123Berita – 03 Juni 2026 | Sektor perbankan di Indonesia tampaknya lebih memilih untuk memarkir dana mereka di instrumen keuangan yang aman dan menguntungkan, seperti Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), daripada memberikan kredit kepada pengusaha. Hal ini membuat banyak pengusaha sulit untuk mendapatkan kredit dari bank.
Hal ini diperparah oleh ketidakstabilan ekonomi global yang membuat perbankan menjadi lebih hati-hati dalam memberikan kredit. Pengusaha kecil dan menengah (UKM) adalah yang paling terkena dampak dari kebijakan perbankan ini.
UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun mereka seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan kredit dari bank. Ini membuat mereka sulit untuk berkembang dan meningkatkan produksi.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan akses kredit bagi UKM. Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk memberikan insentif kepada perbankan yang memberikan kredit kepada UKM.
Dengan demikian, diharapkan perbankan dapat lebih aktif dalam memberikan kredit kepada UKM dan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
Pengusaha sulit mendapatkan kredit dari bank karena perbankan lebih memilih berinvestasi di instrumen keuangan yang aman dan menguntungkan. Hal ini perlu diatasi agar perekonomian Indonesia dapat tumbuh dan berkembang.





