123Berita – 06 April 2026 | Manajer Persib Bandung, Bojan Hodak, tak segan-segan mengungkapkan perasaan panik yang melanda timnya pada babak pertama pertandingan melawan Semen Padang. Dalam konferensi pers usai laga, sang pelatih menegaskan bahwa 30 menit pertama pertandingan hampir membuat Persib kehilangan kendali sebelum akhirnya menemukan ritme yang tepat dan mengamankan kemenangan 2-0.
Persib memasuki laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dengan ambisi mempertahankan posisi puncak klasemen Liga Indonesia. Namun, sejak peluit pertama dibunyikan, tekanan dari tim tamu terasa kencang. Semen Padang, yang bermain dengan disiplin tinggi, berhasil menahan serangan Persib dan menutup ruang-ruang krusial di lini pertahanan. Bojan mengakui, “Pada menit-menit awal kami terasa seperti berada di dalam zona takut. Kami belum menemukan tempo permainan, dan itu membuat kami hampir terpuruk.”
Perubahan taktik yang diambil pelatih berlangsung pada menit ke-30, tepat ketika rasa panik mulai memuncak. Bojan memutuskan untuk menggeser formasi menjadi lebih menyerang, menurunkan satu gelandang bertahan dan menambah kecepatan pada sayap kanan. Langkah ini terbukti efektif; dalam hitungan menit, Persib berhasil memecah kebuntuan. Gol pertama tercipta lewat serangan balik cepat yang dimotori oleh penyerang utama tim, yang berhasil menaklukkan kiper lawan setelah menerima umpan terobosan dari sayap kanan.
Setelah gol pertama, suasana di lapangan berubah drastis. Persib yang semula terlihat ragu, kini tampil lebih percaya diri. Tekanan yang diberikan pada lini belakang Semen Padang meningkat, dan pada menit ke-70, gol kedua tercipta lewat tendangan sudut yang dimanfaatkan dengan baik oleh pemain bek tengah yang naik ke area lawan. Gol tersebut tidak hanya menambah keunggulan, tetapi juga menegaskan kembali dominasi Persib di babak kedua.
“Setelah gol pertama, tim langsung bangkit. Semua orang kembali fokus dan kami dapat mengontrol permainan seperti yang kami inginkan,” kata Bojan dengan senyum lega. Ia menambahkan, “Saya bangga dengan mentalitas pemain yang mampu bangkit dari rasa panik, terutama pada saat-saat krusial seperti ini.”
Hasil akhir 2-0 meneguhkan Persib di puncak klasemen Liga Indonesia, menambah tiga poin penting dalam perburuan gelar. Kemenangan ini juga memperkuat reputasi Bojan sebagai manajer yang mampu mengatasi tekanan dan memotivasi timnya untuk bangkit dari situasi sulit.
Di luar lapangan, Bojan menekankan pentingnya konsistensi dan kesiapan mental dalam setiap pertandingan. “Kami harus belajar dari setiap kesulitan yang ada. Kecemasan di menit pertama bukanlah akhir, melainkan pelajaran untuk memperbaiki persiapan mental dan taktik kami,” tuturnya. Ia berharap tim dapat mempertahankan performa ini di laga-laga berikutnya, terutama ketika menghadapi lawan-lawan kuat yang selalu siap memanfaatkan setiap celah.
Dengan performa yang kini kembali stabil, Persib menatap kompetisi dengan optimisme tinggi. Bojan menutup wawancara dengan harapan bahwa timnya dapat terus menunjukkan permainan yang agresif, terorganisir, dan tidak lagi terjebak dalam rasa panik di menit-menit awal pertandingan.





