gitar) & Endah Widiasturi (vokal)
- Lagu spesial: Penyajian lagu berbahasa Sansekerta pertama kali di panggung Indonesia
- Jumlah tiket: terbatas, ditujukan bagi penikmat musik yang mengutamakan kualitas pengalaman
Konser “Pranayama” diharapkan menjadi momentum penting bagi perkembangan musik eksperimental di Indonesia. Dengan menonjolkan kolaborasi lintas generasi dan lintas budaya, acara ini tidak hanya memberikan hiburan semata, melainkan juga mengedukasi publik tentang kekayaan musik dunia. Penonton yang hadir akan merasakan keintiman pertunjukan, di mana setiap detik suara gitar Dewa Budjana, setiap getaran vokal Endah, serta nuansa bahasa Sansekerta menyatu dalam satu kesatuan yang memukau.
Keberhasilan acara ini juga mencerminkan tren meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap genre musik yang menggabungkan elemen tradisional dan kontemporer. Seiring dengan semakin terbukanya pasar musik digital, artis-artis seperti Dewa Budjana berani mengambil langkah inovatif untuk memperluas jangkauan artistik mereka, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mengeksplorasi bahasa, melodi, dan filosofi baru.
Secara keseluruhan, konser “Pranayama” menjadi bukti nyata komitmen Dewa Budjana dalam mengembangkan musik Indonesia yang berani melampaui batasan konvensional. Melalui kolaborasi dengan Endah Widiasturi dan pilihan lagu berbahasa Sansekerta, acara ini tidak hanya menawarkan hiburan berkualitas tinggi, tetapi juga menyampaikan pesan universal tentang pentingnya pernapasan, keseimbangan, dan pencarian makna dalam setiap nada yang dihasilkan.