123Berita – 06 April 2026 | Musim kompetisi Liga 1 2025/2026 akan segera dimulai, dan Persib Bandung kembali berada di tengah sorotan bursa transfer. Setelah menutup musim dengan penampilan yang cukup stabil namun masih terdapat beberapa celah, terutama di lini pertahanan tengah, manajemen klub serta pelatih telah menyiapkan strategi akuisisi pemain yang terukur. Fokus utama musim depan adalah memperkuat sektor serba bisa yang dapat menambah variasi taktik, sekaligus menutup kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain-pemain yang diperkirakan akan mengakhiri kontrak atau mencari tantangan baru di luar negeri.
Di antara nama-nama yang muncul dalam spekulasi, nama asal Perancis, Moussa Sidibe, menempati posisi teratas. Sidibe, yang berusia 23 tahun, pernah menorehkan penampilan impresif bersama klub-klub Eropa menengah seperti FC Lorient dan FC Nîmes. Kecepatan, kemampuan dribel, serta insting menyerang yang tajam menjadikannya aset yang cocok untuk formasi 4-3-3 yang diusung oleh pelatih Persib. Selain itu, kemampuan Sidibe dalam bermain di dua posisi – sebagai sayap kiri maupun penyerang tengah – memberi fleksibilitas taktis yang sangat dibutuhkan oleh tim yang ingin mengoptimalkan rotasi pemain selama kompetisi yang padat. Menurut analis internal klub, statistik produktivitasnya di liga Prancis menunjukkan rata‑rata satu gol dan dua assist per 90 menit, angka yang patut diantisipasi oleh lini pertahanan lawan di Liga Indonesia.
Sementara itu, rumor lain yang sempat menguar menyangkut pemain asal Inggris, Justin Hubner. Hubner, bek tengah berusia 26 tahun, sempat dikabarkan menjadi kandidat utama untuk menggantikan posisi Federico Barba yang diprediksi akan meninggalkan Persib pada akhir kontrak. Namun, setelah dilakukan evaluasi medis dan pertimbangan taktis, klub mengumumkan bahwa Hubner tidak dapat melanjutkan proses transfer. Penyebab utama adalah ketidakcocokan fisik dengan standar kebugaran yang ditetapkan Persib, terutama terkait cedera otot kronis yang masih memengaruhi performa defensifnya. Selain itu, pelatih menilai bahwa gaya bermain Hubner yang lebih mengandalkan kekuatan fisik dan penekanan pada duel udara tidak selaras dengan filosofi pertahanan yang menitikberatkan pada pressing tinggi dan pergerakan cepat.
Federico Barba sendiri masih menjadi batu loncatan penting dalam rencana pertahanan Persib. Bek asal Italia ini telah menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kontrak yang akan berakhir pada musim ini, sambil membuka peluang bagi klub untuk merundingkan perpanjangan atau mencari alternatif yang lebih sesuai. Selama dua musim terakhir, Barba mencatat rata‑rata 1,8 intersepsi per pertandingan serta kontribusi signifikan dalam memimpin lini belakang. Jika Barba memutuskan untuk pergi, opsi lain yang sedang dipertimbangkan meliputi pemain muda berbakat dari akademi Persib serta beberapa nama yang sedang berada di pasar transfer Asia Tenggara, seperti pemain asal Vietnam dan Thailand yang memiliki rekam jejak kuat di kompetisi regional.
Secara keseluruhan, bursa transfer Persib Bandung tahun ini menunjukkan pola yang lebih selektif dan berorientasi pada nilai tambah jangka panjang. Manajemen klub menekankan pentingnya keseimbangan antara investasi pada pemain internasional berpengalaman seperti Sidibe dengan pengembangan talenta lokal yang dapat menjadi aset jangka panjang. Dari sisi finansial, Persib berusaha mengoptimalkan anggaran transfer dengan menargetkan pemain yang tersedia dengan biaya transfer relatif rendah namun memiliki potensi pasar yang tinggi, terutama mengingat adanya regulasi batas gaji pemain asing di Liga 1. Penggemar pun menantikan kejelasan resmi mengenai daftar pemain baru menjelang pekan pertama kompetisi, dengan harapan skuad maung Bandung dapat tampil lebih solid dan kompetitif.
Kesimpulannya, Persib Bandung berada pada titik krusial menjelang musim baru. Kedatangan Moussa Sidibe diprediksi akan menambah dimensi serangan yang lebih dinamis, sementara kegagalan Justin Hubner untuk menandatangani kontrak menegaskan bahwa klub tidak bersedia mengorbankan standar kebugaran demi sekadar mengisi posisi. Keputusan mengenai masa depan Federico Barba akan menjadi faktor penentu dalam menyusun strategi pertahanan yang konsisten. Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, Persib berharap dapat memperkuat kedudukan di papan klasemen dan kembali menjadi kontender utama dalam perebutan gelar Liga 1.