123Berita – 07 April 2026 | Dalam konferensi pers pekan ini, bos tim Ducati, Davide Tardozzi, mengungkapkan pandangannya tentang performa Aprilia yang menonjol pada awal musim MotoGP 2026. Menurut Tardozzi, tim asal Italia berhasil menampilkan kecepatan dan konsistensi yang membuat mereka berada di posisi terdepan pada beberapa balapan pembuka. Namun, ia menekankan bahwa kalender MotoGP masih panjang dan tidak ada ruang bagi tim manapun untuk menganggap kemenangan sudah pasti.
Aprilia, yang mengandalkan mesin V4 yang telah mengalami penyempurnaan signifikan, berhasil mencatat podium pada dua seri pertama musim ini. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras tim teknik serta dukungan rider yang mampu mengekstrak potensi penuh dari motor. Kemenangan awal ini menambah tekanan pada tim-tim rival, termasuk Ducati, yang selama ini menjadi dominan di kelas utama.
Tardozzi menegaskan bahwa “musim masih sangat panjang” dan bahwa belum ada yang hilang untuk menegaskan bahwa Ducati masih memiliki peluang untuk bangkit dan kembali bersaing di puncak klasemen. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap optimis sekaligus realistis, mengingat kompetisi di MotoGP memang dikenal ketat dan sering kali berubah-ubah.
Secara statistik, Ducati masih berada di tengah-tengah papan poin setelah tiga balapan. Meskipun beberapa pembalap Ducati berhasil mencatat poin, performa mesin serta handling pada lintasan tertentu masih menjadi bahan evaluasi. Tardozzi mengakui bahwa pengembangan motor masih berlangsung, terutama pada aspek aerodinamika dan pengaturan suspensi yang dapat memengaruhi kecepatan di tikungan cepat.
Di sisi lain, Aprilia terus melakukan iterasi pada motor mereka, berfokus pada peningkatan traksi dan stabilitas saat pengereman. Tim teknik Aprilia melaporkan bahwa mereka telah menguji beberapa konfigurasi baru pada sesi latihan bebas, yang menurut mereka dapat menjadi kunci untuk mempertahankan momentum positif. Hal ini menambah dinamika persaingan, karena kedua tim kini berusaha menutup celah performa masing-masing.
Para pembalap Ducati, termasuk Francesco Bagnaia, menyuarakan harapan akan peningkatan performa motor dalam beberapa pekan ke depan. Mereka menekankan pentingnya konsistensi dalam set‑up motor serta adaptasi cepat terhadap kondisi trek yang bervariasi. Sementara itu, rider Aprilia menegaskan bahwa mereka tidak akan lengah, mengingat kompetisi selalu siap memberikan tantangan baru.
Kalender MotoGP 2026 menampilkan rangkaian sirkuit klasik seperti Jerez, Le Mans, dan Mugello, yang masing-masing memiliki karakteristik unik. Tardozzi mengungkapkan bahwa tim Ducati telah menyiapkan strategi khusus untuk setiap sirkuit, mengingat perbedaan dalam permukaan aspal, suhu, dan tingkat keausan ban. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara tim teknis dan rider dalam menyesuaikan strategi balap demi meraih hasil maksimal.
Secara keseluruhan, pernyataan Tardozzi mencerminkan realitas kompetisi MotoGP yang penuh ketidakpastian. Meskipun Aprilia telah menunjukkan performa mengesankan pada awal musim, Ducati tetap bertekad untuk bangkit melalui pengembangan teknis dan kerja sama tim yang solid. Dengan sisa musim yang masih panjang, pertarungan antara dua tim besar ini diprediksi akan terus memanas, memberikan spektakuler bagi para penggemar balap motor di seluruh dunia.